Unimed Berduka, Mantan Rektor Prof Syawal Gultom Meninggal Dunia

- Prof. Dr. Syawal Gultom, mantan Rektor Unimed dua periode dan Ketua Senat, meninggal dunia pada usia 64 tahun di Medan, Senin 27 April 2026.
- Beliau wafat di Rumah Sakit Murni Teguh pukul 02.50 WIB karena sakit, dan dikenal sebagai sosok pemimpin serta panutan bagi civitas akademika Universitas Negeri Medan.
- Semasa hidupnya, Prof. Syawal berkarier gemilang di bidang pendidikan, pernah menjabat di Kementerian Pendidikan Nasional serta menjadi tokoh penting dalam pengembangan Kurikulum 2013 dan KKNI di Unimed.
Medan, IDN Times - Kabar duka datang dari Universitas Negeri Medan (Unimed). Ketua Senat sekaligus mantan Rektor selama 2 periode penuh, Prof. Dr. Syawal Gultom meninggal dunia.
Ucapan bela sungkawa ramai ditujukan kepada pria 64 tahun itu. Kini jasadnya berada di rumah duka dan keluarga tengah mempersiapkan proses fardu kifayahnya.
1. Syawal Gultom meninggal dunia di usia 64 tahun

Kabar meninggalnya Prof. Dr. Syawal Gultom dibenarkan oleh Kepala Humas Unimed, Dr. Isli Pane. Senin (27/4/2026) Syawal dinyatakan meninggal dunia.
"Benar Prof. Syawal Gultom meninggal dunia. Rektor beserta keluarga besar Universitas Negeri Medan mengucapkan turut berduka cita dan berbelasungkawa atas wafatnya Prof. Dr. Syawal Gultom, M.Pd selaku Ketua Senat Universitas Negeri Medan. Beliau wafat pada Senin, 27 April 2026," kata Isli Pane.
Prof. Syawal Gultom meninggal dunia di usianya yang ke-64 tahun. Ia meninggalkan seorang istri bernama Rasita Malades Samosir dan 4 anaknya masing-masing bernama Atikah Putri A. Gultom, Diotama Arrizky Gultom, Rafly Aqsha Gultom, dan Ilza Aditha R. Gultom.
"Semoga loyalitas dan pengabdiannya dalam dunia pendidikan menjadi ladang amal ibadah dan membawanya ke tempat mulia di sisi Allah SWT. Dan Keluarga yang ditinggalkan diberikan kelapangan dan kesabaran," lanjut Isli.
2. Syawal Gultom wafat di Rumah Sakit Murni Teguh pukul 02.50 WIB karena sakit

Bagi Unimed, Prof. Syawal Gultom bukanlah sekadar mantan rektor. Lebih jauh, ia dianggap sebagai tokoh pendidikan yang banyak memberikan tinta emas untuk kampus. Sehingga atas dedikasinya itu, salah satu gedung di Unimed khususnya di Fakultas Matematika Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) diberi nama Gedung Prof. Syawal Gultom.
Syawal merupakan putra asal Medan yang lahir pada 3 Februari 1962. Ia pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) periode 2007-2011 dan 2015-2019. Kini ia dinyatakan meninggal dunia karena sakit.
"Beliau wafat di Rumah Sakit Murni Teguh Medan pukul 02.50 WIB. Rencananya Almarhum akan dikebumikan pada hari Senin ini ba’da Ashar," ungkap Isli.
Ia mengatakan bahwa rombongan civitas akademika tengah menuju ke rumah duka. Ia berharap keluarga yang ditinggalkan dapat tabah dan diberikan kekuatan.
"Almarhum dikenal sebagai sosok pemimpin, akademisi, dan panutan yang telah memberikan kontribusi besar dalam pengembangan Universitas Negeri Medan serta dunia pendidikan nasional," pungkasnya.
3. Semasa hidupnya, Prof. Syawal Gultom pernah dipercaya menjabat di tubuh kementerian pendidikan

Gelar Guru Besar sudah lama tersemat dengan kemampuan di bidang pendidikan matematika. Kari Syawal Gultom yang cemerlang bukan hanya diasah di lingkungan kampus saja. Prof. Syawal Gultom pernah dipercaya menjabat sebagai Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pendidikan dan Kebudayaan dan Penjaminan Mutu Pendidikan (BPSDMPK-PMP) Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia.
Syawal Gultom merupakan alumnus Universitas Negeri Medan, Universitas Negeri Yogyakarta, dan Universitas Negeri Jakarta. Kontribusinya di bidang pendidikan sempat mengantarkan namanya di bursa calon menteri pendidikan Indonesia saat itu.
Rekam jejak Syawal Gultom di bidang pendidikan begitu masif. Ia bahkan pernah menjadi tim penyusun dan pelatih Kurikulum 2013.
Dalam perjalanan kariernya, Syawal Gultom dikenal sebagai sosok yang konsisten mendorong peningkatan kualitas pendidikan, baik dari sisi tenaga ajar, kurikulum, hingga manajemen pendidikan. Ia memiliki latar belakang pendidikan yang kuat sampai meraih gelar profesor sebagai komitmen menunjukkan kepakarannya di bidang matematika.
Selain itu, semasa hidupnya Syawal Gultom menjadi salah satu tokoh Unimed yang getol memperkenalkan Kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI). Kurikulum ini adalah model yang dirancang untuk meningkatkan mutu pendidikan tinggi dan sesuai kebutuhan revolusi industri hingga masyarakat.
Di Unimed, KKNI berjalan dengan sistem 6 tugas. Yaitu Tugas Rutin (TR), Critical Book Report (CBR), Critical Journal Review (CJR), Mini Research (MR), Rekayasa Ide (RI), dan Project (PR).


















