Ditinggal Mudik Tahun Baru, Seisi Rumah Ludes Dirampok Maling

- Korban mudik tahun baru ke Porsea, saat pulang ke Medan seisi rumah sudah ludes dirampok maling
- Selama 4 malam pelaku bolak-balik merampok di rumah korban
- Uang hasil kejahatan digunakan untuk membeli narkoba, pengedarnya turut ditangkap
Medan, IDN Times - Momen tahun baru 2026 membawa duka bagi Radot Sinaga (59 tahun), warga yang bermukim di Jalan Masjid Taufik, Kecamatan Medan Timur. Rumahnya yang ia tinggal pergi mudik sejak akhir Bulan Desember 2025, ludes dirampok maling.
Bukan cuma barang-barang berharga, perkakas rumah tangga juga raib dilarikan. Akibat peristiwa ini, Radot mengalami kerugian yang cukup besar dan mantap membuat laporan ke Kantor Polisi.
1. Korban mudik tahun baru ke Porsea, saat pulang ke Medan seisi rumah sudah ludes dirampok maling

Kapolsek Medan Timur, Kompol Agus Butarbutar membenarkan aksi perampokan itu. Ia mengatakan bahwa peristiwa terjadi saat korbannya berangkat mudik ke kampung keluarga di Porsea, Kabupaten Toba.
"TKP-nya terjadi di Jalan Masjid Taufik, Medan Timur. Korban beserta keluarga saat itu meninggalkan rumahnya untuk mudik ke Porsea sejak tanggal 26 Desember 2025," kata Agus kepada IDN Times, Sabtu (10/1/2026).
Saat kembali pulang ke Medan pada tanggal 6 Januari 2026, korban kaget melihat seisi rumahnya berantakan. Saat dicek ternyata banyak sekali barang-barang korban yang sudah raib.
"Sekembalinya dari Porsea, rumah sudah berantakan dan dalam keadaan kosong. Barang-barang raib dicuri oleh maling. Sehingga pada tanggal 6 Januari, mereka langsung membuat laporan polisi di Polsek kita dan kita terima," lanjutnya.
2. Selama 4 malam pelaku bolak-balik merampok di rumah korban

Unit Reskrim Polsek Medan Timur melakukan penyelidikan melalui jejak digital yang terekam CCTV. Hingga pada akhirnya, mereka menangkap salah seorang pelaku bernama Maratur Simanjuntak (33 tahun).
"Dari hasil penyidikan ini, kami lakukan penangkapan terhadap tersangka pada tanggal 9 Januari 2026. Maratur adalah salah satu tersangka pencurian rumah kosong ini. Ia mengakui semua perbuatannya melakukan pencurian saat korban mudik," beber Agus.
Meskipun begitu, Kapolsek Medan Timur mengatakan bahwa ada pelaku lain yang masih menjadi buronan. Sebab tersangka Maratur beraksi bersama temannya.
"Modus pelaku dengan merusak jendela rumah. Lalu masuk ke dalam. Dan dia mengambil barang di dalam. Jika ditotal, pelaku empat kali keluar masuk selama empat hari. Setiap malam dia masuk dan ambil barang, malam berikutnya masuk lagi ambil barang. Bahkan kompor gas dan tabung gas ludes semua dari rumah korban," rinci Kapolsek Medan Timur.
3. Uang hasil kejahatan digunakan untuk membeli narkoba, pengedarnya turut ditangkap

Agus membeberkan ternyata tersangka merupakan seorang residivis. Ia total sudah 4 kali keluar masuk penjara.
"Bahkan ada tiga perkaranya yang lain dan sudah dilaporkan di Polsek Medan Timur. Di antaranya dua perkara pencurian sepeda motor, dan satu perkara pencurian besi dari salah satu toko Kasimura di Jalan Krakatau," jelas Agus.
Akibat pencurian ini, korban dilaporkan mengalami kerugian lebih dari Rp10 juta. Uang kejahatan yang didapatkan tersangka diakuinya telah digunakan untuk membeli narkotika.
"Pembelian sabu dilakukan di Jalan Masjid. Dan pengedarnya pun sudah kami tindak saat ini di Polsek Medan Timur. Sejauh ini kami juga telah mengamankan bukti rekaman CCTV pada saat pelaku berjalan menggotong barang curian melewati beberapa gang di Medan Timur," pungkasnya.


















