Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tips Melakukan Perjalanan Jarak Jauh di Bulan Ramadan

Tips Melakukan Perjalanan Jarak Jauh di Bulan Ramadan
Ilustrasi Perjalanan Jarak Jauh, Touring, Safety Riding (Dok. AHM)

Bulan Ramadan selalu menghadirkan suasana yang berbeda, termasuk di jalan raya. Meski aktivitas masyarakat tetap berjalan seperti biasa, namun ritme perjalanan cenderung berubah, terutama menjelang waktu berbuka puasa. Di momen inilah, kewaspadaan dan kedisiplinan berkendara menjadi semakin penting, khususnya bagi pengendara sepeda motor yang menempuh jarak cukup jauh.

Menjelang azan magrib, volume kendaraan umumnya meningkat. Sebagian pengendara berusaha segera tiba di rumah atau mencari tempat untuk membatalkan puasa. Situasi ini berpotensi memunculkan manuver mendadak, seperti perpindahan lajur secara tiba-tiba atau pengereman mendadak karena ingin menepi. Dalam kondisi seperti itu, sikap #cari_aman dengan menjaga jarak dan tetap fokus menjadi kunci untuk meminimalkan risiko di jalan.

Instruktur Safety Riding PT Indako Trading Coy selaku main dealer Honda wilayah Sumatera Utara, Sofiyan Hazri, dengan semangat Satu Hati mengingatkan bahwa berkendara saat menjelang berbuka membutuhkan konsentrasi ekstra. Menurutnya, perubahan kondisi fisik selama berpuasa dapat memengaruhi respons tubuh, sehingga pengendara perlu lebih waspada terhadap pergerakan kendaraan lain.

“Menjelang berbuka puasa, biasanya ada pengendara yang secara spontan berpindah lajur atau menepi untuk membatalkan puasa. Karena itu, penting untuk tetap menjaga jarak aman dan tidak terpancing ikut terburu-buru. Prinsipnya tetap #cari_aman, utamakan keselamatan diri sendiri dan pengguna jalan lain,” ujar Sofiyan.

1. Berhenti lima hingga sepuluh menit sebelum waktu berbuka

WhatsApp Image 2025-12-11 at 10.21.46_e911aead.jpg
Ilustrasi Touring, Safety Riding (Dok. Indako)

Ia juga menyarankan agar pengendara yang masih berada di perjalanan untuk merencanakan waktu dengan baik. Jika memungkinkan, sebaiknya berhenti lima hingga sepuluh menit sebelum waktu berbuka dan memilih lokasi yang aman serta nyaman untuk membatalkan puasa. Menepi secara tiba-tiba di bahu jalan tanpa mempertimbangkan kondisi sekitar berpotensi menimbulkan bahaya, terutama di ruas dengan lalu lintas padat.

“Pengendara diminta tidak memaksakan diri untuk terus berjalan sampai detik terakhir menjelang azan. Lebih baik berhenti lebih awal di tempat yang aman, seperti area parkir atau rest area. Dengan begitu, kita bisa menghindari potensi tersenggol kendaraan lain saat membatalkan puasa di pinggir jalan,” tambahnya.

2. Membawa bekal makanan dan minuman ringan untuk berbuka

WhatsApp Image 2025-12-23 at 19.09.08.jpeg
Ilustrasi Touring, Safety Riding (Dok. Indako)

Selain itu, membawa bekal makanan dan minuman ringan sejak berangkat juga menjadi langkah antisipatif yang bijak. Dengan persiapan tersebut, pengendara tidak perlu tergesa-gesa mencari tempat makan atau berhenti mendadak ketika waktu berbuka hampir tiba. Perencanaan sederhana ini dinilai dapat membantu perjalanan tetap terkendali dan minim risiko.

Ramadan sejatinya menjadi momentum untuk melatih kesabaran, termasuk saat berada di jalan raya. Dengan menjaga jarak, mengontrol kecepatan, serta tetap fokus hingga tiba di tujuan, perjalanan jarak jauh pun dapat dilalui dengan aman dan nyaman.

Dari kebiasaan sederhana tersebut, kita ciptakan dampak nyata bagi keselamatan bersama. Kesadaran untuk terus #cari_aman di setiap situasi diharapkan mampu menghadirkan suasana lalu lintas yang lebih tertib dan saling menghargai, khususnya di waktu-waktu menjelang berbuka puasa.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

Ramadan Special Deals, Banyak Pilihan LifeWear Nyaman di Uniqlo

05 Mar 2026, 18:00 WIBNews