Gubernur Sumatra Utara Muhammad Bobby Afif Nasution. (Dok: Diskominfo Sumut)
Karena belum ada kejelasan perbaikan, warga kembali membangun jembatan darurat untuk kedua kalinya. Namun, kondisi jembatan yang hanya menggunakan bahan sederhana membuat masyarakat khawatir, terutama karena banyak anak sekolah yang melintasi jalur tersebut.
"Mereka membuat jembatan lagi dan kalian bisa lihat kondisinya kayak gini ini, jembatan yang baru dibikin lagi aku gak tahu ini bertahan sampai kapan tapi semoga jembatan yang baru ini juga bersahabat dengan masyarakat karena jurangnya masuk dalam sementara banyak anak sekolah dari kampung kami," ujar Dita.
Ia mengatakan masyarakat sudah merasa resah dan tidak mengetahui lagi harus menyampaikan keluhan kepada siapa. Karena itu, warga memilih mengambil inisiatif sendiri sembari berharap pemerintah segera memberikan solusi permanen.
"Kami gak tau mau kemana mau ke siapa itulah kenapa mereka masyarakat bergotong royong membuat jembatan seadanya," katanya.
Setelah unggahan tersebut viral, Dita menyebut Pemerintah Kabupaten Simalungun kembali turun tangan pada Kamis (2/7/2026) dan berjanji mempercepat proses perbaikan. Ia meminta masyarakat ikut mengawal janji tersebut.
"Semoga yang kali ini benar benar sesuai dengan apa yang dijanjikan dan diposting, semoga yang kali ini dipercepat karena yang sebelumnya dijanjikan 4 bulan kalau boleh bisa kurang dari 4 bulan," kata Dita.
Menanggapi persoalan tersebut, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution memastikan akan mengecek kondisi sebenarnya di lapangan. Ia mengatakan pemerintah provinsi tidak akan membedakan kewenangan jalan selama kerusakan tersebut mengganggu aktivitas masyarakat.
"Pokoknya jalan itu, mau punya nasional, baik punya provinsi ataupun kabupaten, kami tidak ada membeda bedakan, artinya walaupun tanggung jawabnya sudah ada masing masing, selagi masih di wilayah Sumut kalau itu mengganggu aktivitas masyarakat, sebisa (mungkin) kami akan bertanggung jawab," ujar Bobby saat ditanya wartawan di kantornya, Selasa (7/7/2026).
Bobby menjelaskan, apabila jalan tersebut merupakan kewenangan kabupaten, pihaknya akan melihat kondisi anggaran daerah. Ia juga menyebut pemerintah provinsi memiliki mekanisme bantuan apabila pemerintah daerah membutuhkan dukungan.
"Nanti kami cek, kalau punya kabupaten pak presiden sudah memberikan dana TKD (Transfer ke Daerah), kami akan cek uangnya ke mana saja, kalau keuangannya terbatas kami punya mekanisme bantuan ke daerah, selagi diajukan, (tapi) kalau dia tidak diajukan, kami tidak bisa monitor," ujarnya.