Beras merek premium di supermarket dibongkar untuk tidak dipajang (IDN Times/Indah Permata Sari)
Pengamat Ekonomi, Gunawan Benjamin, menyebut kenaikan harga lebih dipengaruhi oleh menurunnya pasokan gabah ke kilang padi. "Seiring dengan sudah berakhirnya musim panen raya di wilayah Sumut, stok gabah menjadi sulit ditambah," ujar Gunawan, pada Rabu (8/7/2026).
Hal itu diperkuat data Badan Pusat Statistik (BPS). Produksi beras nasional pada Mei 2026 turun, sejalan dengan penurunan luas panen sebesar 2,35 persen dibanding Mei 2025.
Di lapangan, sejumlah kilang padi di Sumut belakangan juga tidak beroperasi penuh. "Kilang masih mengandalkan bahan baku gabah yang stoknya tidak mudah ditambah," jelasnya.
Gunawan memperkirakan Sumut akan memasuki periode pasokan gabah di titik terendah dalam beberapa pekan ke depan.
Musim panen puncak padi di Sumut baru akan terjadi pada September dan Oktober 2026. Sementara peningkatan stok gabah baru diperkirakan mulai ada pada pertengahan Agustus.
"Sehingga beberapa pekan ke depan kita akan berada di masa sulit pasokan," katanya.