Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pasokan Menipis, Harga Beras di Sumut Kembali Naik
Peluncuran Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) untuk Pemberian Bantuan Pangan Beras dan Minyak Goreng Alokasi Oktober–November 2025 di Medan (Dok. Istimewa)
  • Harga beras medium dan premium di Medan serta wilayah Sumut naik serentak, dengan kenaikan rata-rata Rp100–Rp500 per kg menurut data PIHPS.
  • Kenaikan harga dipicu menurunnya pasokan gabah setelah panen raya berakhir, membuat sejumlah kilang padi di Sumut tidak beroperasi penuh.
  • Pengamat meminta Bulog segera menjaga ketersediaan beras agar harga tetap stabil, terutama menghadapi potensi cuaca ekstrem seperti El Nino.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Mei 2025

BPS mencatat luas panen padi pada Mei 2025 menjadi acuan untuk perbandingan produksi tahun berikutnya.

Mei 2026

Produksi beras nasional turun seiring penurunan luas panen sebesar 2,35 persen dibanding Mei 2025.

3 Juli 2026

Harga beras medium di Medan tercatat Rp15.400 per kg dan premium Rp16.200–Rp16.800 per kg sebelum kenaikan berikutnya.

8 Juli 2026

Gunawan Benjamin menjelaskan pasokan gabah menurun setelah musim panen raya berakhir dan sejumlah kilang padi tidak beroperasi penuh.

pertengahan Agustus

Peningkatan stok gabah diperkirakan mulai terjadi di Sumut setelah periode pasokan rendah.

September dan Oktober 2026

Musim panen puncak padi di Sumut diperkirakan berlangsung pada periode ini.

kini

Harga beras di Sumut naik; medium menjadi sekitar Rp15.600 per kg dan premium mencapai Rp16.900 per kg, sementara Bulog diminta menjaga stabilitas harga.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Harga beras di Sumatra Utara mengalami kenaikan pada jenis medium dan premium setelah pasokan gabah menurun usai musim panen raya berakhir.
  • Who?
    Kenaikan harga dipantau oleh Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) dan dijelaskan oleh pengamat ekonomi Gunawan Benjamin, dengan Bulog diminta menjaga stabilitas harga.
  • Where?
    Kenaikan terjadi di Kota Medan dan berbagai wilayah lain di Provinsi Sumatra Utara, termasuk pasar tradisional tempat konsumen membeli beras.
  • When?
    Kondisi ini terpantau sejak awal Juli 2026, dengan data terakhir menunjukkan perubahan harga pada 8 Juli 2026.
  • Why?
    Kenaikan disebabkan menurunnya pasokan gabah ke kilang padi akibat berakhirnya musim panen raya serta penurunan produksi nasional menurut data BPS.
  • How?
    Beras medium naik antara Rp100–Rp200 per kg, sedangkan beras premium naik sekitar Rp150 per kg. Di tingkat konsumen, kenaikan mencapai hingga Rp500 per kg.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Harga beras di Sumatra Utara naik lagi karena berasnya sedikit. Di Medan dan kota lain, harga beras medium dan bagus jadi lebih mahal. Katanya panen padi sudah selesai, jadi gabahnya susah didapat. Pabrik beras juga tidak bisa kerja penuh. Sekarang Bulog diminta bantu supaya harga beras tidak makin naik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Kenaikan harga beras di Sumut menunjukkan adanya pemantauan pasar yang aktif dan respons cepat dari berbagai pihak. Data dari PIHPS dan BPS menegaskan transparansi kondisi pasokan, sementara pandangan pengamat ekonomi serta dorongan agar Bulog menjaga stabilitas harga mencerminkan koordinasi antarlembaga yang siap menghadapi tantangan pascapanen dengan langkah terukur.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times – Harga beras di Sumatra Utara kembali mengalami kenaikan. Berdasarkan pemantauan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS), kenaikan terjadi pada beras jenis medium dan premium di Kota Medan maupun wilayah Sumut lainnya.

Kenaikan ini terjadi setelah musim panen raya padi di Sumut berakhir. Pasokan gabah ke kilang padi pun menurun.

1. Harga naik serentak di Medan dan Sumut

Beras merek premium di supermarket dibongkar untuk tidak dipajang (IDN Times/Indah Permata Sari)

Di Kota Medan, harga beras medium terpantau naik dari Rp15.400 per kg pada 3 Juli 2026 menjadi Rp15.600 per kg saat ini. Jenis medium lainnya juga naik dari Rp14.850 per kg menjadi Rp15.050 per kg.

Untuk beras premium atau super, harga pada 3 Juli 2026 yang semula Rp16.200 dan Rp16.800 per kg, kini menjadi Rp16.300 dan Rp16.900 per kg.

Secara rata-rata di wilayah Sumut, harga beras super naik Rp150 per kg. Sementara beras medium naik antara Rp100 hingga Rp200 per kg.

Jika ditarik ke tingkat pedagang di pasar tradisional, kenaikan di level konsumen bahkan mencapai Rp500 per kg untuk semua jenis beras. Data itu dipantau melalui PIHPS Sumut dan Kota Medan.

2. Pasokan menipis, kilang padi tak beroperasi penuh

Beras merek premium di supermarket dibongkar untuk tidak dipajang (IDN Times/Indah Permata Sari)

Pengamat Ekonomi, Gunawan Benjamin, menyebut kenaikan harga lebih dipengaruhi oleh menurunnya pasokan gabah ke kilang padi. "Seiring dengan sudah berakhirnya musim panen raya di wilayah Sumut, stok gabah menjadi sulit ditambah," ujar Gunawan, pada Rabu (8/7/2026).

Hal itu diperkuat data Badan Pusat Statistik (BPS). Produksi beras nasional pada Mei 2026 turun, sejalan dengan penurunan luas panen sebesar 2,35 persen dibanding Mei 2025.

Di lapangan, sejumlah kilang padi di Sumut belakangan juga tidak beroperasi penuh. "Kilang masih mengandalkan bahan baku gabah yang stoknya tidak mudah ditambah," jelasnya.

Gunawan memperkirakan Sumut akan memasuki periode pasokan gabah di titik terendah dalam beberapa pekan ke depan.

Musim panen puncak padi di Sumut baru akan terjadi pada September dan Oktober 2026. Sementara peningkatan stok gabah baru diperkirakan mulai ada pada pertengahan Agustus.

"Sehingga beberapa pekan ke depan kita akan berada di masa sulit pasokan," katanya.

3. Peran Bulog diminta menjaga stabilitas harga

Beras merek premium di supermarket dibongkar untuk tidak dipajang (IDN Times/Indah Permata Sari)

Untuk mengatasi situasi ini, Gunawan meminta Bulog memastikan ketersediaan beras agar harga tetap terkendali. "Umumnya pemerintah lewat Bulog mampu mengendalikan harga. Namun untuk saat ini kita menghadapi kemungkinan cuaca buruk seperti El Nino, yang dampak negatifnya sudah memicu masalah di Eropa," ujarnya.

Ia menekankan pemerintah perlu menyiapkan skenario terburuk untuk memastikan ketersediaan beras nasional dan daerah. "Bulog harus hadir lebih awal, jangan menunggu harga sudah terlalu tinggi baru bergerak," tutup Gunawan.

Editorial Team

Related Article