Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Festival Sastra Museum Bidik Gen Z akan Digelar, Catat Tanggalnya

Festival Sastra Museum Bidik Gen Z akan Digelar, Catat Tanggalnya
Penerima Manfaat Hasil Kelola Dana Abadi Kebudayaan, Porman Wilson Manalu (IDN Times/Indah Permata Sari)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Porman Wilson Manalu menggagas Festival Sastra Museum 2025 di Medan untuk menghidupkan museum sebagai ruang kreatif dan edukatif yang dekat dengan generasi Z.

  • Festival ini menargetkan pelajar dan mahasiswa berusia 13–23 tahun, menghadirkan berbagai kegiatan sastra dan seni di Museum Negeri Sumatra Utara secara gratis.

  • Program ini bertujuan jangka panjang menumbuhkan minat generasi Z terhadap sastra dan museum, serta menjadikannya agenda tahunan melalui pembentukan Sanggar Museum.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Medan, IDN Times – Upaya menghidupkan kembali fungsi museum sebagai ruang kreatif dan edukatif terus digagas. Melalui program Penerima Manfaat Hasil Kelola Dana Abadi Kebudayaan, Porman Wilson Manalu, yang juga sebagai seniman, jurnalis, dan pegiat teater asal Medan, Sumatra Utara, menginisiasi "Festival Sastra Museum" pada 2025. Festival ini akan membidik Gen Z.

Program ini merupakan bagian dari Layanan Produksi Bidang Kebudayaan untuk Pendayagunaan Ruang Publik 2025. Tujuannya menjadikan museum, khususnya Museum Negeri Sumatra Utara, sebagai ruang yang dekat dengan generasi Z.

"Ketika menyebut museum maka yang tervisual dalam pikiran kita tentunya benda-benda purbakala, artefak, arsip-arsip masa lalu dan segala sesuatu yang dipandang arkaik serta ketinggalan zaman," kata Porman, di Ruang Kreatif 001 Teater Rumah Mata, pada Rabu (8/7/2026).

Padahal, menurutnya, Museum Negeri Sumatra Utara memiliki banyak ruang dengan tema berbeda. Mulai dari Ruang Masa Prasejarah, Ruang Kebudayaan Sumatera Kuno, Ruang Masa Kerajaan Hindu-Buddha, hingga Ruang Masa Perjuangan Melawan Kolonial. Sayangnya, ruang-ruang itu masih sulit menarik minat generasi Z.

"Pelajar atau mahasiswa hadir ke museum karena tugas sekolah yang wajib dikerjakan. Kesadaran untuk beraktivitas di museum sebagai proses kreatif, wisata dan hiburan belum maksimal terwujud," ujarnya.

1. Menjadikan masa lalu sebagai proyektor masa depan

IMG_20260708_154943.jpg
Penerima Manfaat Hasil Kelola Dana Abadi Kebudayaan, Porman Wilson Manalu (IDN Times/Indah Permata Sari)

Porman melihat adanya peluang besar dari persilangan antara museum, sastra, dan generasi Z. Festival Sastra Museum digagas untuk menjawab persoalan itu.

"Kegiatan ini berupaya menjawab: apakah sastra museum dapat memberikan dampak signifikan terhadap pengembangan fungsi museum sebagai gerakan sastra di Sumatera Utara? Kenapa harus Gen Z yang menjadi fokus? Dan bagaimana cara kerja sastra museum sehingga mampu menarik perhatian Gen Z sebagai pelopor ke depan," jelasnya.

Rangkaian kegiatan yang akan digelar meliputi Sosialisasi dan Mobilisasi Pelajar dan Mahasiswa, Diskusi Sastra Museum, Workshop Tata Kelola Sastra Museum, Workshop Menulis Karya Sastra Museum, Pojok Bincang Sastra Museum, Lomba Kreativitas Sastra Museum, Pertunjukan Sastra Museum, Pameran Karya Sastra Museum, Peluncuran Buku Sastra Museum, hingga Penayangan Audio Visual Sastra Museum.

"Festival Sastra Museum merupakan ekspresi sastra masa depan berpusat pada ruang masa lalu dengan melibatkan generasi Z secara aktif dalam pengembangan fungsi dan peran museum sebagai ruang edukasi, wisata, dan ekonomi kreatif berbasis benda sejarah dan arsip," kata Porman.

Ia menambahkan, karya sastra yang selama ini dikenal segmentatif dan eksklusif akan ditransformasi menjadi karya yang inklusif. "Menjadikan masa lalu sebagai proyektor untuk membentuk kerangka impian masa depan," ujarnya.

2. Fokus ke pelajar dan mahasiswa, semua gratis

IMG_20260708_154949.jpg
Penerima Manfaat Hasil Kelola Dana Abadi Kebudayaan, Porman Wilson Manalu (IDN Times/Indah Permata Sari)

Dalam diskusi persiapan, panitia menyebut peserta lomba dibatasi usia 13 sampai 23 tahun. Sasarannya adalah pelajar, mahasiswa, dan sanggar-sanggar seni.

"Ini terutama fokus ke pelajar dan mahasiswa. Malah lebih mengarah lagi ke pelajar," kata salah seorang panitia perempuan.

"Kalau bisa kita target pesertanya sebanyak-banyaknya. Makanya sebelum acara, kita berupaya untuk sosialisasi. Sosialisasi ini kita masuk ke sekolah-sekolah, ke kampus, maupun ke sanggar-sanggar," tambah panitia laki-laki.

Panitia juga memastikan seluruh kegiatan tidak dipungut biaya. Termasuk tiket masuk museum.

"Semuanya gratis. Dan dia masuk ke museum kita yang kalau masuk museum itu kan bayar. Kita yang membiayai, bukan pesertanya," ujarnya.

3. Target jangka panjang: sastra diminati semua kalangan

IMG_20260708_161033_1.jpg
Tim panitia festival sastra museum (IDN Times/Indah Permata Sari)

Harapan jangka panjang dari festival ini adalah menumbuhkan kecintaan generasi Z terhadap museum dan sastra.

"Target kita adalah supaya museum dicintai. Tetapi target saya sebenarnya adalah bagaimana supaya sastra itu diminati buat semua orang. Karena di bidang seni lainnya, sastra ini masih kurang peminatnya. Misalnya dibandingkan dengan musik atau film, masih jauh," kata Porman.

Ke depan, program ini diharapkan berkelanjutan melalui pembentukan "Sanggar Museum" sebagai basis kegiatan kreatif, serta menjadikan Festival Sastra Museum sebagai agenda tahunan dengan dukungan berbagai pemangku kepentingan.

"Sastra museum mengimajinasikan masa depan sejarah sebagai ruang tumbuh kembang potensi generasi Z yang berkelanjutan. Museum dijadikan taman bermain dan belajar yang segar dan nyaman bagi generasi Z untuk nongkrong, mengembangkan potensi diri yang terbuka dan bebas berekspresi," tutup Porman.

Diketahui, festival ini berlangsung pada Kamis-Jumat tanggal 30-31 Juli 2026 di Museum Negeri Provinsi Sumatra. Rangkaian Kegiatan Festival ini meliputi: Diskusi Sastra Museum, Workshop Tata Kelola Sastra Museum, Workshop Menulis Karya Sastra Museum, Pojok Bincang Sastra Museum, Lomba Kreatifitas Sastra Museum, Pertunjukan Sastra Museum, Pameran Karya Sastra Museum, Launching Buku Sastra Museum, Penayangan Audio Visual Sastra Museum.

Share Article
Curated For You
Topics
Editorial Team
Doni Hermawan
EditorDoni Hermawan

Latest News Sumatera Utara

See More