BEM USU menggelar aksi demo di depan Lapangan Merdeka Medan (IDN Times/Indah Permata Sari)
Angga menyebutkan ada 8 tuntutan yang disuarakan dalam aksi tersebut. Salah satunya adalah keprihatinan terhadap bencana di Sumatra dan Nusa Tenggara Timur NTT.
Ia memastikan mahasiswa USU akan terus mengawal isu-isu kerakyatan, baik melalui media sosial maupun turun ke jalan.
"Kami dari mahasiswa Universitas Sumatera Utara akan selalu mengawal. Baik mengawal dari media sosial maupun mengawal dari turun ke jalan. Karena selagi masyarakat masih mendapatkan masalah-masalah, yaitu tentang bencana atau masalah-masalah yang lain, maka mahasiswa tidak boleh diam. Mahasiswa harus selalu bergerak," tegas Angga.
"Apabila masyarakat mengalami lagi dan lagi, tidak terselesaikan masalah-masalah yang dihadapi, maka kami akan pasti menyuarakan apapun tentang keberpihakan kami kepada masyarakat," tutupnya.
Adapun, 8 tuntutan tersebut sebagai berikut:
1. Mendesak pemulihan penuh pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan NTT
2. Menuntut dan mendesak pemerintahan Prabowo-Gibran untuk mengembalikan pendidikan sebagai program prioritas utama nasional demi masa depan bangsa.
3. Menuntut pemerintah menurunkan dan menjaga stabilitas harga BBM serta bahan pokok
4. Mendorong pemerataan ekonomi dan pembangunan nasional yang non-Jawasentris sesuai Sila ke-5 Pancasila dan Pasal 33 Ayat (3) UUD 1945, serta mewujudkan transparansi alokasi APBN/APBD berbasis program prioritas
5. Memberhentikan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) dan menciptakan program pemenuhan gizi masyarakat yang lebih efektif, efisien, dan tepat sasaran.
6. Menuntut pemerintah untuk segera mengesahkan RUU Perampasan Aset serta RUU Masyarakat Adat demi kepastian hukum dan keadilan sosial.
7. Menuntut penghentian represifitas dan intervensi TNI-POLRI dalam ruang sipil, serta menuntut jaminan kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat, berkumpul, dan berekspresi
8. Menuntut pemerintahan Prabowo-Gibran menepati janji politik untuk membuka 19 juta lapangan kerja melalui kebijakan yang terukur dan berkelanjutan.
Aksi ini merupakan bentuk refleksi dan kepedulian mahasiswa terhadap kondisi bangsa, sekaligus upaya untuk terus mengawal cita-cita kemerdekaan agar keadilan, kesejahteraan, dan hak-hak rakyat benar-benar dapat diwujudkan.