Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kisah Warga Medan Johor Bertahan Usai Rumah Dihantam Puting Beliung

Kota Medan
Kisah Warga Medan Johor Bertahan Usai Rumah Dihantam Puting Beliung
Rumah di Medan Johor roboh akibat diterpa angin kencang, Selasa (18/8/2026) dok.IDN Times
  • Puting beliung disertai hujan deras menerjang Medan Johor menjelang Magrib, memicu kepanikan, pemadaman listrik, serta kerusakan rumah warga, termasuk kediaman Radot Napitupulu di Titi Kuning.
  • Rumah Radot mengalami kerusakan berat: dapur hancur, kamar separuh roboh, tembok runtuh, dan atap terbuka. Ia mengungsikan istrinya yang hamil tua ke rumah saudara.
  • Jaringan komunikasi sempat terkendala; warga bertahan di rumah atau mengungsi ke masjid. Satu lansia terluka dan dibawa ke rumah sakit, sementara warga mengharapkan bantuan perbaikan bangunan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Medan, IDN Times – Musibah angin puting beliung yang menerjang kawasan Medan Johor meninggalkan duka dan trauma mendalam bagi warga terdampak.

Salah satunya dirasakan oleh Radot Napitupulu (35 tahun), warga Kelurahan Titi Kuning, yang rumahnya porak-poranda akibat dihantam angin kencang disertai hujan deras.

Radot menceritakan, kepanikan bermula saat menjelang waktu Magrib. Tanpa diduga, angin kencang bertiup sangat dahsyat disusul suara gemuruh dari atap-atap rumah warga yang berterbangan.

"Menjelang Magrib itu angin mulai kencang, langsung terdengar atap-atap rumah warga. Dari situ semua mulai panik. Ditambah lagi mati lampu dan hujan semakin deras. Ada warga yang melihat langsung angin puting beliung itu menghantam pemukiman," ujar Radot, Rabu (19/8/2026).

  1. 1. Rumah roboh sebagian, dapur habis total, dan tembok runtuh

    IMG_20260819_202601.jpg
    Posko pengungsi yang dibangun BPBD di Medan Johor, Kamis (19/8/2026). dok.IDN Times

    Dampak bencana tersebut membuat rumah Radot rusak parah. Bahkan ia menyebut hampir rusak semuanya.

    "Untuk dapur habis total, kamar separuh roboh, dan material tembok juga ada yang jatuh. Hampir seluruh bagian atap terbuka," ungkapnya.

    Di tengah situasi genting tersebut, Radot harus menyelamatkan keluarganya, termasuk sang istri yang tengah hamil tua. Guna mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, ia langsung mengungsikan istrinya ke rumah saudara.

    "Di rumah ada tiga orang, kebetulan istri lagi hamil besar. Sekarang sudah diungsikan ke rumah saudara dulu," jelas Radot.

  2. 2. Jaringan komunikasi terputus, warga bertahan di rumah dan masjid

    IMG_20260819_202549.jpg
    Rumah di Medan Johor roboh akibat diterpa angin kencang, Selasa (18/8/2026) dok.IDN Times

    Saat kejadian, Radot berupaya menghubungi tim penyelamat seperti BPBD. Namun, terkendalanya sinyal dan jaringan komunikasi membuat ia memilih untuk bertahan seadanya.

    "Kami coba hubungi bantuan, tapi jaringan susah. Jadi sebagian bertahan di rumah, sebagian lagi mengungsi ke masjid," tuturnya.

    Radot juga membenarkan adanya satu warga yang mengalami luka di bagian kepala akibat tertimpa reruntuhan. Ia merupakan tetangganya yang lansia.

    "Sudah dilarikan ke rumah sakit saat Wali Kota Medan meninjau lokasi malam itu. Kalau warga lainnya paling hanya mengalami luka gores aja," ujarnya.

  3. 3. Bencana terparah dalam 25 tahun terakhir, warga harapkan bantuan pemerintah

    IMG_20260819_202601.jpg
    Posko pengungsi yang dibangun BPBD di Medan Johor, Kamis (19/8/2026). dok.IDN Times

    Bagi Radot, peristiwa ini menjadi bencana terhebat yang pernah ia alami selama puluhan tahun tinggal di kawasan tersebut. Rumahnya yang rusak diperkirakan menimbulkan kerugian hingga puluhan juta Rupiah.

    "Sudah 25 tahun, ini baru pertama kalinya terulang lagi. Betul-betul kacau dan porak-poranda," ungkap pria 35 tahun ini.

    Saat ini, Radot memilih tidak mengungsi ke posko yang disediakan di lapangan dan fokus memperbaiki rumahnya bersama warga lain.

    Meski bantuan logistik, makanan, dan tenda darurat sudah mulai disalurkan sejak malam kejadian, ia sangat berharap adanya ulur tangan pemerintah untuk perbaikan bangunan.

    "Hari ini kita perbaiki seadanya dulu, mana yang bisa dipasang, kita pasang ulang. Harapannya ya pemerintah bisa memperhatikan lagi, baik bantuan material maupun logistik lainnya," harap Radot.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More