Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Angin Kencang Terjang SD, Atap Terangkat dan Siswa Belajar Daring

Kota Medan
Angin Kencang Terjang SD, Atap Terangkat dan Siswa Belajar Daring
Suasana di dalam kelas SDN 067774 usai dilanda angin puting beliung (dok.IDN Times)
  • Puting beliung saat hujan deras merusak tiga ruang kelas, kantor kepala sekolah, dua rumah dinas guru, serta menumbangkan pohon di SDN 067774 Medan tanpa korban jiwa.
  • Atap seng terangkat, plafon dan asbes ambruk, sementara bendera serta hiasan sekolah rusak. Siswa membantu guru membersihkan kelas dan memindahkan puing-puing.
  • Pembelajaran sempat dialihkan secara daring demi keselamatan dan pembersihan. Sesuai arahan dinas, tatap muka kembali berjalan dalam tiga shift, dengan ruang rusak tidak digunakan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Medan, IDN Times – Angin puting beliung menerjang SD Negeri 067774 dan kawasan pemukiman warga di sekitarnya. Musibah yang terjadi di tengah hujan deras tersebut mengakibatkan sejumlah fasilitas sekolah dan rumah dinas guru mengalami kerusakan cukup parah.

Guru Olahraga SDN 067774, Parwis, menceritakan detik-detik mencekam saat angin kencang itu menghantam area sekolah. Ia yang tinggal di rumah dinas kompleks sekolah mengaku mendengar suara angin yang begitu kencang.

"Luar biasa kencang, suara petirnya juga kuat. Istilahnya, rezeki kami karena tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," ujar Parwis saat ditemui di SDN 067774, Rabu (19/8/2026).

  1. 1. Atap Seng Sekolah Terangkat dan Plafon Asbes Berjatuhan

    IMG_20260819_204424.jpg
    Kondisi ruang kepala sekolah SDN 067774 usai dilanda angin puting beliung (dok.IDN Times)

    Parwis mengungkapkan, kerusakan baru diketahui secara pasti pada pagi hari sekitar pukul 06.30 WIB. Ia memang sedang menunggu saat dimana petugas kebersihan membuka gerbang dan area sekolah.

    "Sebanyak tiga ruangan dan kantor krpala sekolah yang rusak. 2 rumah dinas juga mengalami kerusakan berat," jelas Parwis.

    Selain itu, beberapa pohon di area sekolah juga tumbang diterjang angin. Dirinya kaget ketika kelas dibuka dan banyak air yang merembes.

    "Kalau di ruang kelas, atap seng terangkat. Plafon sama asbesnya pun ambruk dan berserakan di lantai," lanjutnya.

  2. 2. Anak-anak SD Bantu Guru Bersihkan Kelasnya usai Dilanda Puting Beliung

    IMG_20260819_204437.jpg
    Suasana di SDN 067774 usai dilanda angin puting beliung (dok.IDN Times)

    Bendera dan hiasan sekolah pasca perayaan 17 Agustusan disebut Parwis rusak. Hiasan itu berjatuhan diselimuti debu dan reruntuhan bangunan.

    "Begitu anak-anak datang tadi pagi, kami langsung arahkan untuk saling membantu mengepel, menyapu, dan memindahkan puing-puing asbes ke bagian belakang," jelas Parwis.

    Dirinya menjadi saksi angin datang dengan sangat kencang. Sebab, Parwis sendiri tinggal di lingkungan sekolah.

    "Anginnya seperti cuma lewat di jalur tertentu. Jalur mana yang dilewati, itu yang disapu bersih. Ada bangunan bagian depan yang secara logika harusnya kena, tapi malah utuh. Sepertinya ada dua pusaran dari arah berbeda yang bertemu di area lapangan," ungkapnya.

  3. 3. Kegiatan Belajar Dialihkan Menjadi Daring

    IMG_20260819_204523.jpg
    Suasana di dalam kelas SDN 067774 usai dilanda angin puting beliung (dok.IDN Times)

    Guna mengantisipasi risiko keselamatan siswa dan proses pembersihan material bangunan yang rusak, pihak sekolah mengambil langkah cepat terkait proses belajar mengajar. Hari Pertama, seluruh siswa dialihkan untuk mengikuti daring.

    "Tapi hari berikutnya sesuai arahan dinas, pembelajaran tatap muka kembali dibuka menggunakan sistem tiga shift (giliran)," tutur Parwis.

    Ruangan yang rusak disebutnya tidak dioperasikan. Sementara jam belajar dipangkas dan dipercepat.

    "Sementara itu, untuk rumah dinas yang terdampak, perbaikan mandiri telah dilakukan oleh para penghuni secara bertahap agar bisa kembali ditempati dengan aman," pungkasnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More