Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Karhutla Meluas, 434,35 Hektare Terbakar di Inhu Riau

Kota Pekanbaru
Karhutla Meluas, 434,35 Hektare Terbakar di Inhu Riau
Ilustrasi karhutla api membakar lahan (ANTARA FOTO/Auliya Rahman)
  • Karhutla di Sungai Guntung Hilir, Rengat, Indragiri Hulu, Riau, meluas hingga 434,35 hektar berdasarkan penafsiran citra satelit Sentinel-2 per 18 Agustus 2026.
  • Selama 16 hari penanganan bersama TNI-Polri dan pemerintah setempat, sekitar 45 hektar berhasil dipadamkan; sisi barat-utara terkendali, sementara timur-selatan belum terkondisi.
  • Pemadaman di lahan gambut bervegetasi semak dan sawit terkendala titik api berjarak 300–500 meter dari sumber air, vegetasi rapat, serta belum adanya hujan signifikan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Indragiri Hulu, IDN Times - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di daerah Sungai Guntung Hilir, Kecamatan Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) semakin meluas. Hingga hari ini, Selasa (18/8/2026), kebakaran tersebut sudah mencapai 434,35 hektar.

Demikian disampaikan Kepala Daerah Operasional Manggala Agni Sumatera VII Rengat M Ilham Sidik.

"Luas yang terbakar mencapai 434,35 hektar. Ini berdasarkan hasil penafsiran citra satelit Sentinel-2," ucap Ilham.

  1. 1. 16 hari penanganan, 45 hektar yang terbakar berhasil dipadamkan

    20260818_205619.jpg
    Tim Manggala Agni Sumatera VII Rengat saat melakukan pemadaman Karhutla di daerah Sungai Guntung Hilir, Kabupaten Inhu (IDN Times/ dok Manggala Agni Sumatera VII Rengat)

    Ilham mengatakan, pihaknya bersama TNI-Polri dan pemerintah setempat, telah bekerja selama 16 hari penanganan. Selama belasan hari itu, mereka telah berhasil memadamkan api sekitar 45 hektare. "Ini hari ke 16 penanganan, sampai saat ini yang sudah berhasil dipadamkan sekitar 45 hektar," kata Ilham.

    "Untuk hari ini, tim melakukan penanganan di sejumlah titik dan berhasil memadamkan sekitar 2 hektar lahan," sambungnya.

    Lebih lanjut dikatakannya, kondisi kepala api didaerah tersebut sudah mulai terkendali. Namun, tim masih melakukan pendinginan dan penyisiran, karena asap tipis serta bara masih ditemukan tersebar di kawasan hutan.

    "Sisi barat dan utara sudah terkendali. Sedangkan sisi timur dan selatan masih belum terkondisi," lanjutnya.

    Ilham menyebut, penanganan Karhutla pada hari ini berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 16.30 WIB.

    "Tim akan kembali melanjutkan kegiatan mopping up atau pendinginan dan penyisiran bara pada Rabu (19/8/2026)," sebutnya.

    Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bara yang masih tersisa dapat ditangani dan mencegah terjadinya penyalaan kembali di kawasan yang telah dipadamkan.

  2. 2. Karhutla di kawasan tanah gambut

    20260818_205543.jpg
    Tim Manggala Agni Sumatera VII Rengat saat memadamkan Karhutla yang terjadi di kawasan tanah gambut di daerah Sungai Guntung Hilir, Kabupaten Inhu (IDN Times/ dok Manggala Agni Sumatera VII Rengat)

    Diterangkannya, adapun Karhutla itu, berada didalam kawasan tanah gambut, dengan vegetasi berupa semak dan sawit. Menurutnya, melihat kondisi vegetasi yang padat, membuat tim dilapangan harus melakukan penanganan secara ekstra dan intensif. Termasuk menyasar bara yang berada di bawah akar tanaman dan lantai hutan.

    "Serangan kepala api dan bara difokuskan di sisi utara dan barat. Pembersihan sisa bara kami fokuskan di posisi bawah akar tanaman yang masih menyimpan sebaran bara api di lantai hutan untuk menekan potensi penyalaan kembali," terang Ilham.

  3. 3. Ini kendala yang dihadapi tim

    ilustrasi sumber air (pexels.com/Pixabay)
    ilustrasi sumber air (pexels.com/Pixabay)

    Ilham menjelaskan, proses pemadaman juga menghadapi kendala, yakni berupa jarak sejumlah titik api yang cukup jauh dari sumber air. Selain itu, kondisi vegetasi juga menjadi tantangan yang dihadapi tim dilapangan.

    "Jangkauan posisi serang berada sekitar 300 hingga 500 meter dari sumber air, ditambah kondisi vegetasi yang cukup rapat," jelasnya.

    Dalam proses penanganan, tim mengerahkan 4 unit pompa mark-3, 8 unit mini striker, kendaraan angkut, serta berbagai peralatan pendukung pemadaman.

    Ilham menambahkan, hingga saat ini, tidak ada hujan turun di daerah Karhutla tersebut.

    "Belum ada hujan, hanya gerimis sebentar," pungkasnya.

Share Article

Curated For You

Editorial Team

Related Articles

See More