Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

BMKG: 31 Daerah di Sumut Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang

Kota Medan
2 min read
BMKG: 31 Daerah di Sumut Berpotensi Hujan Lebat dan Angin Kencang
ilustrasi hujan deras (pexels.com/BLACK IBEX)
  • BMKG memprakirakan 31 kabupaten dan kota di Sumatera Utara berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat, petir, dan angin kencang pada 5-12 Oktober 2026.
  • Cuaca ekstrem diperkirakan terutama terjadi siang hingga malam hari, dipengaruhi belokan angin, perlambatan angin, dan labilitas udara tinggi yang mendukung pertumbuhan awan hujan.
  • Masyarakat diminta waspada serta mengikuti informasi resmi BMKG, sementara pemerintah daerah diminta berkoordinasi dengan BPBD, TNI, dan Polri untuk memantau perkembangan cuaca.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi 31 kabupaten dan kota di Sumatera Utara berpotensi dilanda hujan sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang pada 5-12 Oktober 2026. Kondisi tersebut diperkirakan terjadi terutama pada siang hingga malam hari.

Ketua Tim Meteorologi Early Warning System BMKG Martha Manurung mengatakan potensi hujan mencakup 24 kabupaten dan tujuh kota di Sumut. Wilayah tersebut tersebar mulai dari pesisir timur, dataran tinggi, pantai barat hingga Kepulauan Nias.

Kabupaten yang masuk dalam prakiraan tersebut yakni Langkat, Deli Serdang, Serdang Bedagai, Asahan, Batubara, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu Selatan, Pakpak Bharat, Dairi, Karo dan Humbang Hasundutan. Kemudian Simalungun, Toba, Samosir, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Mandailing Natal, Nias Selatan, Nias dan Nias Barat.

“Lalu Kota Binjai, Medan, Tebing Tinggi, Pematang Siantar, Padang Sidempuan, Sibolga dan Gunungsitoli,” ujar Martha dalam keterangan tertulisnya, Selasa (6/10/2026).

BMKG memprakirakan potensi cuaca tersebut berlangsung sepanjang periode 5 hingga 12 Oktober 2026. Masyarakat di wilayah yang masuk dalam daftar diminta mencermati perkembangan informasi cuaca.

Martha menjelaskan kondisi cuaca tersebut dipengaruhi dinamika atmosfer di wilayah Sumatera Utara. BMKG mendeteksi adanya belokan angin, daerah perlambatan kecepatan angin, serta tingkat labilitas udara yang tinggi.

Kondisi tersebut meningkatkan suplai uap air dan mendukung pertumbuhan awan hujan. Akibatnya, sejumlah wilayah berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat.

“Kombinasi kondisi tersebut memicu peningkatan suplai uap air yang sangat mendukung aktivitas pertumbuhan awan hujan. Sehingga berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat pada siang hingga malam hari,” ujar Martha.

Angin kencang yang diprakirakan BMKG disebut dapat berlangsung dalam durasi singkat. Potensi petir juga dapat menyertai hujan selama periode tersebut.

Menghadapi potensi cuaca tersebut, BMKG meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menyiapkan langkah antisipasi. Martha mengatakan kewaspadaan diperlukan agar aktivitas masyarakat tetap dapat berlangsung dengan aman.

“Kemudian selalu merujuk kepada informasi dari BMKG agar tidak mudah mempercayai informasi cuaca dari sumber yang tidak resmi,” ujarnya.

BMKG juga meminta pemerintah daerah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI dan Polri di wilayah masing-masing. Pemerintah daerah diminta terus memantau perkembangan cuaca selama periode potensi hujan tersebut.

Martha mengatakan informasi terbaru dari Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah I Medan dapat dipantau melalui media sosial @infobmkgsumut. Informasi tersebut menjadi rujukan untuk mengetahui perkembangan kondisi cuaca di Sumatera Utara.

    Share Article
    Editorial Team

    Related Articles

    See More