Korban MBG di Karo Kembali Kejang, Orangtua Sebut BGN Lepas Tangan

FP, korban keracunan program Makan Bergizi Gratis di Karo, kembali dirawat setelah tiga kali kejang dalam 10 hari sejak pulang dari RSCM, disertai muntah dan lemas.
Orang tua menyebut FP mengalami gangguan ingatan, sulit menelan makanan selain cairan, serta belum mampu kembali sekolah normal karena khawatir kejang kambuh.
Keluarga menilai BGN lepas tangan dan kompensasi yang dijanjikan belum diterima, sambil meminta tindak lanjut Dinas Kesehatan serta RSCM terkait kondisi FP.
Take a Deeper Reads

Medan, IDN Times - Kondisi FP, siswa yang menjadi korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatra Utara, dikabarkan belum pulih total. Setelah sempat dirujuk dan dirawat di RSCM Jakarta, korban kembali mengalami kejang-kejang hingga harus dilarikan ke rumah sakit.
Hal itu disampaikan langsung oleh orang tua korban, Icuk Sugiarto Purba, kepada IDN Times, Rabu (8/10/2026).
"Saya orang tuanya yang selalu mendampingi dia sehari-hari di rumah, jadi saya tahu kondisinya. Baru saja anak saya kejang-kejang sampai muntah-muntah di rumah. Masuk rumah sakit lagi, dia kejang-kejang sampai muntah terus," kata Icuk.
1. Sejak pulang dari RSCM korban alami kejang

256 Siswa di Karo Dirawat Diduga Keracunan MBG (Dok. KPPG Sumut) Icuk menyebut, terhitung 10 hari sejak pulang dari RSCM, putrinya sudah mengalami kejang sebanyak tiga kali. Saat ini korban kembali dirawat di Rumah Sakit Amanda.
"Sepuluh hari ini sudah tiga kali kejang. Bisa dibilang per dua hari sekali. Muntah terus setiap hari. Apa pun tidak bisa ditelan, hanya cairan saja," ujarnya.
Dia mengaku khawatir kondisi tersebut akan berdampak jangka panjang. "Makin lemas. Saya takutnya nanti cacat saraf berkepanjangan," kata dia.
Selain kejang, FP juga disebut mengalami gangguan daya ingat. "Ingatannya seperti HP yang di-restart. Kalau sudah dilihat, baru kenal. Padahal adik mamaknya yang merawat dia sejak kelas 1 sampai kelas 6 SD datang, dia tidak kenal lagi," ungkap Icuk.
Akibat kondisi tersebut, korban hingga kini belum bisa kembali bersekolah normal. "Baru sekali sekolah setelah pulang dari RSCM, tidak sanggup. Takut kejang lagi di sekolah," katanya.
2. Sebut BGN lepas tangan dan kompensasi yang dijanjikan belum cair

256 Siswa di Karo Dirawat Diduga Keracunan MBG (Dok. KPPG Sumut) Icuk juga menyoroti sikap pihak Badan Gizi Nasional (BGN) yang disebut lepas tangan. "Ditelepon sama orang BGN, orang BGN-nya lepas tangan. Kami nggak mau tahu lagi, katanya. Itu bukan urusan kami lagi, dibilang kayak gitu," tuturnya.
Selain itu, ia mengaku hingga kini belum menerima kompensasi yang pernah dijanjikan. Icuk menyebut saat masih di Jakarta, pihak juru bicara Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sempat meminta nomor rekening dan berjanji akan memberikan kompensasi.
"Waktu kami di Jakarta, Pak Gibran sendiri mengatakan, kamu tenang saja, nanti saya kasih kompensasi. Jubirnya juga minta nomor rekening. Sampai waktu kami di Medan selama lima hari sampai seminggu diteleponin. Sampai hari ini kami tidak terima apa-apa," jelasnya.
"Selama mendampingi anak, saya tidak bisa kerja. Kami sangat butuh. Tolonglah pemerintah tahu, pekerjaan mereka sudah tuntas apa belum," harapnya.
3. Diharapkan ada tindak lanjut serius dari Dinas Kesehatan untuk anaknya

256 Siswa di Karo Dirawat Diduga Keracunan MBG (Dok. KPPG Sumut) Icuk berharap ada tindak lanjut serius dari Dinas Kesehatan dan pihak RSCM terkait kondisi kesehatan anaknya yang belum stabil, serta kejelasan tanggung jawab dari pihak BGN. Hingga berita ini diturunkan, IDN Times masih berupaya mengonfirmasi pihak KPPG Medan dan pihak terkait lainnya namun belum ada jawaban.





















