Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sumut Surplus Cabai, Pasokan ke Luar Daerah Picu Kenaikan Harga

Kota Medan
3 min read
Sumut Surplus Cabai, Pasokan ke Luar Daerah Picu Kenaikan Harga
ilustrasi cabai (vecteezy.com/Adisak Phuangsri)
  • Produksi cabai Sumut tercatat surplus, tetapi sebagian hasil panen dijual ke Riau dan Aceh sehingga pasokan pasar lokal ikut terganggu.

  • Pemprov Sumut menyerap cabai petani dan menyalurkannya ke Pasar Induk Lau Cih serta MMTC untuk menjaga stok lokal.

  • Subsidi angkut, Gerakan Pangan Murah, operasi pasar, dan pengaturan masa tanam disiapkan untuk membantu mengendalikan harga.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Medan, IDN Times - Pemerintah Provinsi Sumatra Utara menemukan anomali harga cabai meski produksi daerah tercatat surplus. Pemprov Sumut menilai banyaknya hasil panen yang dijual ke luar Sumut, termasuk Riau dan Aceh, ikut mengganggu pasokan di pasar lokal dan mendorong kenaikan harga.

  1. 1. Sumut surplus cabai, tetapi hasil panen banyak dijual ke luar daerah

    ilustrasi petani cabai
    ilustrasi petani cabai (pexels.com/Bharath N)

    Kepala Biro Perekonomian Setdaprovsu Evan Botung Daulay mengatakan kondisi produksi cabai di Sumut sebenarnya mencukupi. Namun, cabai dari sejumlah sentra produksi justru banyak dipasarkan ke daerah lain sehingga ketersediaannya di pasar lokal ikut terpengaruh.

    “Secara data produksi, Sumut ini sebenarnya surplus. Namun, ada anomali di mana cabai hasil panen dari daerah sentra produksi justru banyak keluar daerah, seperti di kabupaten Batubara baru panen raya cabai, namun inflasinya justru tinggi. Ini jadi anomali, makanya kami cari akar permasalahannya,” kata Evan dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Sumut, Selasa (6/10/2026).

    Menurut Evan, sebagian pasokan cabai Sumut mengalir ke wilayah seperti Riau dan Aceh. Pemprov kini mendorong agar kebutuhan masyarakat di Sumut dipenuhi terlebih dahulu sebelum sisa produksi dipasarkan keluar provinsi.

    “Prinsipnya, pasokan dan kebutuhan cabai di dalam Sumatera Utara harus terpenuhi terlebih dahulu, baru sisanya diperbolehkan untuk dijual ke luar daerah,” ujarnya.

  2. 2. Pemprov membeli cabai petani dan memasoknya ke Lau Cih serta MMTC

    Ilustrasi petani cabai
    Ilustrasi petani cabai (pertanian.go.id)

    Pemprov Sumut mulai melakukan intervensi dengan menyerap hasil panen petani lokal. Pembelian dilakukan melalui BUMD PT Aneka Industri dan Jasa (AIJ) bersama mitra untuk menjaga ketersediaan cabai di pasar.

    “Cabai yang dibeli ini langsung kami distribusikan ke pasar-pasar induk utama, seperti Pasar Induk Lau Cih, pasar MMTC untuk mengamankan ketersediaan stok pasar lokal,” kata Evan.

    Selain menyerap hasil panen, Biro Perekonomian bersama Dinas Pertanian dan Bank Indonesia mengatur jadwal masa tanam bersama gabungan kelompok tani. Pengaturan dilakukan agar waktu panen tidak terkonsentrasi pada periode tertentu.

    “Pengaturan masa tanam ini sangat penting agar jadwal panen terdistribusi secara merata sepanjang tahun, sehingga tidak ada lagi periode kekosongan pasokan yang memicu lonjakan harga di pasaran,” tambahnya.

  3. 3. Subsidi angkut dan pasar murah disiapkan hingga Desember

    Ilustrasi petani cabai
    Ilustrasi petani cabai (pertanian.go.id)

    Pemprov Sumut juga menyiapkan subsidi ongkos angkut untuk menekan biaya distribusi cabai dari wilayah sentra produksi menuju pasar konsumen. Kebijakan ini dibarengi dengan Gerakan Pangan Murah dan operasi pasar di kabupaten/kota.

    Evan mengatakan kegiatan pangan murah akan terus dilakukan hingga akhir tahun. “Kami sudah banyak melakukan koordinasi dan turun ke lapangan, hingga Desember nanti seluruh kabupaten/kota serentak minimal dua sampai empat kali melakukan Gerakan Pangan Murah,” katanya.

    Langkah pengendalian harga dilakukan bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah, Bank Indonesia, Bulog, serta pemerintah kabupaten/kota. Fokusnya menjaga distribusi cabai tetap lancar dan stok di pasar tersedia.

    “Pemprov Sumut akan terus berupaya untuk menjaga kestabilan harga agar inflasi tidak tinggi,” ujar Evan.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More