Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Barang yang Sebaiknya Disortir Sebelum Pindah Rumah

Kota Medan
4 min read
5 Barang yang Sebaiknya Disortir Sebelum Pindah Rumah
ilustrasi pindah rumah (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Pindah rumah sering kali terasa menyenangkan karena ada suasana baru yang menanti. Namun, prosesnya bisa berubah jadi melelahkan ketika melihat banyaknya barang yang harus dikemas dan dibawa ke tempat tinggal baru.

Padahal, tidak semua barang perlu ikut pindah. Ada benda-benda yang sudah jarang digunakan, rusak, atau bahkan hanya memenuhi ruang penyimpanan. Membawanya ke rumah baru justru bisa membuat proses pindahan semakin berat dan menghabiskan waktu, tenaga, hingga biaya.

Karena itu, momen pindahan bisa menjadi kesempatan yang tepat untuk melakukan decluttering. Coba periksa kembali isi rumah dan tentukan barang mana yang memang masih dibutuhkan serta mana yang sebaiknya ditinggalkan.

Supaya prosesnya lebih praktis, berikut lima jenis barang yang sebaiknya kamu seleksi sebelum pindah rumah. Bisa jadi, setelah disortir, barang bawaanmu jauh lebih sedikit dari yang kamu bayangkan.

  1. 1. Perabotan besar yang makan tempat

    Ilustrasi pasangan mengangkat sofa (freepik.com/prostooleh)
    Ilustrasi pasangan mengangkat sofa (freepik.com/prostooleh)

    Banyak orang gak sadar kalau perabot besar yang dulu cocok di rumah lama bisa jadi malah bikin sumpek di hunian baru. Apalagi kalau kamu pindah ke apartment atau kos yang ukurannya terbatas, setiap sentimeter itu berharga. Gak cuma soal ukuran, tapi juga soal biaya dan tenaga.

    Angkut perabot besar itu makan ongkos, belum lagi kalau harus sewa jasa angkut tambahan. Daripada ribet dan ujung-ujungnya malah gak kepakai, mending jual, sumbang, atau titipin ke keluarga. Pindah rumah adalah momen pas buat refleksi, mana barang yang beneran kamu butuhkan dan mana yang cuma jadi beban?

  2. 2. Peralatan dapur yang cuma jadi pajangan

    Ilustrasi peralatan dapur (freepik.com/qmtstudio)
    Ilustrasi peralatan dapur (freepik.com/qmtstudio)

    Punya panci yang kamu beli karena lucu tapi gak pernah dipakai? Atau satu set mug yang masih rapi di boks dan cuma keluar kalau ada tamu spesial (yang gak pernah datang)? Saat pindahan, peralatan dapur seperti ini bisa bikin kamu mikir ulang.

    Gak sedikit orang punya dapur penuh barang yang terlihat keren tapi fungsinya nol besar. Barang-barang kayak cetakan kue yang cuma dipakai pas mood baking datang setahun sekali, atau alat pemotong buah yang akhirnya kamu pilih simpan karena repot nyucinya. Pindahan jadi saat yang tepat buat bilang, “Terima kasih, tapi waktuku bersamamu sudah selesai.”

  3. 3. Tumpukan kertas dan dokumen gak penting

    c (freepik.com/freepik)
    c (freepik.com/freepik)

    Amplop bekas, brosur promo, fotokopian lama, bahkan struk belanja yang udah gak jelas asal-usulnya, coba cek laci dan tumpukan di meja kamu. Kertas-kertas ini sering banget luput dari perhatian dan terus numpuk sampai gak sadar udah kayak gunung kecil sendiri.

    Pindahan adalah momen yang pas buat “beresin hidup”, termasuk dokumen. Pilih mana yang penting seperti ijazah, surat rumah, atau kontrak kerja, dan pisahkan dari yang bisa langsung dibuang atau didigitalisasi. Gak perlu semua disimpan fisiknya, kamu bisa foto atau scan dan simpan di cloud. Ruang jadi lebih lega, kepala juga ikutan plong.

  4. 4. Perabot rusak yang gak niat diperbaiki

    Ilustrasi sofa rusak (pexels.com/Christina & Peter)
    Ilustrasi sofa rusak (pexels.com/Christina & Peter)

    Punya kursi goyang yang kakinya udah copot tapi kamu pikir “nanti juga aku betulin”? Atau rak kayu yang udah lama miring tapi masih kamu tahanin karena sayang? Jujur aja, kalau dari dulu gak kamu perbaiki, kemungkinan besar kamu gak akan pernah beneran niat.

    Daripada terus nunda dan akhirnya tetap gak berguna, mending kamu relakan saja. Barang rusak yang gak kamu perbaiki itu ibarat mantan yang masih kamu simpen kontaknya, gak ada manfaatnya selain bikin ribet di masa depan. Pilih untuk move on dan buka ruang buat barang yang beneran kamu butuhkan dan layak untuk dipakai di rumah baru.

  5. 5. Barang elektronik lama yang cuma menumpuk

    Ilustrasi barang elektronik rusak (freepik.com/freepik)
    Ilustrasi barang elektronik rusak (freepik.com/freepik)

    Kabel charger jadul, remote gak tahu punya apa, atau HP lama yang udah gak bisa nyala, semua ini sering banget bikin laci jadi penuh. Kadang kita simpen dengan harapan “siapa tahu bisa dipakai”, padahal kenyataannya mereka cuma jadi penghuni tetap yang gak berkontribusi apa-apa.

    Sebelum pindahan, kamu wajib seleksi semua barang elektronik lama. Mana yang masih berfungsi dan bisa dijual, mana yang bisa didaur ulang, dan mana yang sebaiknya langsung dibuang. Jangan sampai kamu pindahan cuma buat bawa barang-barang mati suri yang gak pernah kamu sentuh lagi. Pilih yang benar-benar berfungsi dan punya nilai pakai. Sisanya? Let them go!

    Pindahan rumah bukan cuma soal mengangkut barang, tapi juga soal menyederhanakan hidup. Menyortir barang yang udah gak kamu butuhkan adalah cara paling nyata untuk melepas masa lalu dan memberi ruang untuk hal-hal baru yang lebih bermakna.

    Yuk, hadapi proses pindahan dengan hati yang lebih ringan dan barang yang lebih sedikit tapi lebih berarti. Karena kadang, hidup yang lega itu dimulai dari satu keputusan kecil, berani melepaskan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More