Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

3 Pertimbangan Orang Tua Pilih Personal Care untuk Anak yang Aktif

Kota Medan
3 Pertimbangan Orang Tua Pilih Personal Care untuk Anak yang Aktif
Ilustrasi orangtua memandikan anak (dok.B&B)
  • Anak aktif cenderung berkeringat dan terpapar debu, sehingga orang tua membutuhkan personal care yang menjaga tubuh serta rambut tetap bersih, segar, nyaman, dan wangi.
  • Aroma menjadi pertimbangan penting dalam memilih produk; riset internal B&B mencatat 90 persen dari 100 ibu menilai anak usia 3–6 tahun membutuhkan wangi tahan lama.
  • Selain manfaat dan aroma, orang tua mempertimbangkan nilai sepadan dengan harga untuk rutinitas, seiring kebutuhan perawatan anak berkembang dari aktivitas luar hingga sekolah dan rumah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Medan, IDN Times – Anak yang aktif bermain biasanya sulit dipisahkan dari keringat, debu, dan berbagai aktivitas di luar ruangan. Setelah seharian bergerak, tak jarang tubuh dan rambut anak meninggalkan aroma khas yang oleh orang tua di sejumlah daerah disebut dengan istilah tertentu.

Di Medan, misalnya, ada istilah “bau matahari” untuk menggambarkan aroma tubuh atau rambut anak setelah bermain dan berkeringat di bawah terik Matahari. Ada pula istilah “bau acem”, yakni aroma asam yang dapat muncul setelah anak berkeringat berulang kali.

Bagi orang tua, kondisi tersebut bukan sekadar persoalan aroma. Aktivitas anak yang semakin beragam membuat kebutuhan menjaga tubuh tetap bersih, segar, nyaman, dan wangi menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.

Anak yang bermain di luar maupun beraktivitas di rumah biasanya akan kembali dalam kondisi berkeringat. Karena itu, pengalaman menggunakan personal care menjadi salah satu hal yang diperhatikan orang tua. Produk yang digunakan diharapkan tidak hanya mampu membersihkan tubuh dan rambut, tetapi juga memberikan sensasi segar dan nyaman setelah anak beraktivitas.

Riset Cimigo menyebutkan, anak usia 3–12 tahun rata-rata menggunakan 2–4 produk personal care dalam rutinitas bulanan.

  1. 1. Wangi jadi salah satu pertimbangan orangtua

    Ilustrasi seorang anak duduk di lantai sambil tersenyum seusai bermain, dikelilingi mainan berwarna-warni.
    Ilustrasi anak usai bermain (dok.B&B)

    Dalam memilih personal care untuk anak, manfaat produk bukan satu-satunya faktor yang menjadi perhatian. Aroma juga menjadi salah satu pertimbangan orang tua, termasuk apakah wangi yang dihasilkan disukai oleh anak.

    Temuan riset Cimigo mengenai perilaku ibu dalam memilih personal care anak menunjukkan bahwa aroma menjadi salah satu aspek yang diperhatikan ketika mengevaluasi produk.

    Hal tersebut semakin relevan dengan keseharian anak aktif yang cenderung lebih mudah berkeringat. Studi internal B&B terhadap 100 ibu yang memiliki anak usia 3–6 tahun menunjukkan 90 persen ibu menyatakan anak mereka lebih mudah berkeringat dan membutuhkan produk dengan wangi tahan lama.

    Kedua temuan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan kebersihan dan kesegaran menjadi bagian penting dari rutinitas anak aktif. Di sisi lain, orang tua juga mempertimbangkan pengalaman aroma ketika memilih produk personal care untuk anak.

    “Anak-anak yang aktif biasanya lebih mudah berkeringat. Karena itu, rutinitas perawatan setelah bermain bukan hanya tentang membersihkan tubuh, tetapi juga bagaimana membuat anak merasa segar dan nyaman kembali,” ujar Popi Novella, Group Brand Manager B&B.

  2. 2. Produk terjangkau tak Sekadar soal harga murah

    Ilustrasi seorang anak sedang bermain dalam suasana ceria sebagai gambaran aktivitas bermain anak sehari-hari.
    Ilustrasi anak bermain (dok.B&B)

    Selain manfaat dan aroma, harga juga menjadi pertimbangan karena personal care merupakan produk yang digunakan secara rutin.

    Namun, produk terjangkau tidak selalu berarti produk dengan harga paling murah. Orang tua juga melihat apakah manfaat yang diperoleh sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.

    Dalam konteks personal care anak, konsep value for money dapat berarti mendapatkan manfaat yang sesuai kebutuhan, seperti tubuh dan rambut yang bersih, rasa segar, nyaman, serta aroma yang menyenangkan dengan harga yang tetap masuk akal untuk penggunaan sehari-hari.

    “Menurut kami, terjangkau bukan berarti sekadar murah. Orang tua ingin mendapatkan manfaat yang memang dibutuhkan anak dan merasa bahwa manfaat tersebut sepadan dengan biaya yang dikeluarkan,” jelas Popi.

  3. 3. Kebutuhan personal care anak Ikut berkembang

    Ilustrasi orangtua memandikan anak di bak mandi dengan penuh perhatian sebagai bagian dari rutinitas kebersihan keluarga.
    Ilustrasi orangtua memandikan anak (dok.B&B)

    Seiring bertambahnya aktivitas anak, kebutuhan terhadap personal care juga ikut berkembang. Perawatan tidak hanya diperlukan setelah anak bermain di luar rumah, tetapi juga setelah mengikuti aktivitas di sekolah, bermain di rumah, maupun menjalani berbagai kegiatan lainnya.

    Sebagai brand personal care anak dari Kino Indonesia, B&B melihat kebutuhan tersebut sebagai bagian dari keseharian anak yang aktif.

    Bagi orang tua, produk personal care yang sesuai aktivitas anak diharapkan mampu memberikan manfaat yang dibutuhkan, pengalaman wangi yang menyenangkan, sekaligus tetap terjangkau untuk penggunaan rutin.

    “Bagi kami, personal care anak bukan hanya tentang membuat anak bersih. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana produk tersebut dapat mendukung keseharian anak dan memberikan rasa nyaman bagi orang tua,” tutup Popi.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More