Lawan Pinjol Ilegal, Diskominfo Sumut Maksimalkan Jaringan Media

- Diskominfo Sumut berkolaborasi dengan LPS untuk memperkuat literasi keuangan publik melalui berbagai kanal komunikasi, termasuk media luar ruang dan platform digital.
- Pemerintah memaksimalkan kerja sama dengan 115 media guna menyebarkan edukasi finansial agar masyarakat lebih waspada terhadap pinjol ilegal dan judi online.
- LPS menegaskan pentingnya menyimpan dana di bank resmi karena simpanan nasabah dijamin aman, sekaligus mengingatkan bahaya tawaran pinjaman cepat yang tidak legal.
Medan, IDN Times – Pinjaman online ilegal dan judi online masih jadi persoalan nyata di tengah masyarakat.
Pemerintah Provinsi Sumatra Utara mulai mengencangkan langkah pencegahan, salah satunya lewat kolaborasi antara Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatra Utara dan Lembaga Penjamin Simpanan untuk memperkuat literasi keuangan publik.
1. Jaringan komunikasi pemprov disiapkan untuk edukasi masif

Kolaborasi ini tidak berhenti pada wacana. Diskominfo Sumut menyiapkan berbagai kanal komunikasi yang selama ini sudah berjalan—mulai dari media luar ruang hingga platform digital—untuk menyebarkan informasi keuangan secara lebih luas.
“Kita memiliki sarana untuk mendiseminasikan informasi. Nanti kita akan melakukan kolaborasi bersama LPS terkait literasi keuangan kepada masyarakat. Sarana yang ada bisa digunakan untuk menyebarluaskan program, pengumuman, dan imbauan,” ujar Kepala Diskominfo Sumut, Erwin Hotmansah Harahap dalam keterangan resmi, Jumat (17/4/2026).
Tidak hanya itu, peran media massa juga akan dimaksimalkan. Diskominfo mencatat telah bekerja sama dengan ratusan media, yang dinilai bisa menjadi penghubung penting antara kebijakan dan masyarakat di lapangan.
2. Pinjol dan judol masih jadi ancaman nyata

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Praktik pinjol ilegal dan judi online masih menjangkau banyak kalangan, termasuk masyarakat yang belum memiliki pemahaman keuangan yang memadai.
“Kita juga memiliki program temu pers bersama rekan-rekan media, yang nantinya pihak LPS dapat memanfaatkannya untuk menyebarluaskan informasi. Ada sebanyak 115 media yang telah bekerja sama, baik media cetak, online, maupun elektronik. Rekan-rekan media ini akan membantu penyebarluasan literasi keuangan kepada masyarakat,” jelas Erwin.
Harapannya, masyarakat tidak hanya menerima informasi, tetapi juga memiliki bekal untuk mengambil keputusan finansial yang lebih rasional—mulai dari mengelola pengeluaran hingga menghindari jebakan utang digital.
3. LPS ingatkan keamanan dana di bank resmi

Dari sisi Lembaga Penjamin Simpanan, kolaborasi ini dipandang sebagai langkah strategis untuk memperkuat perlindungan masyarakat. Edukasi dinilai penting agar publik tidak mudah tergiur oleh tawaran pinjaman cepat maupun praktik ilegal lainnya.
“Program kerja sama seperti inilah yang kami harapkan, terutama dalam penyebarluasan informasi literasi keuangan. Hingga saat ini masih banyak masyarakat yang terjerat pinjol dan judol,” ujar Kepala Kantor Perwakilan LPS I Medan, Jimmy Ardianto.
Ia juga menegaskan, masyarakat tidak perlu ragu menyimpan dana di perbankan. “LPS memastikan simpanan nasabah tetap aman meskipun terjadi risiko pada bank tempat menyimpan dana. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” kata Jimmy.


















