Inalum Kembangkan 119 Inovasi, Teknologi Peleburan hingga AI

Inalum menghimpun 119 inovasi dari 273 inovator dalam TIS 2026, naik sekitar 63 persen dari tahun sebelumnya dan menjadi capaian tertinggi sejak program dimulai pada 2004.
Inovasi mencakup optimalisasi peleburan aluminium, pencegahan keretakan anoda, pemodelan keuangan berbasis AI, serta solusi energi dan keberlanjutan untuk mendukung operasional perusahaan.
TIS 2026 memperluas kompetisi menjadi empat kategori, melibatkan anak usaha BAI dan IAA, serta mendorong penerapan inovasi guna meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan daya saing industri aluminium nasional.
Batubara, IDN Times – Upaya meningkatkan efisiensi produksi aluminium tidak hanya bergantung pada mesin dan fasilitas pabrik. Pengembangan teknologi hingga gagasan dari para pekerja juga menjadi bagian penting dalam mendorong produktivitas industri.
Hal ini terlihat dari 119 karya inovasi yang dihimpun PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) melalui kegiatan Transformation & Improvement Summit (TIS) 2026. Sebanyak 273 inovator dari lingkungan Inalum Group terlibat dalam pengembangan berbagai solusi untuk mendukung operasional dan bisnis perusahaan.
Jumlah tersebut meningkat sekitar 63 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini sekaligus menjadi yang tertinggi sejak TIS pertama kali digelar pada 2004.
1. Ada beragam inovasi dikembangkan karyawan

Gelaran Transformation & Improvement Summit (TIS) 2026 yang diikuti peserta dari Inalum Group (dok.Inalum) Sejumlah inovasi yang dikembangkan berkaitan langsung dengan proses produksi aluminium. Salah satunya optimalisasi parameter bath dalam proses peleburan untuk membantu pengendalian produksi.
Ada pula inovasi pengaturan sudut eccentric counterweight yang ditujukan untuk mengatasi persoalan keretakan anoda, salah satu komponen penting dalam proses produksi aluminium.
Selain persoalan teknis di area pabrik, inovasi juga menyentuh pengelolaan perusahaan. Salah satunya pemanfaatan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam pemodelan keuangan, serta pengembangan gagasan di bidang energi dan keberlanjutan.
Direktur Utama Inalum Melati Sarnita, mengatakan inovasi tidak seharusnya berhenti pada kompetisi atau penghargaan. Menurutnya, setiap gagasan perlu diterapkan agar memberikan manfaat nyata bagi perusahaan.
“Keberhasilan inovasi yang sesungguhnya bukan ketika sebuah karya memenangkan kompetisi, tetapi ketika karya tersebut memberikan manfaat yang berkelanjutan. Jangan sampai ide terbaik kita hanya tersimpan sebagai dokumen,” ujar Melati.
2. TIS 2026 Perluas Kategori Inovasi

Gelaran Transformation & Improvement Summit (TIS) 2026 yang diikuti peserta dari Inalum Group (dok.Inalum) Mengusung tema Innovate to Elevate: Harnessing Technology in Continuous Improvement, TIS 2026 memperluas kategori kompetisi dari dua menjadi empat bidang. Keempatnya meliputi Teknis Implementasi, Teknis Konseptual, Nonteknis, serta Health, Safety, and Environment (HSE) dan Environmental, Social, and Governance (ESG).
Dari total 119 karya yang mengikuti penjurian, sebanyak 39 karya masuk kategori Teknis Implementasi, 40 karya Teknis Konseptual, 13 karya Nonteknis, serta 27 karya HSE & ESG.
Perluasan kategori ini memberikan kesempatan bagi karyawan dari berbagai fungsi untuk mengembangkan solusi. Dengan begitu, inovasi tidak hanya berfokus pada proses produksi, tetapi juga mencakup aspek keselamatan, lingkungan, dan pengelolaan bisnis.
Kegiatan ini juga melibatkan insan dari anak perusahaan Inalum, yakni PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) dan PT Indonesia Aluminium Alloy (IAA).
Salah satu rangkaian kegiatan dilaksanakan melalui TIS Goes to Borneo, dengan penjurian inovasi di lingkungan PT BAI, Mempawah, Kalimantan Barat.
Setelah melalui proses seleksi, 12 karya terpilih mengikuti pameran poster inovasi. Sementara itu, delapan karya lainnya berkompetisi dalam Grand Final TIS 2026 yang digelar di Kuala Tanjung, Sumatera Utara, pada 3 November 2026.
3. Partisipasi Inovator Terus Meningkat Sejak 2004

Gelaran Transformation & Improvement Summit (TIS) 2026 yang diikuti peserta dari Inalum Group (dok.Inalum) Perkembangan TIS terlihat dari jumlah karya dan inovator yang terlibat selama lebih dari dua dekade penyelenggaraan. Saat pertama kali digelar pada 2004, kegiatan ini hanya diikuti enam karya dari sembilan inovator. Pada 2026, jumlahnya meningkat menjadi 119 karya yang melibatkan 273 inovator.
Sebagai bagian dari Holding BUMN Industri Pertambangan MIND ID, INALUM terus mendorong penerapan inovasi dalam proses produksi dan pengelolaan bisnis.
Pengembangan tersebut diarahkan untuk meningkatkan efisiensi operasional, produktivitas, serta daya saing industri aluminium nasional.



















