Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gajah Masuk Permukiman Warga di Bener Meriah, Pemkab Tetapkan Darurat
Tangkap layar video kawanan gajah liar masuk permukiman warga di Kabupaten Bener Meriah. (IDN Times)
  • Pemkab Bener Meriah menetapkan tanggap darurat konflik manusia-gajah liar di Pintu Rime Gayo selama 30 Oktober-12 November 2026, setelah gajah mengancam enam kampung.
  • Sebanyak 95 kepala keluarga atau warga masuk pendataan awal terdampak. BPBD membuka posko pengungsian, sementara dinas terkait menyiapkan logistik, layanan kesehatan, dan kebutuhan dasar.
  • Warga diimbau tidak mendekati, mengejar, mengepung, atau mengusir gajah sendiri; mereka diminta menjauh ke tempat aman dan melapor kepada aparat atau petugas terkait.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Banda Aceh, IDN Times - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bener Meriah menetapkan status tanggap darurat bencana nonalam akibat konflik manusia dengan gajah liar di Kecamatan Pintu Rime Gayo. Status tersebut berlaku selama 14 hari, mulai 30 Oktober hingga 12 November 2026.

Pemerintah daerah juga menyiapkan posko pengungsian bagi masyarakat terdampak setelah kemunculan gajah liar dilaporkan mengancam keselamatan warga di enam kampung pada Rabu (28/10/2026).

Enam kampung tersebut yakni Kampung Blang Rakal, Kampung Ulu Naron, Kampung Pancar Jelobok, Kampung Negeri Antara, Kampung Pantan Lah, dan Kampung Pantan Sinaku. 

Berdasarkan pendataan awal pihak kecamatan, sebanyak 95 kepala keluarga atau nama warga masuk dalam daftar masyarakat terdampak. Data tersebut masih akan diverifikasi lebih lanjut.


1. Pemda dirikan posko pengungsian dan siapkan bantuan

Tenda untuk warga yang mengungsi akibat kawanan gajah liar masuk permukiman warga di Kabupaten Bener Meriah. (IDN Times)

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bener Meriah, Ilham Abdi, mengatakan pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap keselamatan masyarakat yang terdampak konflik dengan gajah liar.

BPBD mendirikan tenda pengungsian di halaman rumah dinas camat. Sementara itu, kebutuhan logistik akan disuplai Dinas Sosial Kabupaten Bener Meriah. Dinas Kesehatan juga akan memberikan dukungan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang mengungsi.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama. Kita tidak ingin masyarakat terus berada dalam kondisi yang membahayakan. Karena itu, kebutuhan dasar warga yang terdampak harus menjadi perhatian dan ditangani secepat mungkin,” kata Ilham dalam keterangan tertulis, Sabtu (31/10/2026).

Kebutuhan mendesak yang diusulkan pihak kecamatan meliputi beras, mi instan, minyak goreng, telur, air mineral, serta makanan bayi dan balita.

Selain pangan, warga membutuhkan pakaian layak pakai, lima unit tenda komando, lima unit tangki air, selimut, matras, popok bayi, serta perlengkapan kebersihan dan kebutuhan mandi cuci.


2. Status tanggap darurat berlaku hingga 12 November

Tangkap layar video kawanan gajah liar masuk permukiman warga di Kabupaten Bener Meriah. (IDN Times)

Penetapan status tanggap darurat dilakukan untuk memperkuat koordinasi dan mempercepat penanganan konflik manusia dengan gajah liar di wilayah tersebut.

Melalui status ini, BPBD bersama perangkat daerah dan instansi terkait akan meningkatkan pendataan masyarakat terdampak, pemenuhan kebutuhan logistik, pelayanan pengungsian, serta langkah mitigasi untuk mengurangi risiko terhadap warga.

Ilham mengatakan koordinasi juga akan diperkuat dengan instansi yang memiliki kewenangan dalam penanganan satwa liar. Upaya tersebut diperlukan agar penanganan memperhatikan keselamatan manusia sekaligus perlindungan terhadap gajah liar.

“Penetapan status tanggap darurat ini merupakan bentuk keseriusan Pemkab Bener Meriah dalam melindungi masyarakat. Prioritas kita adalah keselamatan warga, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, serta memastikan penanganan konflik manusia dengan gajah liar dapat dilakukan secara terkoordinasi dan tepat sasaran,” ujarnya.


3. Warga diminta tidak menghalau gajah secara mandiri

Tangkap layar video kawanan gajah liar masuk permukiman warga di Kabupaten Bener Meriah. (IDN Times)

Pemkab Bener Meriah mengimbau masyarakat di enam kampung terdampak agar meningkatkan kewaspadaan dan tidak mengambil tindakan sendiri ketika melihat keberadaan gajah liar.

Warga diminta tidak mendekati, mengejar, mengepung, ataupun mencoba mengusir satwa tersebut secara mandiri. Jika melihat pergerakan gajah yang berpotensi mengancam keselamatan, masyarakat diminta segera menjauh ke tempat aman dan melaporkannya kepada aparat kampung atau petugas terkait.

“Kami meminta masyarakat tidak mendekati, mengejar, mengepung, ataupun mencoba mengusir gajah liar secara mandiri. Apabila melihat keberadaan gajah, segera menjauh ke tempat aman dan melaporkannya kepada aparat kampung maupun petugas terkait. Keselamatan masyarakat harus menjadi perhatian bersama,” kata Ilham.

Pemerintah daerah juga mengajak pemerintah kecamatan, aparatur kampung, TNI/Polri, instansi teknis, dan masyarakat untuk mendukung penanganan selama masa tanggap darurat berlangsung.


Editorial Team

Related Article