Medan, IDN Times – Upaya menghidupkan kembali fungsi museum sebagai ruang kreatif dan edukatif terus digagas. Melalui program Penerima Manfaat Hasil Kelola Dana Abadi Kebudayaan, Porman Wilson Manalu, yang juga sebagai seniman, jurnalis, dan pegiat teater asal Medan, Sumatra Utara, menginisiasi "Festival Sastra Museum" pada 2025. Festival ini akan membidik Gen Z.
Program ini merupakan bagian dari Layanan Produksi Bidang Kebudayaan untuk Pendayagunaan Ruang Publik 2025. Tujuannya menjadikan museum, khususnya Museum Negeri Sumatra Utara, sebagai ruang yang dekat dengan generasi Z.
"Ketika menyebut museum maka yang tervisual dalam pikiran kita tentunya benda-benda purbakala, artefak, arsip-arsip masa lalu dan segala sesuatu yang dipandang arkaik serta ketinggalan zaman," kata Porman, di Ruang Kreatif 001 Teater Rumah Mata, pada Rabu (8/7/2026).
Padahal, menurutnya, Museum Negeri Sumatra Utara memiliki banyak ruang dengan tema berbeda. Mulai dari Ruang Masa Prasejarah, Ruang Kebudayaan Sumatera Kuno, Ruang Masa Kerajaan Hindu-Buddha, hingga Ruang Masa Perjuangan Melawan Kolonial. Sayangnya, ruang-ruang itu masih sulit menarik minat generasi Z.
"Pelajar atau mahasiswa hadir ke museum karena tugas sekolah yang wajib dikerjakan. Kesadaran untuk beraktivitas di museum sebagai proses kreatif, wisata dan hiburan belum maksimal terwujud," ujarnya.
