Evakuasi Jenazah, Aktivitas Pendakian Gunung Leuser Tutup Sementara

- BBTNGL menutup sementara aktivitas pendakian Gunung Leuser karena proses evakuasi jenazah Kris Biantoro yang melibatkan 15 personel gabungan dan diperkirakan memakan waktu empat hingga lima hari.
- Evakuasi dilakukan melalui jalur darat karena helikopter tidak bisa digunakan akibat cuaca dan ketinggian mencapai 3.000 meter, sementara masyarakat diimbau memperhatikan kesiapan fisik dan keselamatan sebelum mendaki.
- Kris Biantoro, pendaki asal Binjai berusia 49 tahun, meninggal dunia diduga akibat hipotermia saat perjalanan turun dari Gunung Leuser meski telah mendapat pertolongan pertama dari rekan-rekannya.
Banda Aceh, IDN Times - Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL) beserta tim gabungan dari berbagai inistansi maupun masyarakat masih berupaya mengevakuasi jenazah Kris Biantoro dari Gunung Leuser, di Kabupaten Gayo Lues, Aceh.
Seperti diketahui, Kris Biantoro, pendaki berusia 49 tahun asal Binjai, Sumatera Utara (Sumut), meninggal dunia saat dalam perjalanan pulang usai mendaki Gunung Leuser. Ia diduga mengalami hipotermia.
1. Aktivitas pendakian tutup sementara selama proses evakuasi

Kepala BBTNGL, Subhan mengatakan, proses evakuasi mulai dilaksanakan pada Jumat (10/4/2026). Ada 15 personel gabungan yang dilibatkan dalam proses tersebut, mulai dari BBTNGL, kepolisian, brimob, dan masyarakat setempat.
Bahkan, kata dia, ditambah tujuh personel lagi, pada Sabtu. Tujuannya, untuk mempercepat proses evakuasi jenazah korban.
“Proses evakuasi membutuhkan waktu tempuh sekira empat sampai lima hari perjalanan sehingga memerlukan kewaspadaan tinggi dan perencanaan yang matang,” kata Subhan, saat dikonfirmasi, Sabtu (11/4/2026).
“Dikarenakan masih proses evakuasi, maka untuk sementara tidak diberi izin dahulu untuk naik,” imbuhnya.
2. Evakuasi dilakukan melalui jalur darat

Kepala BBTNGL menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban serta mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam upaya evakuasi.
Sehubungan dengan itu, masyarakat dan pendaki diimbau untuk selalu mempersiapkan diri secara optimal. Mulai dari memastikan kondisi kesehatan, serta memperhatikan faktor cuaca dan keselamatan dalam setiap kegiatan pendakian.
Untuk diketahui, proses evakuasi dilakukan melalui jalur darat. BBTNGL sebelumnya sempat meminta bantuan helikopter kepada tim SAR, akan tetapi dikarenakan cuaca dan ketinggian mencapai 3.000 meter, transportasi tersebut tidak bisa digunakan.
3. Sekilas kasus meninggalnya seorang pendaki di Gunung Leuser

Seperti diketahui, seorang pendaki asal Binjai, Sumatera Utara (Sumut), Kris Biantoro, meninggal dunia saat mendaki Gunung Leuser, pada Kamis (9/4/2026). Korban yang berangkat bersama 15 orang pendaki lain tersebut diduga meninggal akibat hipotermia.
Berdasarkan keterangan ketua tim, korban mengalami hipotermia sejak sekira pukul 07.30 WIB. Tim pendaki sempat berupaya memberikan pertolongan pertama dengan metode resusitasi jantung paru (RJP).
Upaya tersebut tidak membuat korban sadar. Pendaki yang mengalami hipotermia tersebut kemudian dinyatakan meninggal sekira pukul 16.00 WIB.

















