Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Beroperasi Sejak 1937, Stasiun Mambang Muda Jadi Nadi Mobilitas Labura

Beroperasi Sejak 1937, Stasiun Mambang Muda Jadi Nadi Mobilitas Labura
Stasiun kereta api Mambang Muda (Dok. Divre I KAI Sumut)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Stasiun Mambang Muda menjadi pusat mobilitas utama Labuhanbatu Utara, menghubungkan daerah ini dengan kota-kota strategis di Sumatra Utara melalui layanan KA Sribilah yang aman dan tepat waktu.

  • Beroperasi sejak 19 Agustus 1937, stasiun bersejarah ini dulunya gerbang menuju wilayah Kesultanan Kualuh dan kini berlokasi strategis di Aek Kanopan Timur dekat pusat pemerintahan Labura.

  • Volume penumpang naik 21 persen hingga Mei 2026, mendorong KAI Divre I Sumut mempercepat peningkatan fasilitas demi mendukung konektivitas ekonomi dan pariwisata Labura.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Medan, IDN Times – Mobilitas masyarakat Labuhanbatu Utara makin lancar. Stasiun Mambang Muda kini sebagai pintu gerbang transportasi utama yang menghubungkan daerah ini dengan kota-kota strategis di Sumatra Utara.

Beroperasi sejak era kolonial, stasiun ini kini jadi penggerak ekonomi dan sosial lewat layanan KA Sribilah yang aman, nyaman, dan tepat waktu.

1. Letak geografis dekat pusat pemerintahan menjadikan Stasiun Mambang Muda

IMG-20260511-WA0011.jpg
Stasiun kereta api Mambang Muda (Dok. Divre I KAI Sumut)

Manager Humas KAI Divre I Sumut Anwar Yuli Prastyo menjelaskan letak geografis dekat pusat pemerintahan menjadikan Stasiun Mambang Muda sebagai pintu masuk sekaligus poros mobilitas krusial.

"Ini memberi kemudahan akses bagi masyarakat Labura untuk interaksi sosial antardaerah,” katanya.

2. Beroperasi sejak 19 Agustus 1937 dengan gerbang mantan Kesultanan Kualuh

IMG-20260607-WA0003.jpg
Stasiun kereta api Mambang Muda (Dok. Divre I KAI Sumut)

Stasiun Mambang Muda MBM kode 9712 pertama kali dibuka 19 Agustus 1937 bersamaan dengan lintas KA Kisaran – Mambang Muda – Rantauprapat. Secara historis, stasiun ini jadi gerbang masuk wilayah yang dulu pusat Kesultanan Kualuh berdiri sejak 1829.

Secara teknis, stasiun kelas II ini terletak di km 51+754 lintas Kisaran-Rantauprapat, ketinggian +27,50 meter. Memiliki 2 jalur dengan jalur 1 sepur lurus dan 1 peron sisi cukup tinggi. Lokasinya di Aek Kanopan Timur, Kualuh Hulu, sekitar 4 km dari pusat pemerintahan Aek Kanopan yang jadi ibu kota Labura sejak 21 Juli 2008.

3. Penumpang tumbuh 21 persen dan KAI kebut peningkatan fasilitas

IMG-20260607-WA0006.jpg
Stasiun kereta api Mambang Muda (Dok. Divre I KAI Sumut)

Ketergantungan masyarakat pada stasiun ini makin tinggi. Mei 2026, sebanyak 4.321 pelanggan gunakan layanan KA dari Stasiun Mambang Muda. Naik 17% dibanding Mei 2025 yang 3.688 pelanggan.

Secara kumulatif Januari-Mei 2026, volume penumpang capai 23.156 orang. Tumbuh 21% dari periode sama tahun lalu sebanyak 19.183 pelanggan.

Melalui KA Sribilah Utama dan Sribilah Fakultatif, stasiun ini menghubungkan Labura langsung ke koridor ekonomi utama Kisaran–Medan. KA Sribilah Utama melayani kelas Eksekutif-Bisnis relasi Medan–Rantauprapat dan berhenti di Mambang Muda pukul 19.56-19.58 WIB dari arah Medan.

Konektivitas ini berdampak positif ke sektor perkebunan sawit dan karet yang jadi penopang ekonomi Labura. Sekaligus mempermudah wisatawan berkunjung ke sekitar Aek Kanopan.

“Peningkatan minat masyarakat ini kami respons sebagai amanah untuk terus berinovasi. KAI Divre I Sumut berkomitmen penuh meningkatkan fasilitas pelayanan di Stasiun Mambang Muda demi pengalaman bermobilisasi yang semakin menyenangkan bagi masyarakat Labura,” pungkas Anwar.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi

Latest News Sumatera Utara

See More