Rupiah Melemah, Wisatawan Malaysia-Singapura Berpeluang Liburan ke Sumut

- Pelemahan Rupiah terhadap Ringgit Malaysia dan Dolar Singapura dinilai mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke Sumatera Utara, terlihat dari data BPS yang mencatat lonjakan signifikan pada April 2026.
- Selisih kurs yang menguntungkan meningkatkan daya beli wisatawan Malaysia dan Singapura saat berbelanja, menginap, serta menikmati kuliner di Sumut, menjadi peluang bagi pelaku usaha pariwisata lokal.
- Selain faktor nilai tukar, harga tiket pesawat, penerbangan langsung, dan promosi destinasi juga berperan penting dalam menentukan jumlah kunjungan wisatawan ke Sumatera Utara.
Medan, IDN Times – Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Ringgit Malaysia dan Dolar Singapura belakangan ini ternyata membawa angin segar bagi sektor pariwisata Sumatera Utara.
Mata uang tetangga yang menguat membuat biaya perjalanan ke Sumut jadi lebih murah bagi wisatawan mancanegara, khususnya dari Malaysia dan Singapura.
1. Pelemahan Rupiah terhadap dua mata uang tetangga dinilai berpotensi mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke daerah Sumut

Tren ini terlihat jelas dalam data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut pada April 2026.
Pengamat ekonomi sekaligus pengamat ekonomi, Gunawan Benjamin menilai pelemahan Rupiah terhadap dua mata uang tetangga itu berpotensi mendorong peningkatan kunjungan wisatawan ke daerah ini.
“Pelemahan Rupiah terhadap Ringgit Malaysia dan Dolar Singapura memang menjadi salah satu faktor pendorong meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Sumut,” ujar Gunawan Benjamin, pada Minggu (7/6/2026).
2. Selisih kurs yang menguntungkan membuat daya beli wisatawan

Gunawan menjelaskan, selisih kurs yang menguntungkan membuat daya beli wisatawan dari Malaysia dan Singapura relatif lebih tinggi saat berbelanja, menginap, hingga berwisata kuliner di Sumut.
Menurutnya, kondisi ini bisa menjadi momentum bagi pelaku usaha pariwisata untuk meningkatkan pelayanan dan promosi.
3. Faktor harga tiket pesawat, ketersediaan penerbangan langsung hingga promosi destinasi wisata
Meski demikian, dia mengingatkan pelemahan Rupiah terhadap dua mata uang itu tidak berdiri sendiri. Faktor lain seperti harga tiket pesawat, ketersediaan penerbangan langsung, hingga promosi destinasi wisata juga turut menentukan naik-turunnya kunjungan wisatawan.
“Jadi pelemahan Rupiah ini bisa jadi katalis, tapi tetap harus diimbangi dengan kesiapan destinasi dan aksesibilitas yang baik agar dampaknya benar-benar terasa,” pungkasnya.
Sebelumnya, data BPS Sumut mencatat pada April 2026 jumlah kunjungan wisatawan dari Malaysia melonjak 30,56 persen secara bulanan menjadi 9.614 orang, dari sebelumnya 7.364 orang pada Maret 2026. Sementara kunjungan wisatawan dari Singapura naik 0,8 persen menjadi 631 orang.


















