Adapun tujuh dapur tersebut tersebar di enam kecamatan dalam Kota Banda Aceh, yakni Kecamatan Ulee Kareng, Kutaraja, Lueng Bata, Syiah Kuala, Banda Raya, dan Baiturrahman.
Dana Belum Cair, 7 Dapur MBG di Banda Aceh Berhenti Beroperasi Sementara

- Tujuh dapur Program Makan Bergizi Gratis di Banda Aceh berhenti beroperasi sementara karena dana operasional dari Badan Gizi Nasional belum cair.
- Penghentian dilakukan sesuai instruksi KPPG Medan, di mana dapur tanpa saldo diminta berhenti sementara hingga dana top up diterima.
- Koordinator SPPG Banda Aceh menegaskan penghentian bersifat sementara dan meminta maaf kepada sekolah terdampak sambil menunggu pencairan dana dari pusat.
1. Menunggu pengiriman biaya operasional

Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wilayah Banda Aceh, Muhammad Reza, mengatakan penghentian operasional dilakukan karena saldo pada akun virtual (virtual account) sejumlah dapur telah habis, sementara dana operasional baru belum ditransfer.
“Benar, di Banda Aceh ada tujuh dari 37 dapur yang berhenti beroperasi karena ada sedikit kendala, yakni belum dilakukan top up dana operasional untuk melaksanakan kegiatan,” kata Reza saat dikonfirmasi, Senin (8/6/2026).
2. Sesuai instruksi dari KPPG di Medan

Reza menyampaikan, penghentian operasional dilakukan berdasarkan instruksi dari Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) di Medan.
Menurut instruksi tersebut, kata dia, dapur yang masih memiliki saldo dana operasional dipersilakan tetap menjalankan kegiatan. Sementara dapur yang saldonya telah habis diminta menghentikan operasional sementara hingga dana kembali tersedia.
“Instruksinya, apabila SPPG masih memiliki saldo silakan melanjutkan operasional. Namun bagi yang tidak ada saldo, silakan berhenti sementara dan menunggu top up dana,” ujarnya.
3. Pemberhentian hanya sementara, SPPG minta maaf

Meski demikian, Reza menyebutkan, penghentian operasional tersebut hanya bersifat sementara. Berdasarkan informasi yang diterima dari BGN pusat, dana operasional dijadwalkan kembali ditransfer dalam waktu dekat.
“Dari BGN pusat kemarin mengabarkan bahwa hari ini akan dilakukan top up kembali. Jadi ini hanya pemberhentian sementara karena belum adanya dana di saldo virtual account mereka,” ujarnya.
Atas kondisi tersebut, pihak SPPG Banda Aceh menyampaikan permohonan maaf kepada sekolah-sekolah yang terdampak penghentian sementara program MBG.
“Terkait masalah ini, kami menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pihak sekolah karena ada sedikit kendala dana. Informasinya segera diproses kembali untuk pencairan dananya,” kata Reza.


















