Angin Puting Belitung Terjang Desa Api-api Riau

- Angin puting beliung menerjang Desa Api-api, Bengkalis, Riau, menghancurkan sejumlah bangunan termasuk sekolah dan rumah warga tanpa menimbulkan korban jiwa.
- SMPN 1 Bandar Laksamana mengalami kerusakan terparah dengan puluhan ruang kelas hancur, membuat kegiatan belajar mengajar dihentikan menjelang ujian kenaikan kelas.
- Infrastruktur listrik rusak berat akibat tiang roboh dan trafo meledak, menyebabkan pemadaman total sementara tim PLN bekerja memulihkan pasokan listrik ke desa terdampak.
Bengkalis, IDN Times - Angin puting beliung menerjang Desa Api-api di Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau, Minggu (7/6/2026). Seketika, hembusan angin yang disertai dengan hujan deras tersebut menghancurkan sejumlah bangunan di desa tersebut.
Dari informasi yang diterima IDN Times, angin kencang terdeteksi datang dari arah laut menuju daratan dengan disertai awan gelap pekat. Hembusan angin tersebut kemudian berkembang menjadi pusaran puting beliung yang bergerak cepat melintasi sejumlah kawasan di desa tersebut, seperti Taman Kanak-kanak (TK), sekolah, hingga menyisir area permukiman padat penduduk di sekitarnya.
Akibat amukan cuaca ekstrim tersebut, memicu kepanikan yang luar biasa ditengah masyarakat setempat. Pasalnya, angin yang berputar cepat itu membuat warga sekitar panik dan menyelamatkan diri ke tempat aman. Meskipun begitu, tidak ada korban jiwa dari peristiwa tersebut.
Kini, Pemerintah Desa bersama masyarakat setempat, tengah menyisir dilokasi kejadian untuk memastikan keselamatan warga sekaligus mendata total kerugian materiil. Dimana, fokus mereka saat ini mengarah ke area yang mengalami dampak paling fatal. Disamping itu, mereka juga membersihkan puing-puing bangunan yang dinilai membahayakan keselamatan.
1. TK, SMP dan bangunan rumah rusak berat

Dampak dari peristiwa itu, sejumlah bangunan mengalami rusak berat. Seperti TK Negeri 1 Bandar Laksamana, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Bandar Laksamana dan tiga unit rumah warga setempat mengalami kerusakan berat.
Adapun yang terparah, yakni bangunan SMPN 1 Bandar Laksamana. Menurut Kepala Desa Api-api Zulkifli, seluruh fasilitas penting di sekolah tersebut rusak parah.
"Tercatat sedikitnya 20 ruang kelas hancur, tidak terkecuali ruang kantor, laboratorium, hingga rumah dinas kepala sekolah juga ikut porak-poranda," ucap Zulkifli.
2. Dikejar jadwal ujian, Kepala Sekolah minta gerak cepat pemerintah

Akibat kerusakan parah di SMPN 1 Bandar Laksamana, seluruh aktivitas operasional dan proses belajar mengajar di sekolah terpaksa dihentikan total. Kondisi tersebut menjadi pukulan telak bagi ratusan siswa/i di sekolah itu, mengingat mereka dijadwalkan akan menghadapi ujian kenaikan kelas pada pekan depan.
Kepala SMPN 1 Bandar Laksamana Yorafitriyani meminta, instansi terkait dan pemerintah daerah segera turun tangan memberikan solusi darurat menyangkut ruang belajar alternatif.
"Kami berharap pemerintah segera memberikan bantuan karena pekan depan siswa dijadwalkan mengikuti ujian. Diperlukan langkah cepat agar proses pendidikan tidak terganggu," tegas Yorafitriyani saat meninjau lokasi reruntuhan sekolah.
Kini, pihak sekolah bersama warga tengah bergotong-royong menyelamatkan dokumen penting akademik seperti rapor, serta inventaris elektronik yang masih tersisa dari tumpukan puing bangunan yang roboh.
3. Listrik padam, tiang listrik roboh dan trafo utama meledak

Tak hanya merusak bangunan sekolah dan rumah, angin puting beliung juga merusak infrastruktur vital milik PLN. Sejumlah tiang beton penyangga kabel bertegangan tinggi patah dan roboh ke jalanan. Sementara trafo distribusi utama di kawasan terdampak meledak akibat hantaman angin kencang itu.
Alhasil, masyarakat setempat di desa tersebut kini terisolasi dalam kegelapan dikarenakan listrik padam.
Manager PLN ULP Bengkalis Ade Pratama Saputra menerangkan, skala kerusakan jaringan di desa itu kali ini cukup signifikan. Menurutnya, kerusakan infrastruktur kelistrikan ini membutuhkan penanganan khusus agar pasokan listrik ke rumah pelanggan bisa segera dialirkan kembali.
"Merespons kondisi darurat itu, tim PT PLN (Persero) ULP Bengkalis langsung menerjunkan tim taktis ke lokasi. Tim saat ini sedang bekerja agar pasokan listrik bisa secepatnya dialirkan kembali," terangnya.


















