Ibu Bersujud Minta Bantuan, Gubernur Bobby Sebut Tagihan RS Sudah Tuntas

- Gubernur Sumut Bobby Nasution memastikan biaya pengobatan anak Nurmian Sari Purba di RS Mitra Medika Premiere telah ditanggung Pemprov Sumut setelah video permintaan bantuan viral di media sosial.
- Bobby menyoroti adanya kesalahan proses rujukan pasien dari RS Pertamina Pangkalan Brandan ke rumah sakit yang tidak bekerja sama dengan BPJS, dan berencana mengevaluasi penyebab keputusan tersebut.
- Dinas Kesehatan Sumut menjelaskan total tagihan awal mencapai Rp147 juta sebelum dikurangi menjadi Rp129,574 juta, dengan sisa pembayaran Rp84,574 juta yang akhirnya dibantu pemerintah provinsi.
Medan, IDN Times – Gubernur Sumatra Utara Muhammad Bobby Afif Nasution akhirnya angkat bicara terkait video viral seorang ibu bernama Nurmian Sari Purba yang bersujud di depan baliho dirinya sambil meminta bantuan biaya pengobatan anaknya.
Bobby memastikan persoalan tersebut telah ditangani. Pemprov Sumut disebut telah membantu menyelesaikan biaya perawatan anak Nurmian yang menjalani pengobatan di Rumah Sakit Mitra Medika Premiere Medan.
1. Bobby sebut biaya pengobatan anak Nurmian sudah ditanggung

Bobby mengatakan dirinya langsung meminta jajaran Pemprov Sumut untuk membantu biaya pengobatan setelah mengetahui persoalan yang dialami keluarga tersebut. Saat Nurmian datang ke Kantor Gubernur, Bobby mengaku sedang tidak berada di tempat.
"Kalau masalah (biaya pengobatan) anaknya silakan dicek, sudah selesai bahkan ketika itu (Nurmian) datang ke kantor kebetulan saya tidak di kantor, saya bilang tolong dari Pemprov Sumut ditanggung (biayanya)," kata Bobby kepada awak media, Senin (8/6/2026).
Bobby tidak menjelaskan secara rinci nominal bantuan yang diberikan. Namun ia mengaku sempat bertemu langsung dengan Nurmian dan menyampaikan bahwa persoalan biaya pengobatan anaknya telah diselesaikan sehingga tidak perlu lagi merasa khawatir.
"Tapi masih ke rumah kemarin rupanya belum terinformasi (sudah dibantu), ia datang ke rumah, (lalu) saya sampaikan sudah selesai, tidak perlu nangis-nangis lagi, secara ini sudah selesai," ujarnya.
2. Bobby soroti dugaan kesalahan rujukan rumah sakit

Menurut Bobby, persoalan yang terjadi berawal dari proses rujukan pasien. Berdasarkan laporan yang diterimanya dari Dinas Kesehatan Sumut, anak Nurmian awalnya dirawat di RS Pertamina Pangkalan Brandan akibat luka tusukan sebelum dirujuk ke RS Mitra Medika Premiere di Medan.
Ia menilai perlu ada evaluasi terhadap proses rujukan tersebut karena rumah sakit tujuan tidak bekerja sama dengan BPJS Kesehatan. Akibatnya, seluruh biaya pengobatan menjadi tanggungan keluarga pasien.
"Bukan membela siapapun, tapi yang kita lihat rujukannya yang salah. Artinya RS yang didatangi itu, saya bukan bela RS-nya, RS itu tidak melayani BPJS. Yang salah bukan pasiennya, tapi RS yang merujuk saya sudah cek, kenapa merujuknya ke RS yang tidak melayani BPJS," kata Bobby.
Terkait kemungkinan pemberian sanksi, Bobby menyebut masih akan mempelajari lebih lanjut alasan di balik keputusan rujukan tersebut.
"Nanti akan kita lihat kenapa dia merujuk ke rumah sakit itu, padahal kalau katanya cuma ada di situ dokternya saya rasa enggak, kita punya Rumah Sakit Pusat Adam Malik. Kita punya RS umum daerah dokternya saya rasa lengkap dan ada RS swasta yang melayani BPJS, bagus-bagus juga, ini menjadi catatan kenapa merujuknya ke situ," ujarnya.
3. Dinkes Sumut ungkap kronologi hingga muncul tagihan Rp147 juta

Sebelumnya, video Nurmian dan suaminya bersujud di depan baliho Bobby Nasution dan Wakil Gubernur Sumut Surya menjadi perbincangan di media sosial. Dalam video yang diunggah akun TikTok @banginting, Nurmian terlihat menangis sambil memohon bantuan karena tidak sanggup membayar biaya pengobatan anaknya.
"Pak bantu kami pak, anak saya terbaring di Rumah Sakit Mitra Medika Premiere pak, biayanya terlalu besar pak, kami tidak punya uang lagi, rumah pun sudah saya gadai untuk menebus anak saya," ujar Nurmian dalam video tersebut.
Kepala Dinas Kesehatan Sumut Faisal Hasrimy menjelaskan, anak Nurmian pertama kali dirawat di RS Pertamina Pangkalan Brandan pada 31 Mei 2026 setelah mengalami luka tusukan. Karena membutuhkan penanganan dokter spesialis Bedah Toraks Kardiovaskular, pasien kemudian dirujuk ke Medan dan keluarga memilih RS Mitra Medika Premiere sebagai tempat perawatan lanjutan.
Menurut Faisal, rumah sakit tersebut tidak bekerja sama dengan BPJS sehingga seluruh biaya menjadi tanggungan pasien. Sebelum tindakan operasi dilakukan, keluarga telah menandatangani persetujuan dengan estimasi biaya sekitar Rp147 juta.
"Estimasi biaya pengobatan cukup besar, sebelum operasi dilakukan, keluarga juga telah menandatangani surat persetujuan tindakan medis dengan estimasi biaya sekitar Rp147 juta," kata Faisal.
Setelah dilakukan komunikasi dengan pihak rumah sakit, biaya perawatan berhasil dikurangi menjadi Rp129,574 juta. Keluarga pasien sebelumnya telah membayar deposit Rp45 juta sehingga sisa tagihan menjadi Rp84,574 juta.
"Total tagihan sebesar Rp147 juta, setelah kami komunikasikan dengan pihak rumah sakit, diberikan keringanan sehingga menjadi Rp129,574 juta. Keluarga pasien juga telah melakukan deposit sebesar Rp45 juta, sehingga sisa tagihan menjadi Rp84,574 juta," ujar Faisal.
Ia menambahkan rumah sakit juga memberikan tenggat waktu pembayaran hingga 10 Juni 2026 sembari pemerintah mencari solusi untuk meringankan beban keluarga pasien.


















