Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Listrik Padam Bergilir, Gubernur Sumut Tuntut PLN Beri Kompensasi Pelanggan

Listrik Padam Bergilir, Gubernur Sumut Tuntut PLN Beri Kompensasi Pelanggan
ilustrasi listrik padam (unsplash.com/DavidTomaseti)
Intinya Sih
  • Gubernur Sumut Bobby Nasution menegur PLN karena pemadaman bergilir dan kurangnya informasi jelas kepada masyarakat, yang menyebabkan kerugian terutama bagi pelaku usaha kecil.
  • Bobby meminta PLN lebih terbuka soal penanganan gangguan listrik serta melibatkan pemerintah daerah agar informasi pemadaman bisa tersampaikan luas dan masyarakat dapat bersiap.
  • Ia juga menuntut PLN memberi kompensasi bagi pelanggan terdampak, sementara PLN berjanji mempercepat perbaikan 12 tower rusak dan meneruskan usulan kompensasi ke Kementerian ESDM.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Medan, IDN Times – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menegur PT PLN terkait pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah daerah dalam beberapa hari terakhir. Selain menyoroti gangguan pasokan listrik, Bobby juga mengkritik minimnya informasi yang diterima masyarakat terkait jadwal dan wilayah terdampak pemadaman.

Menurut Bobby, kondisi tersebut telah menimbulkan kerugian bagi masyarakat, terutama pelaku usaha kecil yang aktivitasnya bergantung pada pasokan listrik. Karena itu, ia meminta PLN tidak hanya fokus pada perbaikan jaringan, tetapi juga memberikan kompensasi kepada pelanggan yang terdampak.

1. Bobby sebut masyarakat dirugikan karena minim informasi pemadaman

WhatsApp Image 2026-05-21 at 21.10.00.jpeg
Gubernur Sumatera Utara Bobby Afif Nasution mengaku menolak menandatangani sejumlah pengajuan proyek dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Sumut yang dinilai tidak masuk akal dan terkesan di-mark up. (Dok. Pemprov Sumut)

Keluhan masyarakat terkait pemadaman bergilir disampaikan Bobby saat meninjau Kantor PLN Unit Pelaksana Pengatur Beban Sumatera Bagian Utara (UP2B Sumbagut), Jalan Yos Sudarso, Medan, Senin (8/6/2026). Dalam pertemuan itu, Bobby menilai PLN belum maksimal menyampaikan informasi kepada pelanggan mengenai jadwal pemadaman yang berlangsung.

Akibatnya, masyarakat tidak memiliki waktu untuk mengantisipasi dampak gangguan listrik yang terjadi hampir setiap hari. Kondisi tersebut, menurut Bobby, paling dirasakan oleh pelaku usaha kecil yang mengandalkan listrik untuk menjalankan usahanya.

"Masyarakat sudah mengeluh Pak, mereka merugi akibat pemadaman bergilir ini, terutama pengusaha kecil yang mengandalkan penggunaan listrik. Masalahnya kita nggak tahu bagaimana pemadaman listrik berlangsung, masyarakat tidak diberitahu dengan jelas, sehingga tidak ada persiapan, dan itu berulang setiap hari," ujar Bobby Nasution.

2. Minta PLN terbuka dan libatkan pemerintah daerah

Ilustrasi PLN (Dok. PLN)
Ilustrasi PLN (Dok. PLN)

Bobby mengakui masyarakat masih bisa memahami gangguan listrik yang dipicu kerusakan belasan tower transmisi akibat cuaca ekstrem. Namun menurutnya, kondisi darurat tersebut tidak bisa dijadikan alasan untuk mengabaikan komunikasi kepada publik.

Ia meminta PLN lebih terbuka dalam menyampaikan perkembangan penanganan gangguan, termasuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar informasi dapat diteruskan kepada masyarakat secara lebih luas.

"Kalau ada kendala seperti ini, sampaikan ke kami (pemerintah), mana yang bisa kami bantu. Atau pihak PLN bisa sampaikan ke kepala daerah (bupati/walikota), biar mereka juga tahu dan membantu sosialisasinya ke masyarakat. Jadi jangan seperti ini, terus beralasan," tegas Bobby.

Menurutnya, keterlibatan pemerintah daerah penting agar masyarakat memperoleh kepastian informasi dan dapat melakukan persiapan saat terjadi gangguan pasokan listrik.

3. Bobby minta PLN siapkan kompensasi bagi pelanggan terdampak

Ilustrasi PLN. (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi PLN. (IDN Times/Arief Rahmat)

Selain memperbaiki layanan, Bobby juga meminta PLN memberikan kompensasi kepada pelanggan yang terdampak pemadaman bergilir. Bentuk kompensasi tersebut, menurutnya, tidak harus berupa uang tunai, melainkan bisa berupa pengurangan tagihan listrik atau diskon pembelian token bagi pelanggan prabayar sesuai ketentuan yang berlaku.

“Seberapa nanti besaran kompensasi yang diberikan, itu kita minta kepada PLN untuk menentukan. Tetapi yang jelas penekanan kita ke situ, harus ada kompensasi. Sebagaimana kita yang terlambat membayar sedikit saja, langsung ada sanksi pemutusan hingga pencopotan meteran. Kita tunggu dua tiga hari ke depan untuk proses perbaikannya,” katanya.

Menanggapi hal itu, General Manager PLN UID Sumut Mundakhir Salman menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas gangguan layanan yang terjadi. Ia mengatakan PLN saat ini tengah mempercepat perbaikan 12 tower Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) yang mengalami kerusakan.

Terkait usulan kompensasi, Mundakhir menyebut pihaknya akan meneruskan penekanan dari Gubernur Sumut tersebut kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) karena kewenangan penetapan kompensasi berada di pemerintah pusat. Meski demikian, PLN menargetkan proses perbaikan jaringan dapat rampung dalam dua hingga tiga hari ke depan sehingga pasokan listrik kembali normal.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi

Latest News Sumatera Utara

See More