Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

PLN EPI Dorong CBG 10-15 Persen, Potensi Hemat Rp1 Triliun Gantikan LNG Impor

PLN EPI Dorong CBG 10-15 Persen, Potensi Hemat Rp1 Triliun Gantikan LNG Impor
Diseminasi Pengembangan Biometana (IDN Times/Indah Permata Sari)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • PLN EPI menargetkan pemanfaatan CBG hingga 10–15% sebelum 2030 untuk menggantikan LNG impor, sejalan dengan upaya transisi energi bersih di seluruh pembangkit nasional.
  • Pemanfaatan biometana dari 300 pabrik kelapa sawit berpotensi menghemat sekitar Rp1 triliun per tahun dan menurunkan emisi karbon hingga 20 juta ton CO2 ekuivalen.
  • Ekosistem CBG terintegrasi mulai dibangun di Sumatera Utara bersama PLN Nusantara Power, dengan tahap produksi dimulai 2026 dan penerapan penuh ke pembangkit pada 2029–2030.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Medan, IDN Times – PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) siap menjadi off-taker atau pembeli sekaligus investor biometana.

Direktur PLN EPI Hokkop Situngkir menyebut perusahaannya akan menyediakan semua kebutuhan pembangkit, mulai dari batu bara, biomass, gas, hingga Bio-CNG (Compressed Natural Gas) atau CBG (Compressed Bio-Gas / Compressed Biomethane).

“Ini pertemuan luar biasa. Ada Bu Yasmin bisa jadi partner teknologi dan investor, ada PLN Nusantara Power sebagai off-taker. PLN EPI perannya seperti integrator tapi kita berinvestasi bareng untuk membangun fasilitas,” ujarnya saat Diseminasi Pengembangan Biometana di Grand Cityhall Medan, pada Kamis (4/6/2026) kemarin.

Acara yang digelar Direktorat Bioenergi Kementerian ESDM ini dihadiri jajaran pemangku kepentingan biometana nasional, dibuka oleh Direktur Bioenergi EBTKE. Dihadiri oleh PLN group yakni Direktur Biomass PLN EPI, PLN Puslitbang, Dirut PLN Energi Gas, Dirut PLN EPI Investasi, VP TDV PLN Nusantara Power, VP PPC 2 PLN Indonesia Power, Senior Manager UP PLTGU belawan. Selanjutnya dari jajaran BUMN ada PGN Gagas, Perwakilan PKS, Unilever Oleochemical Indonesia, IIF, PT KIS dan Expert Biogas Wira Tenaya.

1. PLN Kelola 250 PLTG, target CBG 10% di 2030

IMG_20260604_104520.jpg
Diseminasi Pengembangan Biometana (IDN Times/Indah Permata Sari)

PLN Group saat ini mengelola 52 lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) dan hampir 250 Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG)/Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU)/Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTNG) serta 6 ribuan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di seluruh Indonesia. Hampir semuanya masih menggunakan bahan bakar fosil.

Ke depan, PLN EPI menargetkan co-firing biomass sudah 3-4% di semua pembangkit dan wajib 10% pada 2030 sesuai Permen ESDM. Untuk CBG, Hokkop optimis bisa tembus 10-15% lebih cepat dari biomass.

“Kalau source-nya oke dan pemain perkembangannya oke, saya rasa CBG bisa langsung ke 10-15%. Di PLN ada Direkturat DAS DBM, mereka bilang kalau ada alternatif di luar LNG dan harga bisa direduksi, kami ambil,” jelasnya.

2. Potensi ekonomi hemat Rp1 Triliun, reduksi 20 juta ton CO2

IMG_20260604_105456.jpg
Diseminasi Pengembangan Biometana (IDN Times/Indah Permata Sari)

Hokkop membeberkan hitungan ekonomi biometana. Dari 300 PKS di Indonesia, potensi POME setara 13 cargo LNG per tahun. Padahal 1 kontrak 100 cargo LNG yang baru ditandatangani PLN nilainya Rp13 triliun.

“Kalau 300 Pabrik Kelapa Sawit (PKS) kita kumpulin, bisa provide 13 cargo. Kita bisa hemat sekitar Rp1 triliun. Reduksi karbonnya bisa sampai 20 juta ton CO2 ekuivalen,” paparnya.

Lebih jauh, jika roadmap biomass dan bio-CNG berjalan, dampaknya pada skala ekonomi Rp11 triliun, penghematan negara Rp1,25 triliun, dan tercipta green job 150 ribu tenaga kerja.

“Satu proyek kayak Bu Yasmin di Belawan waktu pembangunan 50 orang, operasi 100 orang. Green job-nya makin banyak dari sampah yang tadinya dibuang ke sungai,” katanya.

3. Ekosistem CBG terintegrasi dimulai dari Sumut

IMG_20260604_102626_Burst02.jpg
Diseminasi Pengembangan Biometana (IDN Times/Indah Permata Sari)

PLN EPI kini membangun ekosistem CBG terintegrasi bersama PLN Nusantara Power. Trial sudah berjalan di Sumut karena peta potensi CBG paling merah di Sumatra dan Kalimantan.

“Kenapa di Sumatra? Karena PLTG PLTGU PLTNG kita tersebar 200-an unit di sini. Ini paling besar, bisa deploy (penerapan) ke pembangkit kita,” ujarnya.

Skema bisnisnya fleksibel sehingga bisa Kerja Sama Operasi (KSO), PLN EPI menjadi off-taker murni, atau investasi bersama membangun fasilitas upgrading atau peningkatan sarana, prasarana, dan infrastruktur yang ada untuk meningkatkan efisiensi dan kualitas layanan.

Tahapannya mulai dari tahun 2026-2027 membangun fasilitas produksi bersama mitra teknologi, tahun 2028 deploy ke beberapa pembangkit, kemudian 2029-2030 ditingkatkan. Dimulai dari 200 MMBTU per bulan dari pabrik PT KIS yang sudah terinstall untuk uji durabilitas pembangkit sebelum pemanfaatan lebih masif.

Durabilitas pembangkit listrik merupakan kapasitas ketahanan dan masa pakai peralatan dalam memproduksi energi tanpa mengalami penurunan efisiensi yang drastis.

4. Regulasi menjadi kunci, ESDM kebut Permen Biometana

IMG_20260604_111030.jpg
Diseminasi Pengembangan Biometana (IDN Times/Indah Permata Sari)

Sebelumnya, Direktur Bioenergi ESDM Noor Arifin Muhammad di sesi pembukaan menyebutkan regulasi Permen biometana ditargetkan terbit tahun ini. Target biogas PP 40/2025 naik menjadi 0,048-0,05 MTOE atau 91,28-122,78 juta metrik GB di tahun 2030.

Pemanfaatan biogas April 2026 sudah 34,6 juta metrik GB, 4,47 MMBTU di antaranya bersumber dari biometana. Sudah ada 4 badan usaha berizin KBLI yakni PT East Biobuild Indonesia, PT Dharma Satya Nusantara, PT Dharma Inti Sawit Nugrahan, dan PT KIS Biofuels Indonesia.

Hokkop meminta ESDM segera mengkaji ulang tarif biometana agar kompetitif lawan LNG impor.

“Teman-teman di pembangkit bilang kalau Bapak bisa kasih alternatif di luar CNG fosil, saya bisa ngerjakan sampai 20% alternatif. Tapi secara komersil harus masuk, semua masih bisa tersenyum,” tegasnya.

Dia juga mengingatkan hitungan Life Cycle Assessment (LCA) atau Penilaian Siklus Hidup menjadi wajib, jangan sampai teknologi CBG malah menambah emisi.

Share Article
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi

Latest News Sumatera Utara

See More