Bocah 4 Tahun Riau Juara Lintas Biru Push Bike Competition di Sumbar

- Gevino Arkana Nasution, bocah 4 tahun asal Riau, juara lintas biru push bike competition di Sumbar setelah latihan selama 3 bulan.
- Ayah Gevino, Vili Nasution, mengutamakan sikap disiplin dan tanggung jawab dalam olahraga sebagai tujuan utama dari keikutsertaan anaknya dalam kompetisi.
- Prestasi Gevino menjadi motivasi bagi Vili untuk terus membina anaknya dengan konsistensi dalam melatih mental, sikap, dan skill.
IDN Times, Pekanbaru - Gevino Arkana Nasution meraih juara 1 di Lintas Biru Push Bike Competition 2026 tingkat Sumatera, yang berlangsung di Kota Payakumbuh, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar). Pembalap bocah cilik (bocil) berumur 4 tahun asal Kota Pekanbaru, Provinsi Riau itu, menjadi juara di kelas kelahiran 2021 boy amatir.
"Alhamdulillah anak kami juara satu," ucap sang ayah Ahmad Vili Nasution, Selasa (6/1/2026).
"Sebelumnya di bulan November tahun kemarin (2025), anak kami juga juara di event yang sama di Kota Batam (Provinsi Kepulauan Riau)," sambungnya.
Untuk diketahui, push bike merupakan olahraga balap sepeda tanpa pedal. Dalam event yang berlangsung pada Sabtu (3/1/2026) kemarin, diikuti 56 peserta anak-anak seusia 4 tahun dari seluruh kabupaten/kota se-Sumatera.
Dengan turun tiga kali race yang ditetapkan panitia, yakni per race delapan grid (orang), Gevino akhirnya memperoleh trophy juara 1 Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta.
1. Baru berlatih 3 bulanan

Vili mengatakan, sebelum mengikuti kejuaraan tersebut, sang anak Gevino baru mulai latihan pada awal September 2025.
''Saya bersama ibunya bawa Gevino latihan seminggu tiga kali di halaman Gelagang Remaja (Kota Pekanbaru). Latihannya lebih kurang baru 3 bulan,'' kata Vili yang juga merupakan pembalap sepeda motor profesional dari club Capella Honda Pekanbaru.
Lebih lanjut Vili menyebut, latihan yang dilakukan Gevino mulai dari fisik, seperti lari dan lompat-lompat serta senam kebugaran. Lalu, Gevino juga dilatih ketangkasan, seperti belokan atau tikungan yang dirancang dengan kun-kun yang telah disiapkan sendiri.
''Alhamdulillah, berkat latihan dan doa, anak kami berhasil meraih juara 1,'' ujar Vili.
2. Juara bonus, utamakan sikap disiplin dan tanggung jawab

Vili mengaku, sang anak mengikuti kejuaraan push bike tersebut sebenarnya bukan untuk mencari hadiah atau nama. Tapi tidak lebih ke mengajarkan Gevino agar tertanam sikap disiplin dan tanggung jawab.
''Karena olahraga ini, selain fisik dan skil juga melatih disiplin, keseimbangan, kesabaran, kecerdasan otak, meningkatkan kepercayaan diri dan fokus dalam pengambilan keputusan yang cepat dan tepat. Alhamdulillah, kemenangan yang diraih anak kami ini adalah bonus dari Allah SWT atas usaha dan doa yang dilakukan,'' tutur Vili.
3. Jaga mood sang anak juga menjadi perhatian

Dengan prestasi yang diraih Gevino saat ini, menjadi motivasi tersendiri bagi Vili dalam membina anaknya tersebut. Dengan cara, tetap konsisten melatih mental, sikap dan skill Gevino lebih serius lagi.
''Jaga mood (suasana hati) Gevino juga menjadi perhatian kami,'' pungkasnya.
Vili berharap, sang anak kelak terus berprestasi dan mengharumkan nama daerah asalnya ditingkat nasional maupun internasional.



















