2 Terduga Pembegal Tukang Pecal di Marelan Diringkus, 1 Buron

- Seorang penjual pecal di Medan diserang dua begal saat pulang mengantar anaknya sekolah, korban mengalami luka sayatan dan kehilangan tas.
- Polisi menelusuri rekaman CCTV hingga berhasil mengidentifikasi tiga pelaku, dua di antaranya ditangkap di Deli Serdang dan Aceh Tamiang setelah pengejaran lintas provinsi.
- JS disebut sebagai otak aksi begal dan bersama IH diketahui residivis, keduanya ditembak di kaki saat melawan petugas sementara satu pelaku lain masih buron.
Medan, IDN Times - Aksi begal di siang bolong yang sempat viral di media sosial akhirnya terungkap. Seorang ibu rumah tangga penjual pecal disayat saat pulang mengantar anak sekolah di Medan.
1. Begal siang hari, korban diserang usai antar anak

Kasus ini bermula dari laporan polisi pada 15 April 2026. Peristiwa terjadi di Jalan Ileng Uki, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, sekitar pukul 13.00 WIB. Korban, Juliana (43), diserang saat dalam perjalanan pulang setelah mengantar anaknya sekolah. Dua pelaku yang berboncengan sepeda motor memepet korban, lalu langsung melancarkan aksi kekerasan.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sumut, Kombes Pol. Ricko Taruna Mauruh, menjelaskan bahwa kedua pelaku melakukan pengintaian korban dengan mengikuti korban dengan mengendarai sepeda motor.
"Saat korban berhenti (di TKP), pelaku langsung menyayat lengan kanan korban dengan menggunakan pisau kater dan langsung mengambil tas korban," ucap Ricko dalam konferensi pers, di Mako Polda Sumut, Rabu (22/4/2026).
2. Polisi telusuri CCTV, pelaku diburu hingga Aceh

Kasus ini menjadi perhatian setelah rekaman dan informasi kejadian menyebar luas di media sosial. Tim gabungan dari Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Sumut dan Satreskrim Polres Pelabuhan Belawan langsung melakukan penyelidikan.
Polisi melakukan olah TKP dan menelusuri rekaman CCTV di sekitar lokasi. Hasilnya, tiga pelaku berhasil diidentifikasi.
Dua pelaku kemudian diringkus dalam waktu berdekatan. IH (29) ditangkap di Tanjung Morawa, Deli Serdang, pada 20 April 2026. Sementara JS (30) diamankan sehari setelahnya di Aceh Tamiang, setelah dilakukan pengejaran lintas provinsi.
3. Otak pelaku residivis, satu masih buron

Polisi menyebut JS sebagai otak pelaku yang merencanakan aksi begal tersebut. Sementara IH berperan sebagai joki yang mengendarai sepeda motor dan memepet korban saat kejadian.
“Keduanya diketahui merupakan residivis dengan riwayat kriminal sebelumnya,” katanya.
Dalam proses penangkapan, kedua pelaku sempat melakukan perlawanan sehingga petugas mengambil tindakan tegas dan terukur. Kaki mereka ditembak. Saat ini keduanya telah diamankan dan menjalani perawatan medis.
“Kami masih memburu satu tersangka lagi. Kasus ini masih kita dalami,” pungkasnya.


















