Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ridha Sorot Kesehatan , Hidayat Soal Birokrasi, Rico Fokus Pelayanan

Ridha Sorot Kesehatan , Hidayat Soal Birokrasi, Rico Fokus Pelayanan
Debat publik kedua Pilkada Medan (screenshoot YouTube KPU Medan)
Share Article

Medan, IDN Times - Debat publik kedua Pilkada Kota Medan digelar KPU Kota Medan, di Grand Mercure Medan, Sabtu (16/11/2024). Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan nomor urut 1, Rico Waas-Zakiyuddin, Paslon nomor urut 2, Ridha-Rani, dan Paslon nomor urut 3, Hidayatullah-Yasyir Loebis saling beradu gagasan. 

Calon Wali Kota Medan nomor urut 2, Ridha-Rani saat menyampaikan visi dan misinya mengumpamakan ketika masuk dalam pesawat terbang, ada pelampung di bawah kursi. Tapi, tidak seorang pun berharap untuk memakainya.

“Demikianlah seharusnya, bagaimana kita melihat pelayanan kesehatan di kota kita. Kita tidak menunggu warga untuk sakit, kita tidak berharap mereka selalu menggunakan UHC karena sakitnya. Dengan program nasional yang dilakukan untuk pelayanan orang sakit, tapi kita menjaga agar warga kita sehat," bebernya.

Ridha menceritakan bahwa beberapa hari yang lalu dirinya sempat bertemu seorang warga Kota Medan bernama Imam berusia 40 tahun, sedang sakit.

“2 tahun terakhir dia cuci darah, 18 tahun terakhir dia menderita diabetes dan hari ini dia dalam persiapan untuk operasi katarak karena mata kirinya hampir buta. Beruntunglah dia karena dia punya UHC. Tapi akan jauh beruntung kalau seandainya Imam punya Puskesmas yang berfungsi baik untuk menjaga agar masyarakat tidak sakit," bebernya.

Lanjut Ridha, Imam lahir dari seorang ayah diabetes, dan seorang ayah yang memiliki anak diabetes maka anak tersebut sangat berpotensi untuk menjadi diabetes.

“Kalau seandainya kita punya puskesmas yang bisa mendorong agar masyarakatnya sehat, maka kita tidak akan pernah lagi Imam-Imam yang lain. Imam akan tumbuh sebagai anak yang sehat, orang yang sehat dan tidak harus menderita walaupun dia punya UHC. Jadikan, UHC itu pelampung, kita punya masalah bagaimana mencegah agar pelayanan kita bisa lebih baik,” katanya.

Menurutnya, hampir 5 tahun ini pemimpin Kota Medan tidak terlalu peduli pada kemanusiaan, pengangguran yang terus tumbuh, orang sakit terus bertambah, warga sulit menghindar dari banjir, fasilitas publik sangat tidak layak bagi warga kelompok difabel untuk beraktifitas.

Sementara paslon nomor urut 3, Hidayatullah-Yasyir Loebis. Hidayatullah menyampaikan, masih banyak di Kota Medan yang masuk dalam kategori kemiskinan mencapai 187 ribu orang berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS). Sehingga, sudah selayaknya pemerintah hadir memberikan pelayanan dan menyelesaikan permasalahan masyarakat kota medan.

“Presiden RI, bapak Prabowo Subianto mengatakan jangan bangga karena kita masuk dalam negara G20, negara dengan ekonomi yang besar. Karena ternyata kita masih banyak orang miskin, begitu juga dengan Kota Medan kita ini, kota yang kaya tapi masih menyisakan kantong kemiskinan,” katanya.

Menurut Hidayatullah, hal yang harus ditingkatkan adalah kualitas birokrasi pemerintahan, Sistem Merit atau Merit System (istilah yang digunakan dalam pengelolaan Aparatur Sipil Negara). Sehingga, birokrasi tersebut menjadi birokrasi responsif yang solutif atas segala permasalahan masyarakat Kota Medan.

“Dengan kehandalan birokrasi kita akan kita bangun karakter mereka. Kalau bisa dipermudah, maka mudahkanlah. Kalau bisa dipercepat, dipercepat kan lah dan kalau bisa gratis. Kalau bisa dimurahkan, maka murahkan dan gratiskan lah,” ucapnya.

Dia menilai dengan birokrasi tersebut, akan melayani seluruh masalah masyarkat Medan.

Kemudian terakhir, paslon nomor urut 1, Rico Waas-Zakiyuddin memaparkan salah satu tolak ukur kemajuan suatu daerah atau negara, serta tata kelola pemerintahan yang baik dapat dilihat dari kualitas pelayanan publiknya. "Kualitas pelayanan publik semakin baik maka daya saing suatu daerah juga akan semakin baik,” ucap Rico.

Dikatakannya, pemimpin atau wali kota terus berganti. Namun, untuk tugas utama pemerintahan khususnya Kota Medan tetap kompleks dan penuh tantangan. Mulai dari pengangguran, banjir macat, infrastruktur dan pelayanan publik.

“Kami ingin menjadikan Kota Medan yang smart, berkarakter, humanis, dan berdaya saing global, responsif, saran dan aspirasi masyarakat, transparan dalam menyampaikan informasi pelayanan publik, menghilangkan ego sektoral, birokrasi yang tidak rumit serta melakukan reformasi budaya melayani dan mengayomi warganya," katanya.

Mereka juga menyiapkan pelayanan online 24 jam untuk memenuhi aspirasi masyarkat tentang masalah yang terjadi. Mereka juga menjikan hadir langsung di balai kota untuk bertemu masyarkat setiap seminggu sekali untuk mendengarkan curthatnya.

"Mari membangun Kota Medan dengan persahabatan bukan dengan cacian dan makian, saling menyalahkan atau menyakiti. Kami ingin melayani dengan hati menjadikan kota medan yang ramah, kami ingin bekerja sepenuh jiwa dengan kerja yang komprehensif, menjadikan kota medan yang tertib sesuai visi dengan Medan yang bertuah,” tutupnya.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Indah Permata Sari
Doni Hermawan
Indah Permata Sari
EditorIndah Permata Sari

Latest News Sumatera Utara

See More

Siswi MAN Labusel Juara 2 Deklamasi Bahasa Prancis di UNIMED 2026

14 Jun 2026, 06:00 WIBNews