[BREAKING] Pasca Banjir Tapteng, Beredar Kabar Penjarahan Toko Sembako

Tapanuli Tengah, IDN Times - Bencana banjir dan tanah longsor memakan banyak korban di sejumlah daerah di Sumatera Utara. Sampai hari ini warga yang terdampak masih banyak yang belum tersentuh penanganan dampak dari pemerintah.
Di Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, warga bahkan diduga sudah mulai melakukan penjarahan terhadap gerai-gerai penyedia bahan pokok. Dalam salah satu video beredar, masyarakat diduga mengambil berbagai bahan pokok dari salah satu gerai waralaba di Kecamatan Sarudik.
Dari dalam gerai warga terlihat membawa beras, minyak goreng dan barang lainnya.
Seorang warga Tapteng bernama Damai juga mengungkap kabar penjarahan itu.
"Listrik padam lima hari. Pasokan makan dan minuman sudah menipis. Semua berjuang. Tadi malam sudah mulai penjarahan oleh warga," kata Damai.
Warga Tukka, Indra membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya Ibu Kota Tapteng, Pandan dan sekitarnya mencekam karena warga secara membabi-buta menjarah toko-toko yang tidak berpenghuni.
"Kondisinya sudah mengerikan, kami takut sekeluarga. Orang menjarah apa saja yang bisa dimakan. Tolong Pemerintah segera kirim bantuan ke Tapteng," ujarnya.
IDN Times mencoba mengonfirmasi Polda Sumut ihwal kabar penjarahan ini. Kepala Bidang Humas Polda Sumut yang dikonfirmasi belum memberikan jawaban.
Sementara itu sebelumnya, Pemprov Sumut dikabarkan sudah mulai memasok logistik bantuan. Gubernur Sumut Muhammad Bobby Afif Nasution ikut berangkat dengan pesawat Hercules TNI AU membawa logistik ke Tapanuli Tengah pada Jumat (28/11/2025).
“Masih terisolir (Tapteng dan Sibolga), makanya kita coba nanti sampai dan kita coba tembus sore ini,” ujar Bobby sebelum keberangkatan dari Lanud Soewondo Medan.
Adapun logistik yang dibawa meliputi paket sembako, beras, air mineral, makanan ringan, pakaian, handuk, minyak goreng, sabun, mi instan, ikan sarden kaleng, dan berbagai kebutuhan harian lainnya.
Selain bantuan logistik, Bobby juga membawa tim penyedia layanan komunikasi untuk memperbaiki jaringan di wilayah terdampak. Dalam tahap awal akan digunakan Starlink sebagai solusi komunikasi sementara, sebelum jaringan permanen diperbaiki secara menyeluruh.


















