Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Cerita Warga Sergai Dorong Motor 10 Kilometer Demi Dapat Isi BBM di Tanjung Morawa

IMG_20251129_145716.jpg
Petani bunga bernama Sihombing saat mengantre membeli BBM di SPBU Tanjung Morawa (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Deli Serdang, IDN Times - Fenomena langkanya Bahan Bakar Bersubsidi (BBM) di sejumlah tempat di Sumatera Utara memicu antrean yang cukup panjang. Masyarakat yang hendak berpergian harus menunggu giliran sekurang-kurangnya 1 jam untuk bisa mendapat bahan bakar.

Tak hanya di Kota Medan, fenomena ini juga terjadi di Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang. Pantauan IDN Times, sejumlah SPBU ramai diserbu masyarakat dan pengendara motor, bahkan beberapa tampak sudah kehabisan stok.

1. Akmal dan ratusan warga mengantre lebih dari 1 jam untuk dapat membeli BBM di SPBU Tanjung Morawa

IMG_20251129_145824.jpg
Warga saat mengantre membeli bensin di SPBU Tanjung Morawa panas-panasan (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Akmal (27 tahun), salah satu warga di Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai, hanya bisa duduk di atas jok motornya menunggu giliran antre. Kepada IDN Times ia mengatakan sudah menunggu lebih dari 1 jam, namun barisan pengendara di depannya masih panjang.

"Ini dari rumah di Pegajahan mau ke Menteng bantuin saudara yang kebanjiran. Tapi bensin motor sudah habis," aku Akmal kepada IDN Times, Sabtu (29/11/2025).

Antrean di SPBU Tanjung Morawa dekat mal Suzuya memang sangat panjang. Bahkan mereka yang mengantre sudah sampai Jalan Lintas Sumatera dan rela panas-panasan menunggu giliran.

"Cuma SPBU ini lah yang buka. Panjang pula antreannya. Di depan pun ada SPBU. Cuma nanti di sana pun takutnya kehabisan pula," lanjut Akmal.

2. Akmal dorong motor 10 kilometer dari Lubuk Pakam sampai ke Tanjung Morawa demi dapat BBM, penjual eceran juga sudah habis

IMG_20251129_145727.jpg
Warga menunggu mengisi BBM sudah 1 jam lebih (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Sejak berangkat dari rumahnya di Kecamatan Pegajahan, Akmal tahu bahwa BBM langka. Itu sebabnya ia ke SPBU terdekat. Mulai dari Kecamatan Perbaungan ternyata habis.

"Nah di Pakam juga habis stok BBM SPBU-nya. Dari situ bensin saya juga habis dan motor tak bisa hidup sama sekali. Lalu saya memutuskan untuk mendorong motor saya jalan kaki," cerita Akmal dengan keringat yang meluruh dari pelipisnya.

Ia bersyukur di tengah perjalanan ada pengendara yang membantunya. Motor Akmal didorong mencari satu persatu SPBU sepanjang Lubuk Pakam sampai Tanjung Morawa. Jika ditotal, ia menempuh jarak 10 kilometer jauhnya.

"Enggak ada stok BBM, habis semua di SPBU manapun dari Pakam sampai Tanjung Morawa, baik itu SPBU dekat Kantor Bupati Deli Serdang, Paloh Kemiri, Wonosari. Bahkan yang biasanya ramai jualan eceran juga tak ada lagi, bersih," pungkasnya.

3. Sama seperti Akmal, Sihombing dan anaknya juga dorong motor dengan jarak sangat jauh

IMG_20251129_145716.jpg
Petani bunga bernama Sihombing saat mengantre membeli BBM di SPBU Tanjung Morawa (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Hal yang sama juga dialami oleh pedagang bunga bernama Sihombing. Ia yang saban hari berjualan di Jalan Madirsan, Tanjung Morawa, mendapat pesanan bunga dari Lubuk Pakam.

Menggunakan motor matic-nya, Sihombing pergi mengantar bunga bersama anaknya. Namun saat baru saja mepewati Lubuk Pakam dan sampai di Desa Wonosari, motornya mogok akibat habis bensin.

"Dari situ saya dorong motor sama anak saya ini. Gak ada kebetulan pengendara yang bantu saya," aku Sihombing.

Dari SPBU Desa Wonosari ke SPBU dekat Suzuya Tanjung Morawa, ditaksir berjarak 6 Kilometer. Sepanjang itu ia bersama anaknya jalan kaki mendorong motor matic yang baru saja mereka pakai mengangkut bunga.

Sihombing mengaku bahwa dirinya tak mendengar apapun soal kelangkaan BBM. Meskipun begitu, saat ia hendak pergi mengantar bunga pagi tadi, dirinya melihat banyak pengendara yang sudah mengantre di SPBU.

"Sempat kaget tadi waktu udah menunggu lama dibilang habis. Eh rupanya ada, tinggal pertamax. Saya selepas ini harus kerja lagi antar bunga ke Galang, lebih jauh lagi," pungkasnya.

Share
Topics
Editorial Team
Arifin Al Alamudi
EditorArifin Al Alamudi
Follow Us

Latest News Sumatera Utara

See More

Inalum Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bang dan Longsor Sumut

29 Nov 2025, 12:52 WIBNews