Comscore Tracker

Kinerja BPF Moncer Selama Pandemik COVID-19

Targetkan peningkatan nasabah sebesar 25 persen pada 2021

Medan, IDN Times – Perdagangan berjangka ternyata mengalami peningkatan selama pandemik COVID-19 yang sudah melanda Indonesia dalam setahun terakhir. Peningkatan transaksi ini juga memberikan dampak positif pada perusahaan pialang berjangka di Indonesia.

Salah satu yang merasakan dampaknya adalah PT Bestprofit Futures. Mereka mencatatkan kinerja positif selama 2021. Peningkatan volume transaksi hingga jumlah nasabah baru menjad indikator kinerja yang semakin moncer.

PT BPF pun diganjar sebagai perusahaan pialang terbaik pada akhir Desember 2020. BPF mencatatkan total pertumbuhan volume transaksi sebesar 6.52 persen menjadi 1.25 juta lot dan total nasabah baru yang naik sebesar 12.43 persen menjadi 3.400 nasabah.

1. Tetap jaga pelayanan terbaik selama pandemik

Kinerja BPF Moncer Selama Pandemik COVID-19PT Bestprofit Futures mencatatkan kinerja positif selama masa pandemik COVID-19. (IDN Times/Prayugo Utomo)

Pimpinan cabang PT BPF Cabang Medan Kartomo menjelaskan jika, selama pandemik setahun terakhir memberikan tantangan kepada mereka. Mereka terus beradaptasi dengan kondisi yang ada.

Layanan digital digalakkan selama pandemik. Termasuk memberikan edukasi kepada para nasabah. Layanan terbaik tetap diberikan kepada para nasabah dengan efektif dan efisien.

“Ada beberapa peluang baru, yang kita bisa tingkatkan dan kita optimis dengan melalui transaksi dari rumah bisa mencapai target kita,” ungkap Kartomo dalam konferensi pers di Medan, Jumat (4/3/2021). 

Baca Juga: Intip Postingan Kegiatan Pertama Kahiyang Ayu Jadi Ibu PKK Medan

2. Targetkan tembus 125 ribu lot pada 2021

Kinerja BPF Moncer Selama Pandemik COVID-19Karyawan mengamati layar pergerakan perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/9/2020). ANTARA FOTO/Reno Esnir

Meski dengan kondisi pandemik, BPF menarget ada peningkatan signifikan pada 2021. Mereka menarget peningkatan 5 persen atau 125 ribu lot transaksi dan 350 nasabah.

"Kami akan terus menggenjot jumlah business consultant sebagai ujung tombak bisnis, dan meningkatkan kualitas layanan transaksi yang lebih cepat dan modern," ungkapnya.

Kata Kartomo, prose vaksinasi pemerintah juga dinilai sangat positif untuk iklim investasi. Ini bisa membuat para investor percaya diri untuk melakukan transaksi di perdagangan berjangka.

3. Bursa Berjangka Jakarta apresiasi BPF dongkrak jumlah transaksi

Kinerja BPF Moncer Selama Pandemik COVID-19unsplash.com/SharonMcCutcheon

Sementara itu, Direktur Utama PT Bursa Berjangka Jakarta (Jakarta Futures Exchange) Stephanus Paulus Lumintang mengapresiasi BPF atas dukungan dan peningkatan transaksi dari tahun ke tahun.

Stephanus mengatakan peran aktif dari anggota bursa sangat dibutuhkan untuk memperkenalkan dan memperluas pemahaman akan industri ini ke masyarakat umum. Khususnya bagi para potensial investor dalam berinvestasi pada instrumen yang tepat, legal, dengan tetap memperhatikan resiko, agar dapat menggunakan moment yang baik dengan tetap melihat peluang pada setiap moment yang ada..

“Salah satu yang terjadi di kota Medan ini adalah ada andil dari PT Best Profit Future. Ini menunjukkan sebuah tren positif atas perdagangan berjangka komoditi sebagai salah satu instrumen investasi yang diidam-idamkan para investor di seluruh Indonesia. khususnya yang ada di kota Medan,” ungkapnya.

BBJ menarget, ada 11,1 juta lot pada 2021. Mereka optimis bisa mencapai target itu. Upaya peningkatan jumlah nasabah dan anggota BBJ juga terus dilakukan dengan gencar.

“Saat ini anggota BBJ ada 73 perusahaan. Kita sedang memproses anggota baru. Ada dua yang masih dalam proses,” pungkasnya.

Baca Juga: Tinggalkan Persib Bandung, 5 Fakta Tentang Ghozali Siregar

Topic:

  • Arifin Al Alamudi

Berita Terkini Lainnya