Medan, IDN Times - Komunitas Womandocumentary menghadirkan ruang baru bagi remaja perempuan untuk bersuara melalui karya visual. Lewat program Jembatan Waktu: Ekspresi Budaya Lintas Generasi dalam Keluarga, mereka mendorong lahirnya narasi budaya dari dalam keluarga yang selama ini jarang terdokumentasi.
Workshop yang digelar beberapa waktu lalu melibatkan 20 peserta, terdiri dari 10 teman tuli dan 10 teman dengar. Para peserta mengikuti pelatihan video dokumenter berbasis inklusi hingga kini memasuki tahap produksi karya.
Program ini tidak sekadar pelatihan teknis. Ia lahir dari kegelisahan atas minimnya ruang bagi perempuan terutama perempuan muda dan penyandang disabilitas dalam dunia produksi media dokumenter yang masih didominasi laki-laki.
Selain itu, kesenjangan generasi dalam keluarga juga menjadi latar belakang kuat dibentuknya komunitas ini.
