Logo HUT ke-436, Karya Desainer Lokal Usung Filosofi Medan Tangguh

- Desainer lokal Rizki memenangkan kompetisi logo HUT ke-436 Kota Medan, dan karyanya akan digunakan pada Piala AFF serta Rakernas APEKSI 2026.
- Wali Kota Medan Rico Waas menegaskan pentingnya orisinalitas karya dan melarang penggunaan kecerdasan buatan dalam pembuatan desain logo.
- Dinas Pariwisata menyebut seleksi ketat dari 180 peserta menghasilkan logo dengan filosofi 'Medan Tangguh' yang menggambarkan semangat kemajuan kota.
Medan, IDN Times – Kompetisi desain logo Hari Ulang Tahun ke-436 Kota Medan resmi berakhir. Karya orisinil desainer lokal, Rizki, terpilih sebagai pemenang dan siap menghiasi gelaran Piala AFF serta Rakernas APEKSI 2026 di Kota Medan.
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyerahkan langsung hadiah kepada pemenang di Atrium Plaza Medan Fair, Senin (25/5/2026). Dalam sambutannya, Rico Waas menekankan kompetisi ini berjalan murni dan transparan.
"Selamat sekali lagi untuk Siapa namanya? Rizki? Nah, ini menunjukkan kita tidak saling mengenal ya. Bukan 'ordal' juga ya?" kelakarnya disambut tawa hadirin.
1. Karya Rizki dinilai unggul karena filosofis dan dilengkapi supergraphic yang siap diterapkan di berbagai media publikasi

Kompetisi yang memasuki tahun kedua ini sengaja dibuka untuk perorangan. Tujuannya memberi ruang kreativitas warga Medan tanpa melalui perusahaan tertentu.
"Logo ini tidak dibuat atau dipesan kepada satu company tertentu, atau dibuat sendiri oleh Pemko. Tapi logo ini diserahkan dan dibangun oleh masyarakatnya. Ini wujud nyata dari semangat 'Semua untuk Medan'," kata Rico Waas.
Karya Rizki dinilai unggul karena filosofis dan dilengkapi supergraphic yang siap diterapkan di berbagai media publikasi. Logo ini akan digunakan seluruh instansi Pemko Medan, termasuk untuk menyambut event besar.
"Minggu ini sudah mulai digunakan untuk acara Road to Piala AFF. Kita juga akan gunakan menjadi logo pada Rakernas APEKSI ke-18 tahun 2026, di mana Kota Medan menjadi tuan rumah dan akan dihadiri seluruh Wali Kota se-Indonesia," jelasnya.
2. Rico pesan agar desainer lokal menjaga orisinalitas dan tidak mengandalkan kecerdasan buatan

Rico Waas juga berpesan agar desainer lokal menjaga orisinalitas dan tidak mengandalkan kecerdasan buatan. Dari sekitar 180 karya yang masuk, juri menemukan beberapa desain terindikasi menggunakan AI.
"Titipan saya, kalau buat logo jangan pakai AI! Karena dari 180-an itu, ketahuan ada beberapa yang pakai AI soalnya. Tetaplah berkarya secara orisinal, buatlah karya terbaik untuk Kota Medan kita sendiri," imbaunya.
3. Karakteristik logo tahun ini kuat pada simbol angka usia Kota Medan yang saling menyambung

Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan, M. Odi Anggia Batubara, menyampaikan apresiasi atas kelancaran kompetisi tahun ini. Persaingan disebut sangat sengit, dengan 180 peserta disaring menjadi 10 besar oleh tim juri yang terdiri dari ahli dan akademisi.
"Dari 10 besar ini, kita bawa kepada Pak Wali untuk menentukan mana yang paling terbaik. Dari segi bentuk, filosofi, pencahayaan, hingga komposisi warna menjadi penentu utama siapa yang keluar sebagai pemenang," jelasnya.
Menurut Odi, karakteristik logo tahun ini kuat pada simbol angka usia Kota Medan yang saling menyambung. Desainnya memvisualisasikan semangat "Medan Tangguh" dan "Medan Maju Untuk Semua".
"Karakteristiknya tetap ada tulisan angka yang saling menyambung satu sama lain. Ada gejolak arah ke atas, yang menyimbolkan bahwa Kota Medan adalah kota yang tangguh dan terus maju," pungkasnya.


















