SID, .Feast dan Seringai Konser di Medan, Ini Jadwal dan Tiketnya

- Magnumotion Loud Fest akan digelar di Lapangan Parkir Lotte Grosir, Medan, pada 13 September 2026, setelah edisi Bogor pada 22 Agustus 2026 menarik 9 ribu penonton.
- Festival besutan RESONINE menghadirkan Superman Is Dead, .Feast, Seringai, Stand Here Alone, Fingerprint, Sickobein, Dispencer, Cloath, Sigmarus, dan Infect untuk mempertemukan lintas generasi musik keras.
- Selain festival utama, Road to Magnumotion Loud Fest dan Loud Camp menghubungkan komunitas, musisi, kreator, serta penggemar; tiket Medan seharga Rp150.000 tersedia melalui TipTip.
Medan, IDN Times – Setelah sukses mencatatkan 9 ribu penonton di Bogor, Magnumotion Loud Fest melanjutkan perjalanannya ke Medan. Festival musik keras ini akan digelar pada 13 September 2026 di Lapangan Parkir Lotte Grosir, Kota Medan.
Magnumotion merupakan festival musik yang digagas RESONINE dengan fokus memperkuat koneksi antarkomunitas di skena musik keras Indonesia.
“Komunitas di skena musik keras tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi juga menjadi bagian penting dari ekosistem yang mempertemukan musisi, band independen, kreator, hingga talenta-talenta baru. Loyalitas komunitas inilah yang membuat musik keras tetap relevan dan mampu menjangkau penikmat dari berbagai latar belakang dan kelompok usia,” ujar Abeth Subiyakti, Festival Director Magnumotion by RESONINE, Selasa (9/9/2026).
1. Perpaduan line up lintas generasi

Magnumotion Loud Fest akan melanjutkan perjalanannya ke Medan (Dok. Istimewa) Magnumotion Loud Fest Medan menghadirkan line-up yang merepresentasikan keberagaman spektrum musik keras. Penonton akan disuguhkan penampilan Superman Is Dead, .Feast, Seringai, Stand Here Alone, Fingerprint, Sickobein, Dispencer, Cloath, Sigmarus, dan Infect. Keberagaman line-up tersebut menjadi salah satu cara Magnumotion menghadirkan pengalaman musik keras yang tidak terbatas pada satu generasi maupun satu subgenre.
“Nama-nama dengan perjalanan panjang di skena musik keras hadir berdampingan dengan band dan talenta dari generasi yang lebih baru, menciptakan ruang pertemuan antara penggemar lama dan generasi pendengar berikutnya,” jelas Abeth.
Medan dipilih sebagai salah satu kota dalam rangkaian Magnumotion karena memiliki ekosistem musik dan komunitas yang aktif serta karakter audiens yang kuat. Kehadiran festival ini diharapkan menjadi wadah bertemunya berbagai komunitas musik keras di Medan dan kota-kota sekitarnya.
“Kami tidak ingin Magnumotion hanya diingat karena siapa yang tampil. Yang lebih penting adalah bagaimana orang-orang yang datang bisa pulang dengan koneksi baru, bertemu komunitas baru, atau menemukan band yang belum pernah mereka dengarkan sebelumnya. Hal-hal seperti itu yang membuat sebuah skena terus bergerak,” kata Abeth.
2. Ada Program Road to Loud Fest dan Loud Camp

Magnumotion Loud Fest akan melanjutkan perjalanannya ke Medan (Dok. Istimewa) Sebagai bagian dari upaya memperkuat koneksi antarkomunitas, Magnumotion menghadirkan dua program utama, yaitu Road to Magnumotion Loud Fest dan Magnumotion Loud Camp.
Road to Magnumotion Loud Fest hadir sebagai rangkaian pra-acara yang menjadi perjalanan awal sebelum menuju Loud Fest sebagai perayaan utamanya. Sementara Magnumotion Loud Camp dirancang sebagai ruang interaksi dan transfer pengalaman secara lebih intim antarpelaku skena.
3. Menjangkau berbagai lapisan dalam ekosistem musik keras

Magnumotion Loud Fest akan melanjutkan perjalanannya ke Medan (Dok. Istimewa) Kedua program tersebut menjangkau berbagai lapisan dalam ekosistem musik keras, mulai dari aktivasi komunitas di tingkat akar rumput hingga perayaan besar yang mempertemukan komunitas, musisi, kreator, dan penggemar dalam satu wadah.
Magnumotion Loud Fest Medan sebelumnya telah sukses digelar di Bogor pada 22 Agustus 2026 dengan dihadiri 9 ribu penonton.
Tiket Magnumotion Loud Fest Medan dibanderol Rp150.000 dan sudah dapat dibeli melalui platform TipTip.


















