Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Cara Mengatur Gaji Bulanan agar Aman hingga Akhir Bulan

Kota Medan
4 min read
5 Cara Mengatur Gaji Bulanan agar Aman hingga Akhir Bulan
ilustrasi gajian (Pexels.com/Ahsanjaya)
  • Tetapkan anggaran sejak awal bulan dengan membedakan kebutuhan wajib dan pengeluaran yang bisa ditunda, lalu pegang komitmen agar belanja tetap terkendali.
  • Bagi gaji memakai metode 50/30/20 untuk kebutuhan pokok, keinginan, dan tabungan; pisahkan pula rekening tabungan dari rekening pengeluaran.
  • Hindari gaya hidup hedonis dan lakukan evaluasi akhir bulan untuk mengecek kesesuaian anggaran, tabungan, serta memperbaiki kebiasaan keuangan bulan berikutnya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Menerima gaji setiap bulan tentu menjadi momen yang ditunggu-tunggu. Namun, tanpa pengelolaan yang tepat, uang yang baru masuk ke rekening bisa cepat habis tanpa terasa. Alhasil, belum juga memasuki akhir bulan, kondisi dompet sudah mulai menipis.

Kebiasaan menggunakan uang tanpa perencanaan bisa membuat pengeluaran sulit dikendalikan. Karena itu, penting untuk memiliki cara mengatur gaji bulanan agar kebutuhan tetap terpenuhi tanpa harus khawatir kehabisan uang di tengah bulan.

Mengelola gaji sebenarnya tidak harus rumit. Dengan beberapa kebiasaan sederhana dan perencanaan yang tepat, kamu bisa membuat uang bulanan lebih terarah dan tetap aman hingga waktu gajian berikutnya.

Lantas, bagaimana cara mengatur gaji bulanan agar tidak cepat habis? Yuk, simak tipsnya sampai akhir!

  1. 1. Tetapkan anggaran sejak awal bulan

    ilustrasi menentukan anggaran (unsplash.com/ Towfiqu barbhuiya)
    ilustrasi menentukan anggaran (unsplash.com/ Towfiqu barbhuiya)

    Bukan hanya negara yang perlu untuk menetapkan anggaran, tapi termasuk kita juga. Nah, langkah pertama adalah menentukan anggaran yang akan dikeluarkan di bulan itu. Tujuannya agar kita benar-benar tahu di mana gaji akan diperuntukkan. Apakah ia akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan, atau malah mengikuti keinginan.

    Sejalan dengan itu, maka kita butuh yang namanya komitmen. Bukan sama orang lain, melainkan kepada diri sendiri. Kita harus mampu untuk menahan diri. Serta memahami perbedaan mana yang pengeluaran yang wajib, dan mana yang masih dapat ditunda atau dikesampingkan. Dengan begitu, kita menekan laju pengeluaran dengan cara yang bijak.

  2. 2. Menggunakan metode 50/30/20

    ilustrasi mengatur keuangan (pixabay.com/nattanan23)
    ilustrasi mengatur keuangan (pixabay.com/nattanan23)

    1. Biar makin komplit, ada satu motode yang dapat kita terapkan untuk mendukung usaha kita. Yaitu membagi gaji bulanan pada tiga bagian. Pertama, lima puluh persen untuk kebutuhan pokok, seperti bahan makanan. Kedua, tiga persen untuk sedikit memenuhi keinginan, seperti nongkrong dan semacamnya. Kemudian yang ketiga adalah untuk ditabung.

    Dengan langkah ini, setidaknya kita bisa mengimbangi antara kebutuhan dan keinginan. Bukan kemudian keinginan itu kita tolak mentah-mentah, tapi bagaimana ia diporsikan sebagaimana mestinya. Bukan merupakan prioritas. Sebab yang paling utama adalah kebutuhan sehari-hari, juga tabungan yang harus memadai.

  3. 3. Adanya pemisahan antara rekening tabungan dan pengeluaran

    ilustrasi mengatur keuangan (unsplash.com/Towfiqu barbhuiya)
    ilustrasi mengatur keuangan (unsplash.com/Towfiqu barbhuiya)

    Harus kita akui, ini adalah langkah cermat. Sebab apa yang menjadikan kebanyakan orang kehilangan gaji sebelum waktunya adalah tidak punya rekening cadangan. Dalam hal ini berfungsi sebagai tabungan. Di mana dana itu tidak boleh diganggu gugat. Kecuali situasi yang benar-benar darurat.

    Sedangkan rekening pengeluaran, tentunya punya peran yang berbeda. Nah, makanya itu, sejak awal gajian, sisihkan memang untuk rekening tabungan. Takutnya malah kecolongan lagi, isi dompet meronta lagi. Mau sampai kapan begitu terus?

  4. 4. Jangan bergaya hidup hedonis

    ilustrasi belanja (pexels.com/Max Fischer)
    ilustrasi belanja (pexels.com/Max Fischer)

    Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), mendefinisikan hedonisme sebagai pandangan yang menganggap kesenangan dan kenikmatan materi sebagai tujuan utama dalam hidup. Apakah ada yang terkena gaya hidup demikian? Tentu jawabannya iya. Betapa banyak orang yang hari ini kita saksikan berseliweran di beranda media sosial dengan gaya yang super duper hedonis.

    Tapi, dari situlah kita mengambil pelajaran, bahwa orientasi kita jangan hanya untuk kenikmatan materi. Karena itu tidak bakal menemui ujungnya selama kita masih hidup di muka bumi ini. Sehingga yang paling masuk akal adalah menghargai sebesar atau sekecil apapun gaji yang kita miliki, kemudian mengelolanya dengan sebaik-baiknya.

  5. 5. Lakukan evaluasi di akhir bulan

    ilustrasi melakukan evaluasi keuangan (pixabay.com/stevepb)
    ilustrasi melakukan evaluasi keuangan (pixabay.com/stevepb)

    Ini perlu untuk mengetahui sejauh apa usaha kita bekerja. Apakah kita benar-benar serius, atau masih setengah-setengah, itu dapat tergambar hanya setelah kita melakukan evaluasi. Apakah anggaran yang keluar sudah cocok? Apakah yang ditabung sudah sesuai dengan apa yang diharpkan? Atau malah masih sering inkonsisten.

    Nah, dari sinilah kemudian kita bisa belajar. Untuk menutupi kesalahan di bulan yang lalu, dan berusaha untuk menambalnya bulan depan. Karena bagaimanapun, kita adalah manusia yang tidak luput dari kesalahan, sehingga tugas utama kita adalah jangan berhenti berbenah, termasuk dalam hal keuangan.

    Dari lima tips di atas, mana poin yang sudah kamu terapkan? Atau belum ada sama sekali? Semoga mulai besok, kita sama-sama membangun kebiasaan untuk menumbuhkan kemerdekaan finansial ya.

    Selamat mencoba!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More