Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Hujan Deras Picu Lahar di Sinabung, Mengalir ke Sejumlah Desa

Kota Medan
Hujan Deras Picu Lahar di Sinabung, Mengalir ke Sejumlah Desa
Erupsi Gunung Sinabung terpantau dari Desa Kutarayat, Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, sekitar pukul 00.43 WIB, Kamis (3/9/2026). (IDN Times/Prayugo Utomo)
  • Hujan deras membuat material abu di sekitar aliran sungai bercampur air dan memicu lahar di Gunung Sinabung.
  • Aliran lahar hujan terdampak di sejumlah desa serta sempat mencapai jalan besar karena jalur jembatan berada di lintasannya.
  • Aktivitas vulkanik Gunung Sinabung masih fluktuatif, dengan gempa vulkanik, asap kawah, dan pijaran cahaya masih terpantau.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Karo, IDN Times – Lahar hujan mengalir di sejumlah wilayah sekitar Gunung Api Sinabung setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut, Selasa (8/9/2026). Aliran material vulkanik sempat mencapai jalan besar karena jembatan yang dilalui aliran berada di jalur tersebut.

Kepala Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung, Armen Putra, mengatakan fenomena tersebut terdeteksi sekitar pukul 16.00 WIB. Lahar mengalir ke sejumlah wilayah di sisi timur dan barat Gunung Sinabung.

  1. 1. Abu vulkanik bercampur air hujan memicu lahar mengalir

    SIN_12.jpg
    Gunung Api Sinabung masih memperlihatkan aktivitas vulkanik pada Rabu (2/9/2026). (IDN Times/Prayugo Utomo)

    Armen menjelaskan lahar tersebut terbentuk setelah material abu yang berada di sekitar aliran sungai bercampur dengan air hujan. Hujan deras kemudian membawa material tersebut mengikuti aliran menuju wilayah di sekitar Gunung Sinabung.

    “Laharannya ini kan material abunya banyak kemarin, jadi abunya itulah yang memicu terjadinya lahar. Karena abunya itu yang bercampur dengan air hujan,” kata Armen, Rabu (9/8/2026).

    Menurutnya, campuran air dan material abu membuat aliran menjadi keruh. Air tersebut juga membantu menggerakkan material lain seperti batu-batu yang berada di aliran sungai.

    “Jadi, itu memicu juga sebagai pelumas sebagai material-material atau batu-batu yang ada di sungai tersebut. Karena airnya keruh,” ujarnya.

  2. 2. Lahar mengalir ke sejumlah desa

    SIN_9.jpg
    Para pelajar di SD Negeri 047174, di Desa Kutarayat, Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, tetap menjalankan aktivitas belajar mengajar di saat Gunung Sinabung berada di level III atau siaga, Rabu (2/9/2026). (IDN Times/Prayugo Utomo)

    Armen menyebut sejumlah wilayah terdampak aliran lahar hujan, di antaranya Desa Sigarang-garang, Lau Borus, Sukatendel, hingga Desa Perbaji.

    Aliran lahar bahkan mencapai jalan besar. Kondisi tersebut terjadi karena jembatan yang dilalui aliran berada di jalur jalan.

    “Karena jembatannya itu melalui jalan, ya jadi kena ke jalan besar,” kata Armen.

    Meski alirannya cukup deras, Armen menyebut kondisi tersebut tidak sebesar kejadian lahar pada beberapa tahun sebelumnya.

    “Iya, lumayan deraslah. Tapi tidak terlalu besar juga seperti beberapa tahun yang lalu,” ujarnya.

  3. 3. Aktivitas Sinabung masih fluktuatif

    SIN_15.jpg
    Cahaya merah berpijar terlihat di kawah puncak Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Kamis (3/9/2026) dinihari. Pijaran tersebut berasal dari material vulkanik bersuhu tinggi yang berada di sekitar kawah. (IDN Times/Prayugo Utomo)

    Di tengah fenomena lahar hujan, aktivitas vulkanik Gunung Sinabung hingga saat ini masih terpantau. Armen mengatakan gempa-gempa vulkanik masih terjadi dan aktivitas gunung masih mengalami fluktuasi.

    Secara visual, asap dari kawah masih terlihat tebal dan berwarna kebiruan. Selain itu, pijaran cahaya merah dari dalam gunung juga masih terlihat.

    “Gempa-gempa vulkaniknya masih ada. Dilihat untuk Gunung Api Sinabung masih fluktuatif aktivitasnya,” kata Armen.

    Armen menyebut belum ada peningkatan aktivitas hingga saat ini. Namun, aktivitas Gunung Sinabung masih berada pada tingkat tinggi dan statusnya belum mengalami perubahan. “Sampai saat ini belum. Ya, sampai saat ini masih tinggi, tapi masih dalam kategori siaga,” ujarnya.

    Hingga informasi tersebut disampaikan, status Gunung Api Sinabung masih belum berubah. Posisinya masih pada Level III (Siaga).

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More