Kata Bobby Nasution Soal Siswa Diduga Hilang Ingatan Usai Keracunan MBG

- FP, siswi SMA berusia 16 tahun, masih dipantau setelah diduga mengalami hilang ingatan usai keracunan MBG.
- Pemerintah belum memastikan apakah gangguan FP berkaitan dengan kondisi medis, saraf, psikologis, atau trauma.
- FP kini dirawat di Rumah Sakit Adam Malik Medan dan didampingi psikolog serta instansi Pemprov Sumut.
Medan, IDN Times – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution buka suara terkait kondisi FP (16), siswa SMA yang diduga mengalami hilang ingatan setelah keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Bobby mengatakan kondisi kesehatan FP masih dalam pemantauan pemerintah.
Menurut Bobby, gangguan yang dialami Febiola masih perlu diperiksa lebih lanjut untuk mengetahui apakah berkaitan dengan kondisi medis, saraf, maupun faktor psikologis. Pemerintah juga melibatkan psikolog dalam proses pendampingan terhadap siswi tersebut.
1. Kondisi korban masih dipantau secara medis dan psikis

Gubernur Sumut, Bobby Nasution (Instagram @bobbynst) Bobby mengatakan FP memang mengalami gangguan setelah keracunan. Namun, dia belum dapat memastikan bentuk gangguan yang dialami siswa tersebut, termasuk apakah berkaitan dengan saraf atau kondisi psikologis.
“Terkait kasus tersebut, ini masih menjadi pemantauan baik secara psikis dan medisnya yang pasti ada terjadi gangguan terhadap anak kita, terjadi gangguan,” ujar Bobby, Selasa (8/9/2026).
Menurutnya, pemeriksaan masih dilakukan untuk mengetahui penyebab gangguan yang dialami FP. Pemerintah tidak hanya melihat kondisi medis, tetapi juga mempertimbangkan kemungkinan adanya trauma setelah mengalami keracunan.
“Gangguan di sini apakah kita melihat (berdasarkan) tindakan medisnya pemeriksaan dari medisnya, apakah pengaruh dari mood-nya atau sarafnya atau yang lainnya,” ungkap Bobby.
2. FP dipindahkan dari RS Haji ke RS Adam Malik

Elvinus Lusiana Sitanggang, Ibu FP (IDN Times/Indah Permata Sari) FP sebelumnya menjalani perawatan di Rumah Sakit Haji Medan setelah mengalami keracunan. Untuk proses pemulihan, dia kemudian dipindahkan dan kini dirawat di Rumah Sakit Adam Malik Medan.
Bobby menegaskan perpindahan rumah sakit tersebut bukan berarti pemerintah melepas penanganan terhadap korban. Menurutnya, pemindahan dilakukan agar pemeriksaan dan penanganan terhadap kondisi siswa tersebut dapat dilakukan secara lebih maksimal.
Bobby mengatakan pemerintah masih menunggu hasil pemeriksaan untuk mengetahui kondisi Febiola secara lebih menyeluruh. Karena itu, dia belum menyimpulkan apakah dugaan hilang ingatan tersebut disebabkan gangguan saraf atau faktor lainnya.
3. Pemerintah libatkan psikolog untuk dampingi korban

Elvinus Lusiana Sitanggang, Ibu FP saat diwawancarai usai pemeriksaan kesehatan di RS Adam Malik (IDN Times/Indah Permata Sari) Selain pemeriksaan medis, Pemprov Sumut melibatkan psikolog untuk melihat kondisi mental FP. Bobby mengatakan pengalaman keracunan yang dialami siswa tersebut juga perlu dilihat dari kemungkinan munculnya trauma.
“Ya kan kita gak bisa menilai (bagaimana) traumatis seseorang, setelah keracunan itu, apakah dia ada trauma atau segala macam, (apakah) itu mengganggu mental dan segala macam, ini juga kita ikut periksa jadi seluruhnya, bukan hanya segi medis yang lain kita periksa,” ujar Bobby.
Pendampingan terhadap FP akan terus dilakukan hingga kondisi siswa tersebut pulih. Bobby mengatakan penanganan juga melibatkan Dinas Kesehatan Sumut serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
















