Radius Bahaya Sinabung Dikurangi, Warga Kuta Tengah Dipulangkan
- PVMBG mengurangi radius sektoral Gunung Sinabung di sektor selatan-tenggara dari 6 kilometer menjadi 5 kilometer.
- Warga Desa Kuta Tengah dipulangkan dari Desa Sukatepu setelah desa mereka berada di luar zona radius sektoral baru.
- Status Gunung Sinabung tetap Level III Siaga dan masyarakat diminta mengikuti zona rekomendasi serta mewaspadai aliran lahar saat hujan.
Karo, IDN Times – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengubah zona rekomendasi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Radius sektoral pada sektor selatan-tenggara dikurangi dari 6 kilometer menjadi 5 kilometer, sementara radius 3 kilometer dari puncak tetap berlaku.
Perubahan tersebut mulai berlaku pada 6 September 2026 pukul 12.00 WIB. Menyusul kebijakan itu, Satgas Tanggap Darurat Kabupaten Karo memutuskan warga Desa Kuta Tengah yang sebelumnya mengungsi di Desa Sukatepu dipulangkan pada Senin (7/9/2026).
1. PVMBG ubah radius sektoral Sinabung menjadi 5 kilometer

Gunung Sinabung terus menunjukkan aktivitas vulkaniknya, Kamis (3/9/2026). Cahaya merah dan asap terus ke luar dari kawah Sinabung. (IDN Times/Prayugo Utomo) PVMBG Badan Geologi menyatakan status aktivitas Gunung Sinabung masih berada pada Level III (Siaga). Status tersebut telah berlaku sejak 31 Agustus 2026.
Berdasarkan hasil pemantauan hingga 6 September 2026, asap kawah terlihat berwarna putih dengan intensitas tebal dan ketinggian sekitar 300–500 meter di atas puncak kawah.
“Pengamatan menggunakan pesawat nirawak atau drone juga tidak menunjukkan adanya pertumbuhan kubah lava baru. Selain itu, tidak terekam gempa guguran yang mengindikasikan kondisi kubah lava lama masih stabil,” tulis keterangan Dinas Komunikasi dan Informatika Karo pada Senin (7/9/2026).
Atas dasar pemantauan tersebut, PVMBG mengubah zona rekomendasi dari sebelumnya radius 3 kilometer dari puncak serta radius sektoral 6 kilometer di sektor selatan-tenggara menjadi radius 3 kilometer dari puncak dan radius sektoral 5 kilometer di sektor yang sama.
2. Warga Kuta Tengah dipulangkan dari pengungsian

Anak-anak penyinta erups Gunung Api Sinabung bermain bersama polisi di pengungsian Desa Sukatepu, Kecamatan Namanteran, Kamis (3/9/2026). (IDN Times/Prayugo Utomo) Satgas Tanggap Darurat Kabupaten Karo kemudian menggelar rapat khusus untuk menindaklanjuti perubahan zona rekomendasi tersebut. Rapat dipimpin Dandim 0205/TK Letkol Inf Robert Panjaitan selaku Ketua Satgas Tanggap Darurat bersama Kapolres Karo AKBP Pebriandi Haloho sebagai Wakil Ketua Satgas, Sekda Karo Gelora Kurnia Putra Ginting, dan Kalaksa BPBD Karo Juspri M. Nadeak.
Hasil rapat memutuskan pengungsi asal Desa Kuta Tengah yang berada di Desa Sukatepu dipulangkan ke desa mereka pada Senin (7/9/2026).
Keputusan itu diambil setelah pemerintah daerah menyesuaikan kondisi wilayah dengan radius sektoral baru yang ditetapkan PVMBG. Desa Kuta Tengah dinyatakan tidak termasuk dalam zona radius sektoral 5 kilometer tersebut.
Sebelumnya, sebanyak 418 warga Kuta Tengah berada di lokasi pengungsian akibat peningkatan aktivitas Gunung Sinabung.
3. Status Sinabung tetap Siaga, warga diminta waspada

Gunung Api Sinabung masih memperlihatkan aktivitas vulkanik pada Rabu (2/9/2026). (IDN Times/Prayugo Utomo) Meskipun radius sektoral dikurangi, Satgas Tanggap Darurat mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap situasi Gunung Sinabung sudah sepenuhnya aman.
PVMBG masih mempertahankan status Gunung Sinabung pada Level III atau Siaga. Karena itu, masyarakat tetap diminta mengikuti ketentuan zona rekomendasi dan perkembangan aktivitas gunung.
Selain potensi bahaya langsung dari aktivitas vulkanik, masyarakat juga diminta mewaspadai ancaman sekunder berupa aliran lahar, terutama ketika hujan turun. Aliran lahar dapat mengikuti alur sungai yang berhulu di kawasan Gunung Sinabung.
Satgas Tanggap Darurat juga mengimbau masyarakat untuk terus mengikuti informasi dan arahan resmi dari PVMBG serta pemerintah daerah.
Perubahan zona rekomendasi tersebut menjadi dasar bagi pemerintah untuk menyesuaikan langkah penanganan pengungsi. Namun, pemantauan terhadap Gunung Sinabung tetap dilakukan karena tingkat aktivitasnya masih berada pada Level III (Siaga).

![[FOTO] Sinabung Bergejolak, Kehidupan Tetap Bergerak](https://image.idntimes.com/post/20260902/sin_5_8e00efb6-baf1-4806-97e6-3e6b9b81e34a_watermarked_idntimes-2.jpg)
















