Erupsi Gunung Anak Krakatau, 26 Penerbangan Medan-Jakarta Dibatalkan

- Erupsi Anak Krakatau selama 5–6 September 2026 memicu pembatalan 26 penerbangan Kualanamu–Jakarta dan sebaliknya, menyusul penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta serta Halim Perdanakusuma.
- Pembatalan sejak pukul 04.00 WIB melibatkan Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Batik Air, dan Pelita Air; ribuan penumpang mengantre untuk menjadwal ulang atau mengajukan refund.
- Penerbangan domestik lain, termasuk Batam dan Pekanbaru, serta rute internasional tetap normal. Angkasa Pura meminta penumpang mengecek status penerbangan kepada maskapai sebelum berangkat.
Medan, IDN Times – Akibat erupsi Anak Gunung Krakatau, sebanyak 26 penerbangan dari Bandara Internasional Kualanamu (KNO), Deli Serdang, Sumatra Utara tujuan Jakarta dan sebaliknya dibatalkan pada Minggu (6/9/2026).
Semburan vulkanik Anak Gunung Krakatau di perairan Selat Sunda, antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatra, terjadi sejak dua hari terakhir, yakni Sabtu-Minggu, 5-6 September 2026.
1. Pembatalan dilakukan sejak penerbangan pertama

Suasana Bandara Kualanamu International Airport (KNIA) Deli Serdang usai pesawat Saudi Arabian Airlines mendarat darurat, Selasa (17/6/2025) (IDN Times/Prayugo Utomo) Manager of Corporate Affairs PT Angkasa Pura Aviasi KNO, Mohamad Hikmat Hidayat melalui Humas PT Angkasa Pura Aviasi KNO, M Zul Andrika, merinci pembatalan dilakukan sejak penerbangan pertama pukul 04.00 WIB.
Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten (CGK) juga ditutup hingga pukul 13.30 WIB, dan Bandara Internasional Halim Perdanakusuma, Jakarta (HLP) ditutup hingga pukul 14.00 WIB. Penutupan dilakukan karena abu vulkanik dapat membahayakan keselamatan penerbangan.
Adapun maskapai yang membatalkan penerbangan rute KNO-Jakarta dan sebaliknya yaitu Garuda Indonesia, Citilink, Lion Air, Batik Air, dan Pelita Air.
2. Ribuan penumpang antre reschedule

Suasana Bandara Kualanamu International Airport (KNIA) Deli Serdang usai pesawat Saudi Arabian Airlines mendarat darurat, Selasa (17/6/2025) (IDN Times/Prayugo Utomo) Akibat pembatalan tersebut, ribuan penumpang dari lima maskapai harus antre untuk melakukan reschedule atau penjadwalan ulang keberangkatan pada Senin (7/9/2026).
Penumpukan terjadi di sejumlah loket check-in, seperti loket B, C, dan D. Para calon penumpang terlihat antre dengan tertib untuk melakukan penjadwalan ulang. Sebagian penumpang lainnya memilih melakukan refund tiket pembelian secara daring dan membeli tiket untuk keberangkatan esok hari.
"Jika intensitas semburan abu vulkanik Anak Gunung Krakatau semakin tinggi, yang saat ini statusnya Level III Siaga, dipastikan pembatalan penerbangan tujuan Jakarta akan terus bertambah," kata Zul Andrika, Minggu (6/9/2026) siang.
3. Penerbangan lainnya tetap normal

Suasana di Terminal Keberangkatan Bandara Kualanamu (IDN Times/Doni Hermawan) Zul Andrika menambahkan, penerbangan tujuan domestik lain seperti Batam dan Pekanbaru masih beroperasi normal. Begitu pula penerbangan internasional tidak terdampak abu vulkanik sehingga operasional berjalan seperti biasa.
Melalui pemberitahuan resmi, PT Angkasa Pura Aviasi mengimbau seluruh pengguna jasa KNO untuk mengecek kembali status dan jadwal penerbangan melalui maskapai masing-masing sebelum melakukan perjalanan.
"Kami memahami bahwa perubahan atau penyesuaian perjalanan dapat menimbulkan ketidaknyamanan. Atas segala ketidaknyamanan yang mungkin terjadi, kami memohon maaf dan mengucapkan terima kasih atas pengertian serta kerja sama seluruh pengguna jasa," pungkasnya.

















![[BREAKING] Gempabumi Magnitudo 4,9 Guncang Tapanuli Selatan](https://image.idntimes.com/post/20250330/bencana-gempa2-600x400-0d54f2f4269dc94170f1e09739d8c76c.jpg)

![[FOTO] Sinabung Bergejolak, Kehidupan Tetap Bergerak](https://image.idntimes.com/post/20260902/sin_5_8e00efb6-baf1-4806-97e6-3e6b9b81e34a_watermarked_idntimes-2.jpg)