Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sinabung Masih Siaga, PVMBG Ubah Radius Bahaya Jadi 5 Km

Kota Medan
Sinabung Masih Siaga, PVMBG Ubah Radius Bahaya Jadi 5 Km
Cahaya merah berpijar terlihat di kawah puncak Gunung Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, Kamis (3/9/2026) dinihari. Pijaran tersebut berasal dari material vulkanik bersuhu tinggi yang berada di sekitar kawah. (IDN Times/Prayugo Utomo)
  • PVMBG mempersempit radius sektoral bahaya Gunung Sinabung di sektor selatan-timur dari 6 kilometer menjadi 5 kilometer.
  • Status aktivitas Gunung Sinabung tetap Level III Siaga karena aktivitasnya masih tinggi, meski belum ada kubah lava baru.
  • Masyarakat, wisatawan, dan pendaki dilarang memasuki zona rekomendasi serta diminta mewaspadai aliran lahar.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Karo, IDN Times – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengubah zona rekomendasi bahaya Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Radius sektoral di sisi selatan-timur gunung yang sebelumnya 6 kilometer kini dipersempit menjadi 5 kilometer. Perubahan tersebut berlaku mulai 6 September 2026 pukul 12.00 WIB. Meski radius rekomendasi diubah, status aktivitas Gunung Sinabung tetap berada pada Level III (Siaga).

Dalam laporan bernomor 1513.Lap/GL.03/BGL/2026, Kepala Badan Geologi Lana Saria, menyebut hasil pemantauan hingga 6 September menunjukkan aktivitas Sinabung masih tinggi. Masyarakat, wisatawan, dan pendaki tetap dilarang beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari puncak serta radius sektoral 5 kilometer di sektor selatan-timur.

  1. 1. Radius sektoral Sinabung dipersempit dari 6 jadi 5 km

    SINABUNG_7.jpg
    Gunung Sinabung terus menunjukkan aktivitas vulkaniknya, Kamis (3/9/2026). Cahaya merah dan asap terus ke luar dari kawah Sinabung. (IDN Times/Prayugo Utomo)

    Sebelumnya, zona rekomendasi Gunung Sinabung mencakup radius 3 kilometer dari puncak serta radius sektoral 6 kilometer untuk sektor selatan-timur.

    Mulai 6 September 2026 pukul 12.00 WIB, PVMBG mengubah radius sektoral tersebut menjadi 5 kilometer. Sementara radius 3 kilometer dari puncak tetap berlaku. “Perubahan ini dilakukan berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental Gunung Sinabung yang dilakukan secara intensif hingga 6 September,” tulis Lana Saria dalam keterangannya.

    PVMBG tetap meminta masyarakat, wisatawan, dan pendaki tidak melakukan aktivitas di dalam zona rekomendasi tersebut.

  2. 2. Aktivitas masih tinggi, tapi belum ada kubah lava baru

    SINABUNG_1.jpg
    Petani tetap beraktivitas di tengah intensitas erupsi Gunung Api Sinabung, Kabupaten Karo, Sumatra Utara, Kamis (3/9/2026). (IDN Times/Prayugo Utomo)

    Meski status Sinabung tetap Siaga, pemantauan terbaru menunjukkan belum terdapat pertumbuhan kubah lava baru dari pusat erupsi.

    Pengamatan visual menggunakan pesawat nirawak atau drone juga tidak menunjukkan adanya kubah lava baru. Selain itu, tidak terekam gempa guguran yang mengindikasikan kubah lava lama masih dalam kondisi stabil.

    PVMBG juga mencatat gempa yang berkaitan dengan suplai magma dan peningkatan tekanan pada kedalaman dangkal, yakni gempa vulkanik dalam (VA) dan vulkanik dangkal (VB), masih terjadi. Namun, jumlahnya disebut tidak signifikan.

    Di sisi lain, gas sulfur dioksida (SO2) masih terpantau tinggi. Asap kawah juga terlihat berwarna putih dengan intensitas tebal dan ketinggian sekitar 300–500 meter di atas puncak kawah.

    “Berdasarkan keseluruhan hasil pemantauan tersebut, Badan Geologi menilai tingkat aktivitas Gunung Sinabung masih tinggi sehingga status Level III (Siaga) tetap dipertahankan,” tambahnya.

  3. 3. Warga tetap diminta waspada terhadap lahar

    GOY_0908.JPG
    Kondisi pengungsian penyintas erupsi Sinabung di Desa Sukatepu, Kecamatan Namanteran. (IDN Times/Prayugo Utomo)

    Selain ancaman langsung dari aktivitas erupsi, masyarakat juga diminta mewaspadai bahaya sekunder berupa aliran lahar, khususnya ketika memasuki musim hujan.

    Lahar dapat mengalir melalui sungai-sungai yang berhulu di puncak Gunung Sinabung, terutama pada sektor barat daya. Karena itu, perubahan kondisi cuaca tetap menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan masyarakat di sekitar gunung.

    Pemerintah daerah, termasuk BPBD Sumatera Utara dan BPBD Kabupaten Karo, diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan Gunungapi Sinabung di Desa Ndokum Siroga.

    Evaluasi tingkat aktivitas Sinabung akan dilakukan secara berkala atau sewaktu-waktu apabila terjadi perubahan signifikan. Masyarakat diminta tetap tenang, waspada, dan mengikuti arahan pihak berwenang.

    “Informasi terbaru mengenai aktivitas Gunung Sinabung dapat diakses melalui aplikasi MAGMA Indonesia serta kanal resmi PVMBG dan Badan Geologi,” ujarnya

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More