Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kecewa Hasil Diagnosa, Korban Keracunan MBG Karo akan Berobat Alternatif

Kota Medan
Kecewa Hasil Diagnosa, Korban Keracunan MBG Karo akan Berobat Alternatif
Elvinus Lusiana Sitanggang, Ibu FP korban keracunan MBG di Berastagi (IDN Times/Indah Permata Sari)
  • Ibu FP tidak puas karena hasil pemeriksaan di RS Adam Malik menyatakan anaknya normal, sementara keluarga menyebut FP mengalami hilang ingatan dan kejang setelah keracunan MBG.
  • Keluarga menceritakan FP sempat pusing, gatal, muntah, lalu menjalani perawatan dan mengalami kejang hingga tidak sadar sekitar setengah jam; sejak itu ia disebut sulit mengingat keluarga.
  • FP telah menjalani perawatan di lima rumah sakit dan masih dijadwalkan kontrol pada 10 September 2026; keluarga mempertimbangkan pengobatan alternatif atau tradisional.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Medan, IDN Times - Hasil dari diagnosa kesehatan FP, salah satu korban keracunan MBG di Kabupaten Karo, Sumatra Utara telah keluar dari Rumah Sakit Umum Pemerintah (RSUP) H Adam Malik. Hasil diagnosa, kondisi kesehatan FP dinyatakan normal.

Ibu korban, Elvinus Lusiana Sitanggang pun merasa tidak puas dengan hasilnya. Apalagi melihat kondisi anaknya saat ini. "Kata dokternya gak ada penyakitnya, tapi masak (kenapa) anak ku bisa seperti itu. Aku gak puas dengan hasil yang diapakan (dijelaskan dokter)," ucap Elvinus, Selasa (8/9/2026).

FP diketahui telah hilang ingatan sejak menjadi korban keracunan MBG pada 13 Agustus 2026. Dari hasil yang diterima Elvinus, dia mengatakan akan ada observasi selama rawat jalan. Dokter meminta dirinya untuk memvideokan FP jika terjadi kejang-kejang, untuk dapat diberikan obat yang tepat.

"Tadi, kata dokter sewaktu nanti dia kejang ada waktunya observasi dirumah, sewaktu dia nanti masih kejang dirumah dia diambil video kata dokternya biar tahu dokternya untuk memberikan obat," tambahnya.

  1. 1. Elvinus menyatakan FP hilang ingatan saat badannya kejang

    Elvinus Lusiana Sitanggang, ibu FP yang menjadi korban keracunan MBG, berada di Berastagi.
    Elvinus Lusiana Sitanggang, Ibu FP korban keracunan MBG di Berastagi (IDN Times/Indah Permata Sari)

    Dia juga menjelaskan hilang ingatan FP saat badan anaknya kejang dan sempat tak sadarkan diri selama setengah jam. Terhitung sudah hampir sebulan sejak dirawat.

    "Awal mulanya waktu dia keracunan dia pulang ke rumah, tapi waktu di sekolah juga dia sudah pusing sebelum pulang dari rumah.Sampai rumah dia bilang 'mak aku pusing, badan ku juga gatal-gatal'. Saya bilang depan rumah kami itu SMA Negeri 1 Berastagi pada saat itu lalu lalang banyak orang mengantar ke rumah sakit 'ikut-ikutan aja nakku' ku bilang," tuturnya.

    Kemudian, FP tidur. Namun, sebelum tidur, Elvinus ada merasa cemas dan sempat memberikan susu kaleng steril.

    "Karena kulihat guru-guru SMA negeri bagikan susu. Anak ku ini sekolah di SMK Bersama. Aku kasih susu itu baru sedikit ku kasih langsung muntah dia. Lalu, kubawa ke Rumah Sakit Umum Kabanjahe, selama 3 hari kami di sana sampai dirumah langsung kejang dia dari situ awal mulanya dia kejang," kata Elvinus.

  2. 2. Sudah 5 rumah sakit jalani perawatan inap dan rawat jalan

    IMG_20260907_140035.jpg
    FY salah satu korban keracunan MBG saat menjalani pemeriksaan kesehatan di RS Adam Malik (IDN Times/Indah Permata Sari)

    Selama FP dirawat inap maupun rawat jalan, sudah 5 rumah sakit yang didatanginya. Mulai dari Rumah Sakit Umum Kabanjahe, Rumah Sakit Efarina Berastagi, Rumah Sakit Haji Medan, Rumah Sakit Amanda Berastagi, dan Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik.

    Namun, hampir sebulan menjalani perawatan tersebut pihak keluarga tidak merasa puas dan tidak merasa anaknya pulih kembali ingatannya. Apalagi, hasil RS Adam Malik yang menyatakan bahwa hasilnya tidak ada penyakit atau normal.

    Elvinus berencana mengambil langkah untuk merencanakan FP berobat secara alternatif atau tradisional. Hal ini karena secara medis, FP dinyatakan tidak apa-apa. "Rencana ini mau pengobatan alternatif atau tradisional. Kalau hasil medis dibilangnya gak ada. Gak ada penyakitnya katanya, otaknya, ginjalnya, darahnya semuanya bagus katanya," ujar Ibu korban.

  3. 3. Disarankan tetap kontrol kesehatan di RS Adam Malik

    IMG_20260907_134646.jpg
    Elvinus Lusiana Sitanggang, Ibu FP korban keracunan MBG di Berastagi (IDN Times/Indah Permata Sari)

    Selain itu pihak RSUP Adam Malik Medan meminta FP untuk tetap menjalani rawat jalan. Dia gak tahu apakah akan ada pemeriksaan lebih lanjut. "Gak tahu pemeriksaan apa lagi, cuma disuruh kontrol tanggal 10 September 2026 ini. Tadi gak ada dikasih obat. Semalam ada dari psikiatri," ungkap Elvinus.

    Elvinus, menjelaskan kembali ingatan anak memudar dimulai dari memori yang terdekat yakni keluarga. FP tak mengingat nama adik dan kakaknya. "Itukan yang satu rumah. Itu gak diingatnya namanya," tutur ibu FP.

    FP merupakan anak ke 4 dari 6 bersaudara. Pihak keluarga mengatakan hilang ingatan FP, sejak dia keluar dari ICU RS Haji Medan.

    Sementara itu pihak RSUP Adam Malik lewat Humas RSUP H Adam Malik Rosario Dorothy Simanjuntak mengatakan, pasien berinisial FP sedang menjalani proses pengobatan rawat jalan, dan sudah kunjungan ketiga. Namun Rosa tidak menjelaskan lebih lanjut soal hasil diagnosa.

    "Yang kami terima adalah pasien dengan inisial FP usia 16 tahun. Saat ini sedang menjalani proses pengobatan rawat jalan di RS Adam Malik. Hari ini sudah kunjungan ketiga, kunjungan pertama pasien ini d tanggal 31 Agustus 2026, lalu 6 September dan yang terbaru adalah hari ini 8 September 2026," kata Rossa.

    Pasien FP, lanjut Rossa saat ini ditangani oleh dokter spesialis gastro anak, untuk pemeriksaan lanjutan ada dokter neurologi anak, kemudian dokter spesialis psikiatri. "Dan per hari ini pasien sudah menjalani pemeriksaan EEG untuk mendeteksi adanya gangguan fungsi otak," tambahnya.

    Rossa mengatakan Rumah Sakit Adam Malik tetap berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumut dalam hal penanganan pasien EEG, segala pemeriksaan dan hasil-hasil pemeriksaan tetap kita koordinasi dan laporkan ke Dinkes Provinsi Sumut.

    "Supervisi dilakukan langsung oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sumut, biasanya berkoordinasi langsung dengan dokter penganggungjawab pelayanan yang menaggunghawabi pasien langsung," tuturnya.

    Menurut Rossa, kondisi pasien cukup stabil, Sehingga, untuk saat ini yang diperlukan hanya rawat jalan saja. kontrol masih akan terus berlanjut. "Dan sepertinya memang masih dengan jangka waktu yang cukup lama," ucapnya.

    Untuk pembiayaan pasien saat ini digunakan dengan BPJS Kesehatan. "Kita juga terima rujukan yaitu menggunakan rujukan BPJS Kesehatan dari RS Efarina Etaham," tutup Rossa.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More