Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Dampak Asap Karhutla, Sumut Bakal Berlakukan Sekolah Daring

Kota Medan
Dampak Asap Karhutla, Sumut Bakal Berlakukan Sekolah Daring
Kondisi Kota Palembang yang diselimuti kabut asap akibat Karhutla. (IDN Times Rangga Efrizal)
  • Sebaran asap berdampak pada 18 kabupaten/kota di Sumatra Utara dan menurunkan jarak pandang hingga 500 meter di sejumlah wilayah.
  • BBMKG memantau pergerakan asap mengikuti angin dari tenggara, sementara sumber asap yang menyelimuti wilayah terdampak belum dapat dipastikan.
  • Pemprov Sumut menyiapkan pembelajaran jarak jauh bagi pelajar apabila kondisi udara dinilai membahayakan kesehatan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Medan, IDN Times — Sebanyak 18 kabupaten/kota di Sumatra Utara terdampak sebaran asap pada Selasa (8/9/2026). Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang di sejumlah wilayah turun hingga 500 meter.

Kepala Balai Besar Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, mengatakan sebaran asap terpantau bergerak mengikuti pola angin. Pemerintah Provinsi Sumatra Utara juga mulai mengantisipasi dampaknya, termasuk kemungkinan menerapkan pembelajaran jarak jauh apabila kondisi udara dinilai membahayakan pelajar.

  1. 1. Asap berdampak ke 18 kabupaten/kota

    Kondisi Kota Palembang yang diselimuti kabut asap akibat Karhutla.
    Kondisi Kota Palembang yang diselimuti kabut asap akibat Karhutla. (IDN Times Rangga Efrizal)

    Hendro mengatakan berdasarkan pantauan citra sebaran asap, wilayah yang terdampak meliputi Kabupaten Asahan, Batubara, Simalungun, Samosir, Toba, Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara, Tapanuli Utara, Tapanuli Tengah, Tapanuli Selatan, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Mandailing Natal, serta Kota Tanjungbalai, Sibolga, Padangsidimpuan, dan Pematangsiantar.

    Namun, BBMKG belum dapat memastikan sumber asap yang menyelimuti wilayah tersebut. Berdasarkan pemantauan, sebaran asap bergerak ke arah barat laut mengikuti pola angin yang bertiup dari tenggara.

    “Sebaran asap tersebut bergerak ke arah barat laut, mengikuti pola angin yang bertiup dari arah tenggara,” ujar Hendro dalam keterangan tertulisnya.

    Pada Senin (7/9/2026), BBMKG juga mendeteksi 26 titik panas atau hotspot di Sumatra Utara. Empat di antaranya terpantau berada di Labuhanbatu Utara, Padang Lawas Utara, dan Tapanuli Selatan.

  2. 2. Jarak pandang turun hingga 500 meter

    ilustrasi kendaraan dan kabut asap
    ilustrasi kendaraan dan kabut asap (pexels.com/Sanjeed Quazi)

    Sebaran asap tersebut berdampak terhadap jarak pandang di sejumlah wilayah. Pada Selasa, jarak pandang tercatat berada pada kisaran 500 meter hingga 5 kilometer.

    Data tersebut diperoleh dari hasil pengamatan Stasiun Meteorologi Silangit, Stasiun Meteorologi F.L. Tobing Sibolga, dan Stasiun Meteorologi Aek Godang.

    “Hal itu berdasarkan pengamatan dari Stasiun Meteorologi Silangit, Stasiun Meteorologi F.L. Tobing Sibolga, dan Stasiun Meteorologi Aek Godang,” kata Hendro.

    BBMKG juga memantau konsentrasi PM2.5 atau partikel sangat kecil di udara. Peningkatan konsentrasi partikel tersebut menjadi salah satu indikator kondisi kualitas udara di wilayah terdampak.

    Hendro mengimbau masyarakat yang berada di wilayah dengan jarak pandang rendah akibat asap dan kabut agar lebih berhati-hati saat berkendara. Masyarakat juga diminta menjaga jarak aman dan menggunakan perlengkapan yang sesuai dengan kondisi.

  3. 3. Sumut siapkan opsi sekolah daring

    ilustrasi sekolah daring (pexels.com/katerina-holmes)
    ilustrasi sekolah daring (pexels.com/katerina-holmes)

    Gubernur Sumatra Utara Bobby Nasution meminta masyarakat yang wilayahnya terdampak asap mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jika harus keluar rumah, masyarakat dianjurkan menggunakan masker.

    “Kalau untuk aktivitas normal di luar rumah, kita anjurkan ditahan. Tapi aktivitas yang memang tidak bisa terhindarkan di luar rumah, kita anjurkan pakai alat tambahan seperti masker,” ujar Bobby kepada wartawan di Jalan Letda Soejono, Selasa (8/9/2026).

    Bobby mengatakan pemerintah masih menunggu informasi lebih lengkap mengenai kondisi asap yang masuk ke sejumlah wilayah. Jika kondisi tersebut dinilai sudah membahayakan kesehatan, Pemprov Sumut menyiapkan opsi pembelajaran jarak jauh bagi pelajar.

    “Tapi kalau memang sudah terlalu membahayakan, kami akan coba sebuah skema belajar jarak jauh. Nanti kita akan timbang dari SD sampai dengan SMA,” katanya.

    Selain itu, Bobby meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di kabupaten/kota aktif memantau lokasi yang rawan kebakaran. Jika ditemukan lahan terbakar, penanganan diminta dilakukan secepat mungkin.

    “Ada beberapa titik yang memang sudah kami tinjau. Dan kami kasih estimasi waktu pemadaman jangan lebih dari dua hari. Dan alhamdulillah dari beberapa titik kemarin tidak ada lagi dari dua hari,” ungkapnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More