Dinas Kesehatan Karo Beberkan Hasil Laboratorium MBG Positif Bakteri

- Dinkes Karo merilis hasil uji makanan MBG terkait dugaan keracunan puluhan siswa pada 13 Agustus 2026, dengan sampel dari dua sekolah di Berastagi dan dapur penyedia.
- Seluruh parameter kimia, termasuk boraks, formalin, arsen, sianida, dan nitrat, dinyatakan negatif pada sampel nasi, lauk, sayur, melon, serta bahan mentah.
- Uji mikrobiologi menemukan Bacillus cereus pada nasi, Staphylococcus aureus pada ikan dan muntahan korban, serta E. coli pada melon; Dinkes menyebut faktor biologis sebagai penyebab.
Medan, IDN Times – Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Karo, Mardin Purba, merilis hasil pemeriksaan laboratorium terhadap makanan program Makan Bergizi Gratis atau MBG yang diduga menyebabkan puluhan siswa keracunan di Kabupaten Karo pada 13 Agustus 2026.
Mardin menjelaskan, sampel diambil langsung dari sisa makanan di dua sekolah terdampak di Berastagi dan dari dapur penyedia MBG. Pemeriksaan dilakukan oleh UPTD Laboratorium Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara.
“Hasil pemeriksaan laboratorium dilakukan oleh Dinas Kesehatan Provinsi melalui UPTD Laboratorium. Ini dilatarbelakangi dengan kejadian kasus tanggal 13 Agustus 2026. Pada saat itu kita langsung mengambil sampel makanan dari sisa makanan yang ada di sekolah dan juga dapur,” ujar Mardin di Medan, Senin (8/9/2026).
1. Parameter kimia negatif

256 Siswa di Karo Dirawat Diduga Keracunan MBG (Dok. KPPG Sumut) Berdasarkan hasil kimia yang diterima pada 14 Agustus 2026, seluruh sampel dinyatakan negatif.
“Dan semua parameter terkait dengan pemeriksaan parameter kimia hasilnya negatif. Antara lain boraks, formalin, arsen, sianida, dan nitrat. Jadi ini semua negatif,” katanya.
Sampel yang diuji meliputi nasi, ikan dencis saus, tahu goreng saus, sayur, melon, dan mentahan.
2. Ditemukan tiga jenis bakteri di sampel sekolah

256 Siswa di Karo Dirawat Diduga Keracunan MBG (Dok. KPPG Sumut) Sementara hasil uji mikrobiologi tanggal 16 Agustus 2026 menunjukkan adanya bakteri pada beberapa sampel makanan dari sekolah.
Hasil tersebut sejalan dengan dokumen hasil uji UPTD Labkes Dinkes Sumut yang diterima media.
Bakteri pada Sampel Sekolah:
1. Nasi: Positif Bacillus cereus
2. Ikan Dencis Saus: Positif Staphylococcus aureus
3. Buah Melon: Positif Escherichia coli atau E. coli
“Dari hasil pemeriksaan parameter bakteriologi, sampel dari nasi di sekolah itu positif Bacillus cereus. Sampel dari ikan dencis pakai saus dari sekolah positif Staphylococcus aureus. Sampel melon dari sekolah positif E. coli,” ujar Mardin.
Selain itu, dari sampel muntahan salah satu korban juga ditemukan bakteri Staphylococcus aureus.
3. Hasil uji jamur bervariasi

256 Siswa di Karo Dirawat Diduga Keracunan MBG (Dok. KPPG Sumut) Pemeriksaan jamur juga dilakukan pada sampel dari sekolah dan dapur. Hasilnya berbeda.
“Nasi dari sekolah pemeriksaan jamur negatif. Kemudian pemeriksaan nasi dari dapur itu positif jamur. Tahu goreng dari sekolah positif, tahu goreng dari dapur negatif. Melon dari sekolah positif, melon dari dapur positif. Sayur dari sekolah positif, dan sayur dari dapur negatif,” jelasnya.
Mardin menegaskan, penyebab keracunan berasal dari faktor biologis atau bakteri.
“Jadi barangkali terkait dengan hasil pemeriksaan laboratorium, dari hasil yang kita terima dari Laboratorium Kesehatan Provinsi Sumatera Utara seperti yang kami sampaikan tadi. Jadi parameternya, ada beberapa parameternya yang ada positif bakteriologinya,” pungkasnya.





















