Gedung Sekolah Rakyat Medan 90 Persen Rampung, Tampung 270 Siswa SD-SMA

- Pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat Medan di Jalan Flamboyan telah mencapai 90% dan ditargetkan selesai Juli 2026 untuk menampung 270 siswa dari jenjang SD hingga SMA.
- Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyebut Sekolah Rakyat juga menyasar anak jalanan serta keluarga tak terdata, sebagai bagian dari komitmen nasional memperluas akses pendidikan bagi kelompok rentan.
- Wali Kota Medan Rico Waas memastikan Pemko fokus membenahi akses jalan dan drainase menuju Sekolah Rakyat agar siap digunakan saat tahun ajaran baru dimulai.
Medan, IDN Times - Gedung permanen Sekolah Rakyat di Jalan Flamboyan, Kota Medan, hampir rampung 90 persen dengan luas 6 hektare. Menteri Sosial, Saifullah Yusuf memastikan pembangunan ditarget selesai Juli 2026 agar bisa dipakai proses belajar mengajar Tahun Ajaran 2026/2027.
"Terima kasih Pak Rico yang sudah menyediakan lahan 6 hektar. Atas arahan Presiden, pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat diselenggarakan tahun ini di lebih dari 100 titik, salah satunya di Kota Medan. Alhamdulillah, Kota Medan pembangunannya hampir 90 persen," ujar Mensos saat Open House Sekolah Rakyat di Sentra Bahagia Medan, pada Senin (15/6/2026).
Pembangunan gedung permanen berada di bawah mandat Kementerian PU menggunakan APBN. Untuk tahap awal, Sekolah Rakyat Flamboyan akan menampung 270 siswa jenjang SD, SMP, dan SMA. Jumlah itu naik hampir 3 kali lipat dari 98 calon siswa aktif yang saat ini dibina di Sentra Bahagia dan akan pindah ke lokasi baru.
1. Ada 98 siswa Sekolah Rakyat di Sentra Bahagia kini lebih disiplin

Sebelas bulan pembinaan di Sentra Bahagia membuahkan hasil. Mensos melihat 98 siswa kini lebih disiplin dan fokus belajar.
"Saya gembira selama 11 bulan pembelajaran berjalan baik, dikawal langsung Pak Wali Kota. Anak-anak sudah mulai terlihat: lebih disiplin, fokus belajar, dan prosesnya bisa dilihat orangtua," katanya.
2. Sekolah Rakyat juga menyasar pada anak jalanan

Peningkatan kapasitas dari 98 ke 270 siswa menjadi bukti komitmen "memuliakan the invisible people". Mensos menegaskan Sekolah Rakyat juga menyasar anak jalanan dan keluarga tak terdata DTSEN. "Terkadang di lapangan kita temukan keluarga tak ada datanya tapi realitanya memenuhi kriteria. Nanti akan dilakukan pemutakhiran," ujarnya.
Secara nasional, dari 143 titik Sekolah Rakyat, 93 titik sudah dalam proses pembangunan. Sekitar 60 titik ditargetkan selesai akhir Juli 2026, sisanya Agustus-September. Tahun ini 45 ribu siswa sudah belajar di Sekolah Rakyat se-Indonesia. Ditargetkan tahun 2027 jadi 100 ribu, 2028 jadi 200 ribu, dan 2029 di atas 400 ribu siswa.
3. Pemko Medan fokus dalam pembenahan akses jalan

Sementara itu, Wali Kota Medan Rico Waas menegaskan Pemko Medan mendukung penuh. Saat ini fokus pembenahan ada pada akses jalan.
"Pembangunan akses seperti drainase di sekitar Sekolah Rakyat memang belum rampung, tapi sekarang sudah mulai pembenahan. Intinya Pemko Medan bersama Kemensos. Mudah-mudahan tahun ini sudah mulai berjalan," kata Rico.















