Tangan tersangka diborgol (IDN Times/Eko Agus Herianto)
Aksi tawuran yang melibatkan puluhan remaja ini terjadi di Lingkungan II Kelurahan Belawan Sicanang, Medan Belawan, Sabtu (4/4/2026) lalu. Kelompok tawuran yang diketahui berasal dari Pulau Ambon masuk ke kampung Sicanang Belawan pada tengah malam. Tepat di rumah mantan polisi bernama Horas, ada anak-anak muda yang sedang nongkrong. Di sanalah mereka diserang kelompok Pulau Ambon.
"Anak muda sekitar lingkungan saya memang sering ngumpul di sini, tapi bukan untuk tawuran. Mereka masih anak sekolah, ngumpul sebatas kumpul. Namun berhubung pernah terjadi clash, jadi datang massa dari Pulau Ambon, disambut oleh anak-anak ini. Sehingga terjadi perkelahian antara dua kubu," kata Horas, Selasa (7/4/2026) lalu.
Anak-anak yang berada di kampungnya tak dapat membendung serangan dari kelompok Pulau Ambon. Akhirnya mereka lari bahkan ada yang terluka. Namun Horas kaget ketika kelompok tawuran itu justru menjarah warung dan rumahnya.
"Menurut penilaian saya selama pernah bertugas sepanjang lebih dari 20 tahun di kepolisian, saya punya insting, saya punya feeling, bahwa aksi tawuran ini ada aktor intelektual di baliknya. Korban memang banyak jatuh anak-anak sini, kena bacok, kena panah, kena lempar. Tapi yang paling sadis, kenapa jadi rumah saya yang kena imbasnya juga?," lanjut eks Polri itu.