Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Prestasi internasional diraih siswa MAN 2 Padangsidimpuan (Dok. Kemenag Sumut)
  • Lima siswa Kirmanda MAN 2 Padangsidimpuan meraih medali perak WYIIA 2026 di Universitas Brawijaya, kompetisi internasional yang diikuti peserta dari 11 negara.

  • Tim meneliti ketahanan tradisi Mangupa dalam pernikahan Batak Angkola melalui studi pustaka, wawancara tokoh adat, dan observasi, lalu mempresentasikannya dalam bahasa Inggris.

  • Guru pembimbing dan kepala madrasah menilai prestasi ini hasil kerja keras serta dukungan sekolah, sekaligus diharapkan mendorong budaya penelitian di lingkungan madrasah.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2026

Lima siswa MAN 2 Padangsidimpuan meraih medali perak pada World Youth Invention and Innovation Award (WYIIA) melalui riset tentang tradisi Mangupa.

Kamis (5/11/2026)

Pembimbing Yusra Tri Rahayu menyatakan capaian tersebut membuktikan madrasah mampu melahirkan generasi berdaya saing global. Medali dan sertifikat penghargaan diserahkan di Gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya, Malang.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Lima siswa MAN 2 Padangsidimpuan meraih medali perak WYIIA 2026 melalui riset tentang ketahanan tradisi Mangupa dalam upacara pernikahan Batak Angkola.
  • Who?
    Nayla Zivana Siregar, Syakira Fatima Azahra Hasibuan, Ulfiyah Mukhbita Siregar, Ibnu Pranata, dan Amin Rapkah, dibimbing Yusra Tri Rahayu.
  • Where?
    Kompetisi dan penyerahan medali berlangsung di Universitas Brawijaya, Malang, termasuk di Gedung Samantha Krida.
  • When?
    Medali dan sertifikat penghargaan diserahkan pada Kamis, 5 November 2026.
  • Why?
    Tim meneliti keberlanjutan dan relevansi Mangupa sebagai penguat identitas serta nilai spiritual masyarakat Batak Angkola di tengah modernisasi dan globalisasi.
  • How?
    Riset disusun melalui kajian pustaka, wawancara tokoh adat, dan observasi prosesi pernikahan, lalu dipresentasikan dalam bahasa Inggris di hadapan juri akademisi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Lima anak dari MAN 2 Padangsidimpuan mendapat medali perak di lomba dunia di Malang. Mereka meneliti tradisi Mangupa saat pernikahan Batak Angkola. Mereka bertanya kepada tokoh adat dan melihat acara nikah. Lalu mereka menjelaskan dalam bahasa Inggris. Guru Yusra membantu mereka. Sekarang sekolah mereka senang dan berharap anak-anak lain suka meneliti juga.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Medali perak yang diraih tim Kirmanda MAN 2 Padangsidimpuan menunjukkan bahwa riset pelajar dapat mengangkat tradisi lokal ke forum internasional tanpa melepaskan kedalaman identitas budaya. Melalui kajian, wawancara, dan observasi, siswa memadukan ketelitian akademik dengan perhatian pada keberlanjutan nilai spiritual Mangupa di tengah modernisasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Medan, IDN Times – Prestasi internasional diraih siswa MAN 2 Padangsidimpuan. Lima siswa yang tergabung dalam ekstrakurikuler Kelompok Ilmiah Remaja (Kirmanda) berhasil meraih medali perak pada ajang World Youth Invention and Innovation Award (WYIIA) 2026 yang digelar di Universitas Brawijaya, Malang.

Kompetisi riset tingkat internasional tersebut diikuti peserta dari 11 negara. Bidang yang dilombakan meliputi Social Science, Environmental Science, Innovation Science, Life Science, Engineering and Technology, serta Physics. Peserta dari Indonesia didominasi sekolah unggulan nasional.

1. Tampil dengan penelitian Ketahanan Budaya Tradisi Mangupa dalam Upacara Pernikahan Batak Angkola di Tengah Modernisasi

Prestasi internasional diraih siswa MAN 2 Padangsidimpuan (Instagram @inimirmanda)

Tim Kirmanda di bawah bimbingan guru Yusra Tri Rahayu tampil dengan penelitian berjudul Tondi Na Dipatogu, Adat Na Diparngolu: Ketahanan Budaya Tradisi Mangupa dalam Upacara Pernikahan Batak Angkola di Tengah Modernisasi.

Penelitian tersebut mengkaji tradisi Mangupa dalam pernikahan adat Angkola. Fokus kajian adalah bagaimana tradisi tersebut bertahan dan tetap relevan sebagai penguat identitas serta nilai spiritual di tengah modernisasi dan globalisasi.

Untuk menyusun riset, tim melakukan kajian pustaka, wawancara dengan tokoh adat, dan observasi prosesi pernikahan. Hasil penelitian kemudian dipresentasikan dalam bahasa Inggris di hadapan dewan juri yang berasal dari kalangan akademisi Universitas Brawijaya.

Ketua tim Nayla Zivana Siregar (XI EB 1) bersama anggota Syakira Fatima Azahra Hasibuan (XI EB 2), Ulfiyah Mukhbita Siregar (XI EB 2), Ibnu Pranata (XI LS 2), dan Amin Rapkah (XI STEM) bersaing langsung dengan peneliti muda dari SMA Taruna Nusantara, SMA Pradita Dirgantara, SMA Al Azhar, dan SMA Taruna Nala.

2. Buktikan madrasah mampu melahirkan generasi berdaya saing global

Prestasi internasional diraih siswa MAN 2 Padangsidimpuan (Dok. Kemenag Sumut)

Pembimbing Yusra Tri Rahayu mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja keras tim dan dukungan madrasah.

"Keberhasilan ini membuktikan madrasah mampu melahirkan generasi berdaya saing global. Potensi tidak pernah dibatasi oleh tempat seseorang menuntut ilmu," ujarnya, Kamis (5/11/2026).

3. Diharapkan capaian ini memotivasi siswa lain untuk mengembangkan budaya penelitian di lingkungan madrasah

Prestasi internasional diraih siswa MAN 2 Padangsidimpuan (Instagram @inimirmanda)

Sementara itu, Kepala MAN 2 Padangsidimpuan Lobimartua Hasibuan mengapresiasi prestasi tersebut. Ia berharap capaian ini memotivasi siswa lain untuk mengembangkan budaya penelitian di lingkungan madrasah.

"Terima kasih kepada orang tua, guru pembimbing, dan seluruh keluarga besar madrasah. Semoga budaya meneliti terus tumbuh," kata Lobimartua.

Penyerahan medali dan sertifikat penghargaan berlangsung di Gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya, Malang, pada Kamis (5/11/2026).

Curated For You

Editorial Team

Related Article