Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Lapak Dagangan Digusur, Pedagang Robohkan Pagar Kantor Wali Kota Binjai
Massa aksi demostran dari berbagai pedagang yang merobohkan pagar kantor Pemko Binjai, karena tak kunjung dapat menemui Wali Kota Binjai Amir Hamzah (IDN Times/ Bambang Suhandoko)
  • Ratusan pedagang di Binjai menggelar aksi protes di Kantor Wali Kota setelah lapak dagangan mereka digusur oleh Pemko Binjai melalui Satpol PP di beberapa lokasi.
  • Aksi yang awalnya damai berubah ricuh karena Wali Kota Amir Hamzah tak kunjung menemui massa, hingga pagar kantor Pemko Binjai roboh dan jalan utama diblokade.
  • Setelah kericuhan, sejumlah pejabat Pemko Binjai mulai melakukan negosiasi dengan perwakilan pedagang di ruang rapat untuk mencari solusi atas penggusuran tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Binjai, IDN Times - Ratusan pedagang menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Wali Kota Binjai. Massa yang merupakan gabungan pedagang dari beberapa titik yang digusur Pemerintah Kota (Pemko) Binjai, beberapa waktu lalu berharap bisa berdialog langsung oleh Wali Kota Binjai Amir Hamzah, guna mempertanyakan nasib mereka ke depannya.

Namun sayang, keinginan masyarakat tak terpenuhi, hingga akhirnya aksi massa berujung anarkis. Mereka merobohkan pagar kantor di Jalan Jendral Sudirman, Kecamatan Binjai Kota, Kota Binjai, Sumatera Utara, Senin (27/4/2026).

1. Pagar roboh, Wali Kota tak kunjung temui massa aksi

Massa aksi demostran dari berbagai pedagang yang merobohkan pagar kantor Pemko Binjai, karena tak kunjung dapat menemui Wali Kota Binjai Amir Hamzah (IDN Times/ Bambang Suhandoko)

Aksi awalnya berjalan damai, massa aksi demonstran membawa berbagai spanduk untuk menyampaikan aspirasi mereka. Dengan pengawalan ketat dari Satpol PP dan Kepolisian Polres Binjai. Para pedagang terus mengungkapkan aspirasi terkait nasib mereka yang selama ini menyambung hidup dengan berdagang.

Namun sayang, lapak pedagang yang merupakan satu-satunya mata pencarian digusur oleh Pemko Binjai melalui Satpol PP. Ada beberapa titik lapak jualan yang digusur seperti di Jalan Bandung, Kecamatan Binjai Selatan dan Jalan Olahraga, Kecamatan Binjai Timur. "Kami hanya mencari makan untuk menghidupi keluarga kami, bukan untuk mencari kaya," teriak massa dalam aksi.

2. Massa aksi blokade Jalan Sudirman dan duduki Kantor Wali Kota Binjai

Massa pedagang yang digusur oleh pemerintah menduduki kantor Pemko Binjai (IDN Times/ Bambang Suhandoko)

Meski panas terik membakar kulit, tidak menyurutkan langkah mereka agar lapak juala dapat dibuka lagi. Bahkan, massa aksi terus melontarkan teriakan dengan pengeras suara agar mendapat perhatian dari Wali Kota Binjai Amir Hamzah.

"Mana pak Wali, kami hanya ingin bertemu dan berdialog. Jangan sembunyi seolah kami bukan siapa-siapa. Mari kita bicara dan jangan bersembunyi," teriak mereka kembali diteha teriknya matahari.

Namun sayang, orang nomor satu di pemerintahan kota Binjai tak kunjung muncul menemui massa aksi. Hal ini lah yang membuat massa berang dan mereka menggoyang hingga merobohkan pagar Pemko Binjai. Usai melampiaskan amarahnya, kini massa aksi menduduki Kantor Pemko Binjai. Mobil dan kendaraan serta alat aksi dipalang d itengah jalan.

3. Pejabat Pemko Binjai mulai lakukan negosiasi

Massa aksi demonstran memblokade jalan tepat depan kantor pemerintahan kota Binjai (IDN Times/ Bambang Suhandoko)

Salah satu pedagang yang ikut di barisan massa aksi mengaku, sangat kesal apa yang dilakukan pemerintah Kota Binjai. Mereka tidak menyangka apa yang dilakukan sangat melukai hati mereka sebagai pedagang. "Sudah puluhan tahun kami mencari nafkah dengan berdagang. Kenapa kami digusur seolah-olah kami ini berjualan barang haram," lirih pedagang mie ayam.

"Kami tidak habis pikir dengan tindakan yang dilakukan Bapak Wali Kota. Sudah kami bilang, kami hanya mencari nafkah untuk menghidupi anak-anak kami dan bukan mencari kaya. Pak wali, tolong temui kami dan berdialog, jangan hanya bersembunyi di kantor. Sementara kami berpanas-panasan mencari keadilan. Pak wali kenapa bersembunyi," pinta wanita berhijab pedagang sate.

Hingga kini masyarakat masih menduduki kantor Pemko Binjai. Beberapa pejabat d ijajaran pemerintahan mulai melakukan negosiasi dan melakukan pertemuan dengan warga di ruang rapat III Pemko Binjai.

Editorial Team