Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kedai Literacy Coffee Dibobol Maling, Uang Ribuan Dollar Raib
Kedai Literacy Coffee dibobol maling (IDN Times/Eko Agus Herianto)
  • Kedai Literacy Coffee di Medan dibobol maling saat pemiliknya, Jhon Siahaan dan istri, pergi ke Riau menghadiri pemakaman keluarga.
  • Pelaku mencuri uang sekitar $1.700 US, 500 Ringgit Malaysia, serta dua ponsel milik Jhon yang disimpan di dalam kedai.
  • Kerugian ditaksir lebih dari Rp30 juta; pintu dan gembok rusak parah, namun barang elektronik lain seperti laptop dan printer tidak ikut dicuri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Medan, IDN Times - Pemilik kedai Literacy Coffe di Medan Kota bernama Jhon Siahaan mengalami musibah baru-baru ini. Kedai yang menjadi sumber rezeki ia dan istri dibobol maling.

Insiden terjadi saat kedai dalam kondisi tak berpenghuni karena ditinggal pergi ke luar kota beberapa hari saja. Barang berharga seperti ponsel dan uang raib dibawa kabur maling. Bahkan saat Jhon dan istrinya sampai di Medan, keadaan kedai sudah berantakan.

1. Kedai dibobol saat ditinggal pemilik ke luar kota menghadiri acara pemakaman keluarga

Kedai Literacy Coffee (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Kepada IDN Times Jhon menjelaskan kronologis kedainya dibobol maling. Saat itu, ia dan istrinya pergi keluar kota dalam suasana duka. Sebab ayah mertua Jhon meninggal dunia di kampung halaman di Rokan Hilir, Riau.

"Mertua saya meninggal. Jadi saya dan istri berangkat ke acara pemakamannya di Riau. Kami berangkat tanggal 3 April dari Medan sekitar jam 20.00 WIB dengan posisi kedai sudah terkunci. Kami pun langsung berangkat," cerita Jhon kepada IDN Times, Jumat (10/4/2026).

Di Riau, Jhon dan istri menginap di rumah keluarga sampai 5 hari lamanya. Kecurigaan mencuat kala mereka hendak memesan tiket pesawat untuk pulang ke Medan melalui aplikasi Traveloka.

"Tanggal 8 April kami buka aplikasi Traveloka, ternyata username-nya sudah berubah. Saya langsung curiga. Karena ada handphone yang login aplikasi Traveloka dan posisinya kami tinggal di kedai. Saat itu juga, saya inisiatif telepon teman-teman saya di Medan untuk mengecek kedai kopi kami," lanjutnya.

2. Uang $1.700 Dollar US, 500 Ringgit Malaysia, dan 2 handphone hilang

Pemilik Kedai Literacy Coffee Jhon Siahaan (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Kecurigaan Jhon benar adanya. Saat temannya mengecek, kondisi kedai kopi miliknya sudah dibobol maling.

"Teman saya ngasih kabar bahwa pintu belakang sudah lepas dan sudah dibobol. Terus saya coba video call untuk memastikan apa-apa saja yang rusak. Ternyata di dalam kedai sudah berantakan semuanya," ungkap Jhon Siahaan.

Masih dalam keadaan syok, Jhon dan istri memutuskan untuk pulang ke Medan. Setelah sampai, ia memastikan barang berharga apa saja yang hilang di kedainya.

"Kami cek, ternyata uang yang hilang. Itu ada sekitar $1.700 US, 500 Ringgit Malaysia, dan beberapa uang luar negeri lain. Bukan hanya itu, 2 handphone kami di sini juga hilang," bebernya.

3. Kedai dalam keadaan berantakan, barang berharga lain tak diangkut maling

Kedai Literacy Coffee dibobol maling (IDN Times/Eko Agus Herianto)

Jika ditotal, kerugian yang dialami Jhon mencapai lebih dari Rp30 juta. Malam itu juga ia dan istri mantap mengadukan peristiwa ini ke polisi setempat.

"Uang kami saat itu diletakkan di dalam satu tas di dalam lemari. Saat masuk kamar itu, banyak tas kami sudah berserak di tempat tidur semua. Mungkin diperiksa satu-satu," terang Jhon.

Pantauan IDN Times, pintu kedai Literacy Coffee dalam keadaan rusak. Bahkan gembok kamarnya lebur diduga dijebol menggunakan cairan kimia.

"Tapi memang agak unik juga pencurian kali ini. Kami sudah beberapa kali kehilangan seperti kompor gas, sanyo, AC. Tapi kali ini yang hilang hanya uang. Padahal di kedai ini ada kipas, print, bahkan laptop juga, tapi itu tidak dicuri," pungkasnya.

Editorial Team